*Bank Terbesar Italia PHK 5.200 Karyawan*

* *

*Detik.com, Milan* - Krisis terus memaksa bank-bank di Eropa melakukan
efisiensi. Di tengah ancaman krisis utang, bank terbesar Italia, UniCredit
mengumumkan rencananya untuk mem-PHK 5.200 karyawannya dalam beberapa tahun
ke depan.

UniCredit juga akan meningkatkan modalnya US$ 10,3 miliar. Keputusan itu
diumumkan bersamaan dengan pengumuman angka kerugian sebesar 10,6 miliar
euro pada kuartal III-2011, termasuk *write-down* 10,2 miliar euro.

Bank itu menyatakan, jika hasilnya disesuaikan hingga mengecualikan 1 waktu
item, maka kerugian kuartal 3 akan mencapai 474 juta euro. UniCredit
mencatat pendapatan 334 juta euro selama kuartal III-2011.

Menghadapi krisis utang di Eropa, UniCredit secara signifikan mengurangi
biaya-biaya dan meningkatkan modalnya. Dalam bagian dari rencana perombakan
strategis, UniCredit mengatakan telah memutuskan untuk menyederhanakan dan
mengurangi aktivitas di pasar yang sudah jenuh dan fokue kembali di Eropa
Tengah dan bagian Timur.

UniCredit mengatakan akan mengeliminasi 5.200 karyawan, atau sekitar 12%
dari seluruh karyawannya pada hingga tahun 2015. Langkah itu akan membuat
biaya perorangan berkurang 8% pada tahun depan. Bank terbesar itu juga
membatalkan pemberian dividen untuk tahun fiskal 2011.

"Review didasarkan pada skenario makro ekonomi baru dan kerangka yang
berhubungan dengan peraturan dipicu penghapusan aktiva dalam neraca,
termasuk pada akuisisi di Ukraina dan Kazakhstan dimana seluruh aktiva
dalam neraca seluruhnya sudah dihapus ," ujar UniCredit dalam pernyataannya
seperti dikutip dari *New York Times*, Rabu (16/11/2011),

Dari total hapus buku 10,2 miliar, sekitar 9,8 miliar euro tidak memiliki
dampak pada cash. UniCredit juga tercatat menghapuskan pembukan surat utang
Yunani sebesar 135 juta euro.

Mengingat banyaknya institusi finansial yang memiliki surat utang, Otoritas
Perbankan Eropa dan Uni Eropa pada bulan lalu telah meminta bank-bank
menaikkan rasio modal tier 1 menjadi 9% pada akhir Juni. Panduan baru itu
membuat UniCredit kekurangan modal hingga 7,4 miliar euro.

"Neraca keuangan kami sekarang lebih sejalan dengan valuasi terkini. Ini
lebih solid dan tidak menimbulkan kejutan di masa depan." ujar chief
executive UniCredit Federico Ghizzoni.

Bank yang berbasis di Milan itu ingin meningkatkan modal dengan menawarkan
saham tambahan hingga 7,5 miliar euro. Dengan tambahan modal baru ini, maka
rasio modal tier 1 di bawah kesepakatan Basel III akan lebih dari 9%, naik
dibandingkan 8,74% pada akhir Desember.

Saham UniCredit tercatat sudah turun sekitar 48% pada tahun ini, dan turun
lagi 6% pada perdagangan Senin.

Kirim email ke