tergantung barang utk export or dlm negeri, brg menengah k atas or umum,
terlbh disElunDupkan ke ln

On Friday, 18 November 2011,  <[email protected]> wrote:
>
>
> Rasanya, oleh industri, barang nya dijual lagi ke masyartakat atau apa
dipakai sendiri ya...?
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> From: anrusing data <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 18 Nov 2011 13:41:10 +0800
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Realisasi belanja subsidi energi sudah lebih dari 80%
>
>
> Kalau solar tanpa subsidi sptnya lbh baik. Soalnya solar kEbamyakan
dipakai inDustri
> Masy sedikit sekali yg perlu solar,antrian pjg solar, biasanya
dikumpulin, utk dijual lg di industri
>
> On Wednesday, 16 November 2011, abri <[email protected]> wrote:
>>
>>
>> Realisasi belanja subsidi energi sudah lebih dari 80%
>>
>> JAKARTA. Meski realisasi belanja pemerintah masih rendah, tapi realisasi
belanja subsidi, terutama subsidi energi ternyata sudah melesat jauh. Agar
tak terjadi pembengkakan, perlu ada perubahan perilaku ekonomi para
pengguna BBM bersubsidi sehingga subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
>>
>> Berdasarkan data Direktorat Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan
per 7 November 2011 realisasi belanja subsidi energi sebesar Rp 164,74
triliun atau 84,4% dari pagu anggaran sebesar Rp 195,28 triliun. Dari
jumlah itu, realisasi subsidi BBM sebesar Rp 110,82 triliun (85,5%) dari
pagu anggaran sebesar Rp 129,72 triliun. Sedangkan subsidi listrik telah
terpakai sebesar Rp 53,91 triliun (82,2%) dari pagu anggaran sebesar Rp
65,56 triliun.
>>
>> Jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi subsidi
tahun ini memang jauh lebih tinggi. Pada 7 November 2010 realiasi subsidi
energi baru sebesar Rp 82,9 triliun atau 62,2% dari pagu anggaran. Subsidi
BBM baru terserap 60,6% (Rp 53,9 triliun) dan subsidi listrik baru 64,8%
(Rp 35,71 triliun).
>>
>> Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto mengungkapkan,
realisasi susbidi energi yang cukup besar ini merupakan imbas dari kenaikan
harga minyak dunia. Selain itu, "Konsumsi BBM juga naik, dan terjadi
perpindahan pemakaian karena harga premium dan harga pertamax (selisihnya)
jauh," ungkapnya baru-baru ini.
>>
>> Meski begitu, pemerintah masih berupaya agar volume subsidi BBM tahun
ini yang sudah dipatok 40,5 juta kilo liter dalam APBNP 2011 tidak
membengkak.
>>
>> Anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PKS Andi Rahmat menjelaskan,
meski realisasi subsidi BBM sudah mencapai 85,5% hingga awal November, tapi
ia masih optimis kuota BBM subsidi tidak akan membengkak. Salah satu
alasannya, karena PLN juga ketat sekali melakukan pembatasan dan berusaha
tidak distortif. Karena sebagian besar subsidi ini membengkak karena adanya
distorsi (penggunaan BBM). PLN bekerja keras untuk mendisiplinkan ini.
"Kalau begini profilnya, mudah-mudahan akhir tahun ini tidak ada
pertambahan, tetap ada di angka 40,5 juta kilo liter," ungkapnya Rabu
(16/11).
>>
>> Seperti diketahui, selama ini sebagian besar pembangkit listrik milik
PLN masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar. Hanya sebagian kecil yang
menggunakan bahan bakar alternatif batubara dan gas.
>>
>> Agus bilang, jika nanti terjadi pembengkakan subsidi BBM akibat konsumsi
BBM subsidi yang meningkat, maka alternatif yang dilakukan oleh pemerintah
adalah melaporkan ke DPR. "Harus datang ke DPR dan bilang ini melebihi
kuota, nanti tergantung hasil (rekomendasi) DPR seperti apa," katanya.
>>
>> Andi juga mengungkapkan, pada prinsipnya DPR mendorong pemerintah agar
ketat dalam hal kuota BBM subsidi. Ia mengakui, dengan semakin minimnya
sisa kuota BBM subsidi yang ada, konsekuensinya akan ada antrian di SPBU.
"Kita sudah hitung (kemungkinan) itu, dan ada yang menyarankan bahwa
biarkan saja itu terjadi agar nantinya perilaku ekonomi masyarakat
menyesuaikan," jelasnya.
>>
>> Artinya, dengan adanya antrian BBM bersubsidi, Andi bilang nantinya
masyarakat akan mencari alternatif lain dalam penggunaan energi, sehingga
ke depan subsidi bisa lebih tepat sasaran.
>>
>> Andi menjelaskan, selama ini subsidi BBM belum tepat sasaran. Ia
menggambarkan, dari total BBM subsidi, sekitar 50% nya digunakan oleh
sepeda motor. "Dari total pengguna sepeda motor ini, sekitar 50% nya ada di
Jabodetabek. Jadi area ini terlalu besar menyerap subsidi, sementara daerah
lain tidak terlalu besar subsidinya," ungkapnya.
>>
>>
http://nasional.kontan.co.id/v2/read/1321441615/82886/Realisasi-belanja-subsidi-energi-sudah-lebih-dari-80-
>>
>> Sumber : KONTAN.CO.ID
>>
>> Ayo galakan energi alternatif, beralihlah ke gas ( beli PGAS ) atau
batubara ( beli ADRO ) hehe..
>>
>> Regards - abri
>>
>>
>
> 

Kirim email ke