Saat belajar buah, kecil pak dptnya, investor pengen quit aja. Tahun ke3,beuh, luarbiasa dptnya. Bikin pengen nambah lg. Apalg saat golden yearsnya :-)
On Thursday, 17 November 2011, Hendrik Limbono <[email protected]> wrote: > > > CPO itu, 5 tahun baru mulai masa produksi, dama produksi optimal kalau gak salah setelah 10 tahun > jadi gak mudah untuk menaikan produksi CPO > > ======================================= > bei5000.com > ________________________________ > From: anrusing data <[email protected]> > To: "[email protected]" <[email protected]> > Sent: Tuesday, November 15, 2011 1:33 AM > Subject: [saham] Re: [DOLGADO] TREND TAHUN DEPAN : CPO > > > Ndaklah bos, ada banyak penambahan sawit baru. Pembukaan lahan ga bisa serentak > Utk cpo, masih termurah dibanding kedelai dan bunga matahari. > Isu perusakan linkungan krn sawit, ada ygbilang, sengaja diciptakan agar minyak kedelai dr luar tetap laku > > On Tuesday, 15 November 2011, tongnyangkong <[email protected]> wrote: >> >> >> ini bukan sentimen lo yah, kebetulan lagi banyak kerjaan lembur ngurusin riset ala investor jadul. >> >> CPO itu udah habis masa tren nya, demand CPO telah ada sejak 2005-2007 dan puncaknya awal 2008, selama periode tersebut seluruh perusahaan perkebunan ekspansi besar-besaran ke kelapa sawit. Umur kelapa sawit menghasilkan adalah dimulai dari 4 tahun keatas, jika diukur dari 2005 + 4 + 1 = 2010, angka 1 perkiraan penyiapan lahan dari mulai alang-alang sampai dengan penanaman bibit, sehingga dari mulai 2010 dan seterusnya akan banyak supply baru buat CPO yang berasal dari kebun ekspansi sejak tahun 2005. Angka supply akan kelihatan signifikan pada 2012-2013 nanti, berbagai rilis data dari kementrian yang mengurusi perkebunan sawit di Malaysia saja tidak berani memperkirakan akan adanya lonjakan harga mengingat tingginya supply yang bakal terjadi apalagi derivatif dari CPO terus bergerilya bersaing dgn CPO spt bunga matahari dan kedelai. >> >> Issue global warming belum cukup kuat menggagalkan panen sawit apalagi areal baru perkebunan sawit dari Afrika dan Amerika Latin pada tahun-tahun mendatang menjadi supplier baru minyak sawit. >> >> Tentang AALi sudahkah memperhitungkan areal kebun sawit AALI yang dibeli oleh ADRO ? >> >> --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@...> wrote: >>> >>> selengkapnya : >>> http://bei5000.com/?p=601 >>> >>> >>> Sangat penting untuk memperhatikan TREND sektoral yang akan berkembang di bursa efek, karena dengan mengetahui trend sektoral yang sedang atau akan berkembang, kita bisa memperediki saham apa yang akan naik dengan tinggi. >>> >>> Dalam 3 tahun terakhir ini trend yang berkembang adalah otomotif, ditandai dengan pertumbuhan penjualan mobil yang FANTASTIS. dari tahun ke tahun. Walau dikatakan tahun depan bakal bertumbuh hanya 5% , namun kok saya optimis ya bakalan bertumbuh lebih dari 20% kalau tidak ada kejadian spesial seperti tsunami jepang dan banjir thailand. >>> >>> Dan sesuai dengan kondisi alam indonesia sepertinya industri otomotif masih bisa bertumbuh di tahun depan apalagi suku bunga sudah turun 0,75 % dalan beberapa bulan terakhir, dari 6,75% menjadi 6%, dan hal ini akan ikut menyumbang kenaikan penjualan kendaraan bermotor karena suku bunga yang ditawarkan bisa makin murah, dan tentu sepertinya likuiditas akan makin meningkat. apalagi peosentase penjualan mobil di indonesia masih sangat rendah, per tahun mobil di Indonesia saat ini (diprediksi 900 ribu mobil terjual),. >>> >>> HANYA 0,4% dari jumlah penduduk (220 juta jiwa). Bandingkan dengan China yang mendapai 1% dari jumlah penduduk dan amrik yang mencapai 2% dari jumlah penduduk. Maka potensi penjualan mobil di Indonesia masih sangat tinggi. Jadi buat sektor otomotif walau akan tersenda namun masih bisa bertumbuh dengan baik. Namun ada sektor lain yang saya lihat bisa berkembang JAUH LEBIH PESAT daripada otomotif. >>> >>> antara lain : BANKING dan CPO >>> kita bahas mulai dari Banking saja ya : >>> Banking ini, sangat dipengaruhi oleh yang namanya SUKU BUNGA BI RATE dan INFLASI. Makin rendah suku bunga SBI, maka margin bank akan makin tinggi, dan saat ini suku bunga BI RATE sudah mencapai rekor TERENDAH SEPANJANG SEJARAH (6%), dan mengingat saat ini inflasi juga masih di bawah 5%,maka tidak menutup kemungkinan suku bunga akan terus diturunkan hingga 5%. Dan benernya hal ini bagus agar rupiah tidak terlalu kuat sehingga menghambat export. >>> >>> Contoh BBRI, menurut simulasi saya. setiap penurunan suku bunga 25 basis point atau 0,25% maka BBRI berpotensi memperoleh tambahan laba sebesar 750 Miliar rupiah (0,25% x Asset BBRI sebesar 300 Trilliun). Kecuali jika tiba - tiba bank - bank menurunkan suku bunga kredit secara berjamaan, yang saat ini masih belum terjadi. >>> >>> nah masuk ke INTI Tulisan ini... >>> menurut saya, sektr yang akan PALING BERKEMBANG adalah Sektor KOMODITAS, dan TERUTAMA CPO dilihat dari segi komoditas, harga komodtas saat ini terholong cukup tinggi (oil mencapai $98 per barrel) sementara harga CPO sendiri di tahun ini sudah bikin NEW high di awal tahun, walau terus turun , namun dalam beberapa hari terakhir ini naik dan sudah di at > > > Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic > Messages in this topic (6) > Recent Activity: > > New Members 32 > > Visit Your Group > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham >
