Kalau saya sih, pasti akan saya turunkan. Tidak peduli siapapun mereka, cuma 
menjadi pertanyaan ? Masih objektifkah lembaga rating tersebut ? Saya katakan 
TIDAK ! Mungkin saja posisi mereka diancam bila menurunkan rating negara maju. 
Sungguh Ironi dan menyesatkan, rating harus diturunkan mengapa dipaksakan. 
Malahan jika dipaksakan akan membuat masa depan mereka sendiri lebih sulit 
dikemudian hari, lebih baik fairness saat ini, saat dimana semua juga tidak 
terlalu baik khususnya sesama negara maju. Jarak kesejahteraan masyarakat 
negara maju dengan berkembang sudah terlampau jauh, coba bandingkan saja 
pendapatan per kapita masyarakat emerging market, katakanlah RRC yg katanya 
ekonomi sedang booming dan kaya, rata2 mereka tidak lebih dari USD7000 per 
kapita, bandingkan dengan rata2 zona Euro 
(http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_%28PPP%29_per_capita)

4 kali lipat lebih, padahal kebutuhan pokok masyarakat hampir sama, mereka 
sama2 membutuhkan gandum, beras, daging, perumahan dan seterusnya.

Harga gandum di negara maju spt Eropa berapa per kg ? USA berapa ? bandingkan 
dengan RRC dan Indonesia ? Jaraknya hampir sama, yang membuat kelihatan berbeda 
hanya kwalitas seperti harga beras di Jepang yang bisa mencapai Rp50 ribu per 
kg, keliahatan woow tetapi dilihat lebih detil ternyata kwalitas berbeda jauh.

Menurut saya inilah kesempatan bagi negara maju dan USA untuk menurunkan 
ekonomi mereka, dan inipun akan baik bagi mereka ke depan. Meski tidak bisa 
dipungkiri pasti ada gejolak ketika hal tersebut terjadi. Mohon koreksi bila 
pemikiran saya salah.








--- In [email protected], bayukusumawardhana@... wrote:
>
> Klo ente jd lembaga pemeringkat utang apa berani turunin peringkatnya US? 
> Macem2 bs gulung tikar wkwkwkwk :p
> 
> 
> 
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: "tongnyangkong" <tongnyangkong@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 22 Nov 2011 04:20:26 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] Lembaga Rating ternyata DISKRIMINATIF juga
> 
> http://finance.yahoo.com/news/p-says-no-cut-planned-232038389.html
> 
> S&P says no cut planned in US credit rating
> S&P says it will not cut US credit rating based on failure of supercommittee 
> to reach deal
> APBy Martin Crutsinger, AP Economics Writer | AP 
> 
> -------------------------------
> 
> Kalau yang terjadi pada negara berkembang dan emerging market mungkin 
> buru-buru mereka downgrade dan hujat, teringat krisis 1997 melanda Asia dan 
> Indonesia. Betapa menyedihkan negri dan Asia diinjak-injak harga dirinya oleh 
> mereka, sudah jatuh malah tertimpa tangga, bukannya ditolong malah "dihujat 
> dan dicaci maki" dengan "1001 macam keburukan dan kebusukan".
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke