Ya bener itu Dokter..sip..semoga ke depan semua lapisan masyarakat semakin sadar arti nasionalisme..i love Indonesia..
--- Pada Ming, 27/11/11, Dokter Market <[email protected]> menulis: Dari: Dokter Market <[email protected]> Judul: [saham] OOT: I Luv Indonesia Kepada: "Milis Saham" <[email protected]> Tanggal: Minggu, 27 November, 2011, 10:03 PM Maaf judulnya saya ganti, supaya bisa langsung ke topik. Pendapat saya pribadi, Indonesia masih tetap memiliki banyak kelebihan. Misalnya di sini tidak terlalu banyak diskriminasi. Tahukah anda, negara yang katanya penyuara HAM nomor wahid sudah puas memperbudak kulit hitam sekian puluh tahun? Sedang di Indonesia setahu saya tidak mengenal perbudakan kecuali penjajahan, dan bukan orang Indonesia yang menjadi pelakunya? Tahukah anda, kalau beberapa negara maju seperti Korea, masih dalam kondisi perang, walau gencatan senjata, semua orang harus siap perang. Sedangkan Indonesia tidak perlu hal seperti itu? Tahukah anda, kalau ketika orang Belanda ketika melihat burung cendrawasih, langsung menganggap burung tersebut makhluk dari surga karena keindahannya? Berapa banyak negara yang mengalami transisi dari budaya egaliter ke arah demokrasi harus mengalami perang terlebih dahulu? Sedangkan Indonesia, tidak ada hal tersebut kecuali kasuistik di beberapa wilayah itupun hanya kecil2an. Kalau kita lihat, tetangga terdekat kita yang di Utara terlihat baik2 saja dibandingkan kita. Jangan salah. Kita sudah melewati masa transisi dari otoriter menjadi demokrasi sedangkan mereka belum. Marilah kita bersama membangun negara ini bersama2. Saat ini, kita semua sedang belajar menjadi lebih baik. Perlindungan investor di Indonesia memang belum sempurna. Namun AKSES dan fund separation cash sekuritas dgn nasabah adalah langkah maju untuk perlindungan investor yang harus kita dukung bersama. Bad Or Good, this is our country? Correct?? Peace.. Powered by http://doktermarket.blogspot.comFrom: "adi noe" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 27 Nov 2011 14:43:18 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Waduh sis katrin ud suru org pindah, kaye gaye pejabet neh, "lu ganggu gue, gue masukin bui kaya susno, antazari" sent from 3®From: Sinto Sugiyo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 27 Nov 2011 22:40:57 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kata2 yg tidak mendasar alias asbun.. --- Pada Ming, 27/11/11, katrin <[email protected]> menulis: Dari: katrin <[email protected]> Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 27 November, 2011, 9:38 PM Pindah aja jangan di indonesia kalau terlalu repot :) sent with love®From: "adi noe" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 27 Nov 2011 14:33:03 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Org indo pasti lepas tanggung jawab, jawabnya msh diselidiki oleh tim, msh dievaluasi, akan segera diperbaiki, mungkin kesalahan konstruksi dkk. Enak deh jadi pujabat. Kata mereka "emang lu gue pikirin, sejak kapan, jadi pejabat emang ga butuh doeit" sent from 3®From: Sinto Sugiyo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 27 Nov 2011 11:45:36 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Sorry Pak Ariston yg terhormat..contoh kasus jembatan Mahakam.. klo ada org yg protes or mengkomplain kinerja yg buruk dengan adanya kelalaian jembatan ini..tipe2 Pak Ariston pasti menjawab ya kan itu hanya 1 jembatan, di Indonesia puluhan ribu jembatan masih aman kok..dan malah tambah byk mobil yg lewat ga takut tuh dll ( kira2 maybe benak Anda) alasannya gitu2..ya klo jawabannya begitu terus ya memang itu yg terjadi..itulah Indonesia ga pernah mau mengakui n belajar..sorry lho Pak bukannya saya menyindir or gimana cuman biar kita itu lbh waspada... --- Pada Sab, 26/11/11, Jim SH <[email protected]> menulis: Dari: Jim SH <[email protected]> Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 26 November, 2011, 12:37 PM Wah ada yg Mªΰ menjamin kalau trading ßïƾǻ dapat return 60% per tahun? Warrent Buffet kalah deh..Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Lemot Teruuusss...!From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Nov 2011 05:29:58 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kalau anda mau modalin dananya, silakan saja ajukan diri. Anda bisa langsung diangkat jadi Dirut BEI oleh anggota bursa hehehe :) Ngomong2, bursa mana di dunia ini yg melaksanakan seperti yg anda sebutkan? Sejauh ini BEI aman2 saja, peminat tinggi, aturan main cukup jelas dan bisa diterima mayoritas pelaku pasar. Belum ada yg perlu dirubah menjadi spt keinginan anda tampaknya. Kita selalu diberikan pilihan koq, kalau suka ayo ikutan, kalau ngga suka kita bisa main di bursa lain. Khan kita tidak dipaksa harus trading di bursa BEI saja toh :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my BlackBerry® From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Nov 2011 04:59:04 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Maaf bang ian, ini hanya diskusi saja, Diskusi yg membangun. Transaksi bei mungkin meningkat dengan pertimbangan kondisi yang ada jika return cukup besar dengan kemungkinan lost kecil, semua pasti akan transaksi tapi pada saat risk meningkat semau akan kabur, bei bisa jadi pasar kosong. Apakah bei akan seperti ini?. Pengalaman 1997/1998 sdh membuktikan lost ini paling besar karena cost of trust yg harus dibayar. Bgmn negara ini harus dgn gentle mengatakan kami jamin seluruh dana nasabah. Dan bisa dibayangkan jamin 100% dgn return rate pertahun 60% siapa yg tdk balik. Ada gula ada semut. Tapi kita tdk mungkin kita menyiapkan gula terus, ini bukan pasar yg sehat dan bukan aturan main yg bisa mendatangkan keuntungan jangka panjang.RegardsFrom: "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Nov 2011 04:45:40 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Sejauh ini yang saya tahu tingkat kepercayaan akan BEI terus meningkat. Setidaknya terlihat dari aktivitas valuasi perdagangan rata2 per harinya yang cenderung meningkat. BEI bukan perusahaan asuransi. Mereka menjalankan fungsinya sesuai aturan yg berlaku. Kalau mereka bertindak diluar prosedur dan tdk mendapat persetujuan dari pemegang saham BEI alias anggota bursa, mereka bisa dituntut dan dipenjarakan oleh anggota bursa sebagai pemegang saham BEI krn direksi mengambil kebijakan diluar aturan main khan? :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my BlackBerry® From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Nov 2011 04:16:26 +0000To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Maaf jadi panjang lebar, setahu saya di bei atau ksei masih tersimpan hasil settle T+3, jika bei ingin menunjukkan itikad baik dan menjaga kepercayaan investor tentunya harus memiliki rasa tanggung jawab atas hal ini. Ada kata2 dari china yg harus dipegang dalam hidup maupun bisnis "bisnis boleh rugi/usaha boleh bangkrut tapi kepercayaan harus dijaga. Ini modal paling dasar." Suatu saat kita tdk punya modal tapi karena kepercayaan saya dapat mulai usaha. 10 kali bangkrut selama masih punya kepercayaan saya masih punya peluang bangkit. Nah kalau bei tdk bisa seperti ini bagaimana bei akan menghadapi sti, hsi, dj, dll. Lupakan sajalah (nilai kerugian dlam T+3 tdk akan membuat bei bangkrut tapi kehilangan kepercayaan yg membuat tdk mungkin maju dan selalu dibawah bayang2 singapura, malaysia, hongkong, jepang, china)RegardsFrom: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Nov 2011 10:50:31 +0700To: [email protected]<[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Transaksi dinyatakan sah dan lengkap bila sudah ada penyerahan barang oleh penjual, dan sudah ada pembayaran cash oleh pembeli. Pada kasus sarijaya, setahu saya terjadi fraud dalam dana kas nasabah. Sehingga sarijaya tdk bisa memenuhi ketentuan penyelesaian transaksi T+3. Yang perlu kita pahami adalah otoritas bursa tdk pernah memberikan jaminan asuransi. Itu yg saya tahu dari aturan yg berlaku. Sama seperti BI, tdk pernah memberika asuransi aau jaminan bahwa simpanan kita di bank pasti aman 100%. Ada aturan2 yg berlaku. jabat erat,Irwan Ariston Napitupu Sent from my iPad On Nov 26, 2011, at 10:28 AM, [email protected] wrote: Mungkin yg jadi masalah, dalam teori maupun prosedure. Transaksi di bursa aman walaupun proses settlement T+3 tapi ada regulator yg menjamin transaksi ini match. Nah kasus sarijaya, transaksi T+3 pun menguap entah kemana, jika kondisi seperti ini untuk apa ada bei, ksei, kpei, bapepam. Seperti sama saja dengan transaksi two party. Dgn transaksi 3 party (+ regulator + fasilitator) tidak ada benefit apa2 malah dipajaki fee. Ibarat kata kita bayar premi asuransi tapi tdk ada deliver resiko.RegardsFrom: "ßµđΨ☺™" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 25 Nov 2011 23:41:45 +0000To: saham saham<[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kalo kasus sarijaya memang uangnya habis digunakan sama management atau pemegang saham sarijayanya....jika anda pemilik sarijaya belum tentu anda akan mengembalikan uang nasabah juga, pola pikirnya kan sederhana aja, dikembalikan atau tidak dikembalikan juga tetap aja ditangkap, kecuali ada option jika tidak dikembalikan, akan dibebaskan, itupun blm tentu dikembalikan, tergantung lagi kondisi dananya, apakah masih ada atau memang sudah tidak ada (dlm kasus sarijaya, dananya seharusnya tidak ada, krn sarijaya mengalami kerugian hingga terpaksa menggunakan dana nasabah) sebenarnya gelagatnya itu sdh terlihat di bulan bulan terakhir sblm penutupan, saya merasakannya saat mau tarik dana agak dipersulit...sebenarnya saat itu saya sudah akan memindahkan porto ke sekuritas lain, tp ngga keburu, untung aja sebelum sarijaya disuspen dana saya udah saaya belanjain saham tinggal sisa paling 1-2juta aja...jadi bersyukur juga deh bisa selamat.Best Regards, ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™From: Sinto Sugiyo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 25 Nov 2011 23:26:11 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi Pak Ariston yang terhormat...saya kagum atas analisa2 saham Anda...dan apakah Anda tau salah satu permasalahan kasus Sarijaya.. Sarijaya menurut saya yg jadi misteri..dimanakah uang cash pada waktu saya mencairkan uang saya...taruhlah semua nasabah sarijaya 11 ribu org..misal uangnya total yg dicairkan 600 M..kerugian gagal serahnya pemiliknya 350 M..berarti ada sisa 250 M..seharusnya itu dibagi kembali + asset2nya Sarijaya yg dijual, untuk dikembalikan taruh kata setelah dibagi proporsinya tinggal 50 % gpp..tapi yang terjadi kan uang itu hilang seperti kasus2 yg lain dan yg sengaja menilap juga Anda tau sendiri...ga usah disebutkan Anak lulus Sma klo diceritain aja tau otoritas siapa yg ga kembalikan uangnya ..trus malah alih alih melindungi dll..Taukah Bapak..semisal kita ga demo di Jkt..dengan kencangnya masuk surat kabar dll bukannya cari sensasi karena pengennya ya mereka nilap saham2 kita sekalian..contohnya sebelum kasus Sarijaya..sekuritas apa gitu..sahamnya malah ga dikembalikan..ya memang sih kita ga bisa apa2 cuman biar sejarah tau aja sebenarnya..Insya Allah uang yg ketilap itu udah diganti berlipat2 oleh Allah..thx. --- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> menulis: Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 10:13 PM Kasus Sarijaya adalah kasus diluar perkiraan banyak orang. Belajar dari kasus Sarijaya itulah, makanya otoritas bursa melakukan perbaikan2 dari sisi pengontrolan. Mulai dari KSEI yg mensosialisasikan soal AKSes agar trader/investor bisa melakukan kontrol tambahan atas sahamnya dengan menjalankan fungsi monitoring. Lalu juga untuk cash nya, sekarang sedang mau dijalan dengan dibuatkan segregat account dengan nasabah dibukakan rekening terpisah di bank pembayar, sehingga kalau ada apa2 dengan sekuritasnya, dana nasabah jadi aman. Di bursa AS juga banyak kasus2 koq. Seperti contoh terkenalnya adalah kasus Enron. Laporan keuangannya bagus, tidak masalah, tiba2 ambruk dan bankrut sehingga banyak uang orang hilang karena memiliki saham tersebut. Lalu, kasus Lehman Brothers juga sama. Memang sih, cara hilangnya beda, tapi toh kerugiannya cenderung diderita oleh trader/investor. Apakah trader/investor Enron dan Lehman Brothers bisa dapetin duitnya balik akibat kerugian yg dideritanya yg bisa dibilan bukan karena kesalahan mereka karena mempercayai laporan keuangan yg telah di audit oleh akuntan terkenal? Tidak juga toh? Saya pribadi sangat prihatin dengan korban2 kasus Sarijaya. Tapi, sulit juga kita menuntut otoritas bursa menggantikan uang nasabah Sarijaya yg hilang karena fraud dari manajemen/pemilik Sarijaya, sementara dari sisi hukum kita tahu otoritas bursa tidak dalam posisi menjamin uang nasabah akan aman 100% di sekuritas. Bank Indonesia saja khan juga tidak menjamin 100% uang nasabah bank yg ada di suatu bank akan selamat atau utuh toh bila pihak manajemen bank nya melakukan fraud? Menurut saya, kita pribadi perlu lebih care, lebih peduli dengan aset/harta kita sendiri. Banyak pilihan yg ada di pasar baik itu bank ataupun sekuritas, pilihlah yg menurut anda aman dan nyaman, walau mungkin ada biaya yg perlu anda bayar lebih tinggi untuk ketenangan tersebut. Misalnya, kalau di bank, anda mendapatkan bunga yg lebih kecil. Kalau di sekuritas, anda dikenakan biaya transaksi yang lebih tinggi. Semua itu bagi saya adalah harga yg perlu kita bayar untuk mendapatkan ketengangan dan kenyamanan aset kita. Semoga bermanfaat. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/11/25 <[email protected]> Terima kasih pak irwan, untuk hal ini sangat jelas proses dan resiko nya, dan tindakan apa yg harus dilakukan. Bgmn dgn kasus sarijaya, dijelaskan dgn logika?RegardsFrom: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 25 Nov 2011 21:26:31 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Pasar Negosiasi Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya, di BEI itu mengenal tiga pasar: 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli. Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3. 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat, atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai. 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0 s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120. Pasar negosiasi ini bisa dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa, tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa. Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari informasinya lebih jauh. Semoga bermanfaat. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
