Dividen tergantung management perusahaan. Jadi ini tidak masuk akal! 

Simple aja kalau ga suka perusahaan nya yah jangan di beli saham nya... 

Memangnya bapak di paksa buat beli saham nya??? 

Kaga kan? Kalau ada tolong lapor ke polisi bukan ke bapepam.. 

Management perusahaan berhak untuk mengatur strategy perusahaan bukan pihak 
lain diluar perusahaan tersebut. 


Dan pasti nya ga ada yang paksa anda beli saham. Banyak perusahaan lain yang 
kasi dividen. Pilih aja saham tersebut untuk seleksi. 

Kalau mengenai rekayasa laporan keuangan yah itu sudah lain cerita. Dan jelas 
harus di tindak tapi bukan dengan cara seperti yang bapak anjurkan dan sangat 
tidak masuk akal. Strategy bisnis beda2. 


Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "tongnyangkong" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 30 Nov 2011 04:32:03 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Re: Harga Wajar VS Harga Riil

Kalau cuma deviden saya kira itu agak dilematis namun saya sangat setuju bahkan 
bila perlu dikeluarkan suatu surat edaran atau undang2 yang mewajibkan deviden 
perusahaan dibayarkan setiap tahun dengan angka minimal sekian persen bukan 
lagi tergantung RUPS.

Bagi saya yang paling utama soal deviden adalah konsistensi pertumbuhan 
perusahaan sejalan dengan pertumbuhan hidup pemegang sahamnya, jangan 
perusahaan bertambah jaya sementara pemegang sahamnya harus terus ikat pinggang 
kencang krn tidak dibayarkan deviden.

Dan yang paling utama adalah kebenaran akan laporan keuangan, otoritas pasar 
modal dan otoritas pajak harus lebih extra pada perusahaan yang tidak pernah 
bagi deviden atau membagikan deviden sangat jarang dan kecil, padahal dikatakan 
perusahaan tumbuh berkembang terus.

Rekayasa laporan keuangan dan akhirnya berujung bangkrutnya perusahaan kalau 
boleh saya bilang banyak terjadi pada perusahaan yang jarang atau hampir tidak 
pernah membayar deviden walaupun saya tidak menuduh semua perusahaan yg tidak 
bayar deviden curang, tetapi celah tersebut menurut saya banyak digunakan pihak 
"nakal" untuk merekayasa laporan keuangan, sampai pernah saya baca "laporan 
keuangan bisa direkayasa, namun deviden kas tidak atau sangat sulit direkayasa".

Kembali ke soal harga wajar dengan harga riil, menurut saya itu cuma masalah 
waktu. Barang bagus pasti akan kembali ke harga wajar meski menunggunya terasa 
menyebalkan. Saya sudah pernah dan sering mengalaminya, saham dengan PER dan 
growth tinggi bukankah jaminan ke depan pasti akan demikian adanya, namun satu 
hal yang pasti bagi saya, saya tidak mau membayar risk atas kegagalan growth 
tinggi. Contoh yang pernah terjadi pada PGAS sekitar tahun 2005 atau 2006 
sewaktu autorejection down atas proyeksi delaynya SSWJ walaupun akhirnya bisa 
tercapai dengan sedikit delay. Pada saat itu PER PGAS sekitar 40-50x dan 
terkoreksi hingga setengahnya padahal saham lainnya tidak mengalami hal serupa.

Perdebatan soal harga wajar dan riil sudah lama terjadi bahkan sepertinya sudah 
jauh lama terjadi di wallstreet termasuk yang pernah di alami oleh YM. Warren 
Buffet, alhasil hari ini YM. Warren Buffet tercatat masih menjadi no. 2 terkaya 
menurut Forbes padahal harusnya para fund atau orang yang memperdebatkannya 
bisa lebih kaya krn menurut mereka cara YM. Warren Buffet salah.






--- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@...> wrote:
>
> Ada perbedaan yang cukup besar antara harga wajar dengan harga riil...
> atau gampangnya, :
> 
> Kenapa sih ada saham yang dihargai dengan PBV3x dan ada yang hanya mampu 
> dihargai dengan PBV 1x,
> atau kenapa ada saham yang PE cuman 3x tapi gak naik2, tapi ada juga saham 
> yang PE30x tapi naik terus ???
> 
> Pada dasarnya udah aja, saham bisa dihargai mahal karena ada yang mau beli 
> lebih mahal lagi
> dan saham udah murah bisa makin murah, karena gak ada yang mau beli mahal, 
> pada mau beli lebih murah lagi
> 
> atau bisa aja mahal karena lagi fase distribusi bandar
> dan murah bisa karena faktor akumulasi bandar,
> tapi masalah bandar2an saya mundur deh, saya gak tau bandar geraknya seperti 
> apa...
> 
> Dan kenapa kok suatu saham bisa dibeli dengan harga mahal??
> beberapa alsan :
> 1. Bagi dividen
> 2. Secara TA trend nya Bullish
> 3. prospek ke depannya bagus
> 4. Manajemen punya kebijakan menjaga harga saham misal dengan aksi buyback 
> saham, dividen dan Corporate Action lainnya
> 5. Ada isu akuisisi dll..
> 
> Jadi perusahaan bisa dihargai mahal bukan hanya sekedar dari fundamentalnya 
> bagus, ini hanya salah satu faktor saja
> namun ada juga faktor lain, yaitu faktor kebijakan emiten dalam menjaga harga 
> saham dan juga faktor optimisme pelaku
> pasar akan prospek masa depan perusahaan 
> 
> maknaya saya agak alergi sama saham yang TERLALU murah, karena bisa jadi 
> murahan...
> tapi uga gak suka yang semahal UNVR, karena potensi gainnya tidak seberapa
> saya sukanya yang menengah PER Range antara 7-11 buat dijual di PE 15x
> 
> dan memeng trend TA lagi naik..simpel aja..
> 
> =======================================
> bei5000.com
>



Kirim email ke