Kebetulan di FB saya ([email protected]) ada teman yang ngomongin sektor pakan 
ternak, dan
ternyata setelah ditelusuri sebenarnya sektor pakan ternak ini cukup
menarik, karena cukup cocok dengan wilayah Indonesia dimana wilayah
indonesia cukup cocok untuk sektor pakan ternak, wilayah besar, subur,
dan sumber daya alam yang melimpah (dengan mengabaikan faktor cuaca).
KAPITALISASI ANIMAL FEED
Sektor Pakan Ternak / Animal Feed, cukup mudah untuk di analisa
sebab tidak banyak pemain dalam sektor ini, hanya ada empat pemain di
sektor pakan ternay,yaitu CPIN, JPFA, MAIN dan SIPD. Dimana CPIN adalah
yang terbesar menguasai 78% atau 40T dari  total kapitalisai sektor
Pakan Ternak.Diikuti oleh JPFA (9T), MAIN (2T) serta SIPD 488 Miliard
COMPARE ANIMAL FEED
Di atas merupakan perbandingan kinerja keuangan dari saham- saham di sektor 
Animal Feed, dn
merlihat perbandingan di atas,kita bisa mengabaikan SIPD karend kinerja
SIPD tergolong jelek jika dibandingkan dengabn MAIN, JPFA serta CPIN.
Dan kita bandingkan antara Q3 2011 dan Q4 2010 pada saham MAIN, JPFA dan CPIN
JPFA MAIN CPIN
Dari segi ROE terlihat ROE MAIN adalah yang tertinggi baik di Q3
2011 maupun di Q4 2010. Sementara dari segi margin, MAIN dan JPFA cukup
setara dan CPIN tertinggi, cukup fantastis sebab margin CPIN lebih
besar 2x lipat daripada margin JPFA serta MAIN. baik di Q3 2011 maupun
di Q42010.
Dari sisi PErtumbuhan MAIN terlihat memimpin pertumbuhan di Q4 2010
dengan pertumbuhan laba 136% jauh mengalahkan JPFA dan CPIN, namun
perlu kita waspadai pertumubhan laba MAIn pada Q4 2010 sebab
pertumbuhan laba melebihi pertumbuhan Sales, dan biasanya ini tidak
sehat, akan kita selidiki nanti di bagian bawah.
Sementara di Q3 2011 JPFA lah yang memimpin pertumbuhan di sektor
animal Feed dimana JPFA YoY pada Q3 2011 bertumbuh sebesar 41,2% namun
lagi – lagi pertumbuhan laba ini jauh melebihin pertumbuhan profit yang
hanya sebesar 14%.
RISK FACTOR
Skarang kita lihatfaktor resiko yang trekandung dalam saham JPFA MAIN dan CPIN,
terlihat walau MAIN memiliki pertumuhan tinggi namun ada resiko besar
yang menyertainya yaitu DER main sudah di atas 200% dan bagi saya
pribadi DER di atas 200% selain banking , adalah suatu hal yang sangat
beresiko. Karena biasanya perusahaan yang memiliki beban hutang banyak,
harga sahamnya akan sangat jatuh ketika berada dalam situasi ekonomi
yang kurang baik. bukan hanya harga saham, tapi kinerja riil perusahaan
juga bisa ikut terpengaruh negatifk ketika perusahaan berada dalam
situasi yang kurang baik. Perusahaan dengan DER rendah memiliki tingkat
ke-stabilan yang sangat tinggi.
Selain itu jika melihat PER (PER / PGROWTH ), terlihat bahwa PEG
dari MAIN dan JPFA cukup setara. Dan CPIN sudah tinggi atau CPIN sudah
terlampau tinggi, selain itu bisa berarti juga bahwa CPIN dihargai
dengan PE lebih tinggi, sebab memiliki tingkat resiko lebih rendah.
Dari sisi PER JPFA dan MAIN setara dan CPIN juga yang tertinggi.
Skarang kita lihat bagaimana kemampuan bayar hutang JPFA, MAIN serta CPIN di 
chart di bawah ini
KMAMPUAN BAYAR
Chart kemampuan bayar di atas merupkan rasio antara liabilitas / net income, 
artinya berapa
lama (dalma satuan tahun) waktu yang dibutuhkan untuk membayar utang
perusahaan dengan mempergunakan seluruh laba yang ada. Makin kecil
makin bagus, sebab makin kecil angka rasio kemampuan bayar maka
perusahaan makin mampu untuk membayar seluruh hutang – hutangnya
sehingga makin mengecilkan beban keuangan.
Terlihat CPIN yang terkecil dan hanya memerlukan waktu setahun untuk
membayar seluruh hutangnya, sementara JPFA dan MAIN perlu waktu 5,3
tahun untuk bayar seluruh hutangnya.
LK JPFA Q3 2011
Di atas sudah kita bahas bahwa pertumbuhan Sales JPFA jauh di bawah
pertumbuhan laba JPFA hal ini menimbulkan tanda tanya, memang bisa saja
pertumbuhan sales di bawah pertumbuhan laba jika perusahaan bener2
melakukan efisiensi dalam cara kerjanya sehingga margin pun ikut
meningkat dan mengakibatkan pertumbuhan laba di atas pertumbuhan
penjualan. Namun kita selidiki, ternyata dari hasil penelusuran laporan
keuangan (LK Lain bisa dilihat di bei5000.com/fundamental/data)
terlihat bahwa pertumbuhan  laba JPFA tidak seluruhnya berasal dari
operasional murni namun ada sekitar 332 Miliar atau sekitar 40% laba
berasal dari pendapatan lain – lain.
Sehingga laba JPFA yang sebesar 894 Miliar harus dikurangi dengan
332 Miliar sehingga menjadi 562 MIliar atau jika dibandingkan dengan
laba JPFA pada Q3 2010 yang sebesar 767 miliar, sebenarnya JPFA
mengalami pertumbuhan negatif sekitar 15%.
Kesimpulan sektor pakan ternak masih memiliki  peluang besar sebab
pertumbuhan laba serta sales yang cukup tinggi, namun perlu diwaspadai
saham MAIN serta JPFA sebab pertumbuhan laba bukan sepenuhnya berasal
dari operasional murni , cuukup besar porsi yang berasal dari laba lain
– lain dan hal ini tidak sehat.
melihat PER, sepetinya CPIN sudah terlalu tinggi buat dibeli, namun
juga potensi dwnside risk tidak begitu besar sebab DER atau hutang CPIN
tergolng rendah sehingga mneurut saya cukup tahan goncangan.
Untuk JPFA dan MAIN , walau harga masih murah dan memiliki upsida
potensial hingga 50% (PE 15x) namun perlu diwaspadai sitausi ekonomi,
suku bunga, harga jagung dan harga pakan ternah dunia sebab dengan
hutang yang besar kedua saham ini memerlukan situasi ekonomi yang
kondusif.
Menurut saya saham MAIN dan JPFA dapat dijadikan pilihan untuk
investasi jangka menengah yang bagus. Untuk ke depannya, mengingat
hutang yang besar, bagi yang membeli atau ingin membeli kedua saham ini
perlu memperhatikan KURS USD serta suku bunga SBI, selama Stabil USD di
8700-9400 dan SBI di bawah 6,25% maka kedua saham ini sepetinya cukup
aman dipegang.
 
=======================================
bei5000.com

Kirim email ke