iya bener wkwkwk.. http://andik4saham.blogspot.com/
tuh di pojok kiri atas ane juga bangun library buku-buku saham gratis. ini penggalanya : http://freestockebook.blogspot.com/ kayaknya buanyak benerrr... seumur hidup ndak kelar kali huk..hukk..huk.. kalau mau bantuin silahkan isi di komen linknya... buat kita bersama.. he.. he.. ngomong2 ngumpulin terus bacanya kapan yak? kalau sudah baca ngujinya kapan yak... kalau udah diuji mraktekinnya kapan yak.. salam wkwkwwkwk, Andik ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, December 17, 2011 1:11 PM Subject: Re: [saham] OOT => ? ISAAC NEWTON GAGAL DI SAHAM Gak laku soalnya yg gratisan tinggal download di 4shared. Wakkakkak ________________________________ From: ANDIK MUSTIKA <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 17 Dec 2011 14:09:00 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT => ? ISAAC NEWTON GAGAL DI SAHAM bener bozz tapi ane jualan buku intelligent investor & Genius in stock market (ane pajang di kanan bawah http://andik4saham.blogspot.com/) uda berbulan2 dua2nya ndak laku... orang maen saham ndak butuh buku kali ya.. butuhnya dana... qqq, jadi daripada dananya beli buku mending langsung dibelikan saham.. mau cuan pa kagak urusan nanti... salam cuan aj, Andik invistor (murid graham) & fisikawan (murid newton) http://andik4physics.blogspot.com/ ________________________________ From: sem susilo <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]>; saham yahoogroups <[email protected]>; amibroker-4-bei yohoogroups <[email protected]>; Milis Asosiasi Analisis Teknikal Indonesia <[email protected]>; investium group <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Sent: Saturday, December 17, 2011 10:25 AM Subject: [saham] OOT => ? ISAAC NEWTON GAGAL DI SAHAM Sudah terlalu banyak bukti bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup membuat seorang investor saham menjadi lebih pakar. Pada Tahun 1998, Long Term Capital Managemen L.P., sebuah perusahaan hedge fund yang dikelola oleh sepasukan ahli matematika, ilmuwan komputer, dan dua ekonom pemegang hadiah nobel, dengan tertunduk kehilangan lebih dari 2 miliar dollar dalam hitungan minggu pada sebuah pertarungan besar bahwa pasar obligasi akan segera kembali normal. Namun, pasar obligasi terus-menerus menjadi semakin dan semakin abnormal dan LCTM telah berhutang begitu besar sehingga kejatuhannya hampir menjungkirbalikkan sistem keuangan global. Contoh nyata berikutnya, ketika musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham South Sea Company, saham yang paling hot di Inggris pada masa itu. Begitu melihat gejala pasar mulai tidak terkendali, sang ilmuan besar itu berkata bahwa ia "bisa menghitung ...>> gerakan benda-benda langit, tetapi ia tidak bisa mengalkulasi kegilaan orang". Newton memilih melepas saham South Sea-nya dan mendulang cuan 100%, yaitu sebesar 7.000 pound sterling. Namun hanya dalam beberapa bulan kemudian, sang mastro tersebut tergoda dan terhanyut oleh arus deras euforia pasar, Isaac Newton terjun kembali ke dalam pasar ketika harga sudah jauh lebih tinggi. Dan rugi 20.000 pound sterling [atau lebih dari 3 jt dollar dalam konversi nilai uang sekarang]. Sampai akhir hidupnya, ia melarang siapapun untuk menyebut kata "South Sea" di dekatnya [kerapuhan emosi tampak nyata di sini, sahammya yang disalahkan]. Sir Isaac Newton adalah salah satu orang jenius yang pernah hidup di muka bumi, sebagaimana definisi kejeniusan menurut sebagian besar dari kita. Namun dalam pengertian Benjamin Graham, Newton sama sekali tidak mendekati pinter, apalagi jenius sebagai investor. Dengan membiarkan hirukpikuk pasar menunggangi penilaiannya sendiri, ilmuan besar tersebut bertindak layaknya seorang spekulan saham dan sangat oportunitik. Singkatnya, jika kita gagal berinvestasi di pasar saham sampai saat ini, itu bukan karena kita kurang cerdas. Seperti Sir Isaac Newton, itu karena kita belum memiliki bangunan fundamental investasi dan belum mempunyai pemahaman yang baik tentang pasar beserta segala perilakunya. Dan perlu secara serius membangun kecerdasan emosional dan menolak untuk mengikuti level keliaran pasar. Pada akhirnya kita akan disadarkan oleh sebuah kenyataan, bahwa menjadi InvestorPemenang adalah persoalan kecerdasan emosional ketimbang kecerdasan intelektual. Membangun harusnya dari fondasi bukan dari kerangka. Dafpus : Intelligent Investor @sahampemenang
