DR/OSK sdg ngumpulin hari ini. tanda2 kah? mudah2an mestakung deh.

tiens
2011/12/17 cuan_berry <[email protected]>

> **
>
>
> jadi ADMG ini bagus atau enggak bos prospeknya skr? berbelit-belit amat
> wkwkwkwkwkwk
>
>
> --- In [email protected], positif01 <positif01@...> wrote:
> >
> > Menarik juga melhat seliweran obrolan satu dua prospek saham
> non-big-caps.
> > Anehnya, termasuk mereka yang menghadiri 'public expose' ADMG hari ini,
> > tidak ada yang bertanya, apakah benar GJTL akan membatalkan
> > divestasi/pelepasan holding mereka di ADMG, dan sebaliknya menyesuaikan
> > rencana yang di-publish kepada publik untuk 'buy back' GJTL menjadi
> > 'increase' holding di ADMG?
> >
> > Sayang tidak ada yang mengklarifikasi informasi yang sedang beredar
> > tersebut, yang mungkin menjelaskan 'pull-back' ADMG beberapa bulan
> > terakhir. Buy low, and sell high berlaku untuk mereka juga, bukan?
> >
> > '+'
> > 2011/12/15 Tien S <tiens.s40@...>
> >
> > > **
>
> > >
> > >
> > > ADMG / MAPI masuk emiten kimia/ritel, akan mainkah?
> > >
> > > tiens
> > > 2011/12/15 positif01 <positif01@...>
> > >
> > >> **
>
> > >>
> > >>
> > >> Berikut 'sneak preview' (Attachment 1) blog. Salinan teks lengkap ada
> di
> > >> bawah 'sneak preview'.
> > >> Jadwal rilis harian 'regular updates' dan informasi lainnya sebelum
> blog
> > >> 'fully published' akan disertakan pada 'flash update' twitter setelah
> > >> Oktober. 'Flash update tweet' akan lebih awal daripada pemuatan pada
> milis,
> > >> Indikasi waktu rilis 'flash update tweet' sebagai berikut:
> > >> - World Daily Important Notes (08:00 AM BBWI)
> > >> - US/Indo Markets Update (08:30 AM BBWI)
> > >> - Indo Daily Foreign Distribution List (09:00 AM BBWI - rilis ketika
> > >> 'market status' untuk Indonesia yang muncul pada US/Indo Markets
> Update:
> > >> "Confirmed Uptrend")
> > >>
> > >> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
> > >>
> > >> *Attachment 1*: 'sneak preview'
>
> > >>
> > >> [image: US-Indo Daily Markets Update (14des2011).gif]
> > >>
> > >> *US Market*
>
> > >>
> > >> Saham-saham kembali melanjutkan pelemahan yang memasuki hari ketiga
> > >> disertai kenaikan volume perdagangan selama dua hari berturut-turut.
> Indeks
> > >> Nasdaq turun 1,5%, sementara DJIA dan S&P 500 masing-masing turun
> 1,1%.
> > >> Volume perdagangan naik tipis di Nasdaq dan turun tipis di NYSE.
> > >> [image: Picture]<
> http://indosmallcap01.weebly.com/uploads/8/9/4/1/8941024/5177126_orig.gif>
>
>
> > >> DJIA yang telah 'outperform' Nasdaq dan komposit NYSE tahun ini, juga
> > >> tidak terlepas dari tekanan untuk turun. Hanya enam dari 30 saham
> > >> konstituen DJIA yang naik.
> > >>
> > >> Harga kontrak berjangka emas anjlok 5%. Tembaga yang dikenal luas
> sebagai
> > >> indikator penjaga gawang pertumbuhan ekonomi juga ambruk 5%. Euro juga
> > >> melanjutkan pelemahan ke level terendah 11-bulan sebelum stabil dan
> > >> mengakhiri sesi perdagangan dengan -0,4% pada level $1,298.
> > >>
> > >> Namun demikian, pelemahan selama minggu kedua Desember ini yang sudah
> > >> mencapai 3% membawa sejumlah fenomena 'broad market' yang menarik.
> Meski
> > >> sejumlah berita sudah dalam status konfirmasi, bukan lagi antisipasi,
> > >> seperti sejumlah 'downgrading' dan sinyal resesi, pasar saham tampak
> > >> seperti tidak bergairah lagi untuk mencetak penurunan fenomenal dengan
> > >> persentase signifikan 4-5%. S&P 500 mencatat rekor terendah tahun ini
> di
> > >> level 1.099 pada 03 Oktober lalu dengan VIX atau indeks kekhawatiran
> > >> investor berada pada level 45,45 dan Euro spot $1,3176. Bandingkan
> saat ini
> > >> S&P 500 masih pada level 1.211 dengan VIX penutupan Rabu 26.04 yang
> hanya
> > >> naik 2,48% kemarin, dan Euro $1,29.
> > >>
> > >> Pasar tampak mengindikasikan gejala kelelahan jual yang sudah
> > >> terantisipasi sejak Agustus. Minimnya dorongan dan gerakan
> 'downslide' yang
> > >> dalam mendorong sejumlah analis mengeluarkan sinyal 'bottoming' pasar
> > >> global. Pelemahan komoditas dipandang sejalan dengan gambaran
> 'monetary
> > >> easing' yang sudah mulai dilakukan secara masal oleh otoritas moneter
> > >> global.
> > >>
> > >> *Indonesia Market*
>
> > >>
> > >> Saham-saham Indonesia bergerak sejalan dengan mayoritas kawasan Asia
> > >> Tenggara dan kembali melanjutkan pelemahan dengan IHSG ditutup melemah
> > >> 0,31%. Meskipun pelemahan fraksional, volume meningkat dari
> perdagangan
> > >> Selasa.
> > >> ------------------------------
> > >> [image: Picture]<
> http://indosmallcap01.weebly.com/uploads/8/9/4/1/8941024/9832177_orig.gif>
>
>
> > >> Komentar Bank Sentral AS Selasa malam yang mengingatkan tentang
> korelasi
> > >> resiko AS atas kisruh di Eropa telah dijadikan acuan bagi pelaku pasar
> > >> regional untuk mengurangi posisi pada aset beresiko, khususnya ekuitas
> > >> berkapitalisasi besar. Meski IHSG melemah 0,3% dan mencapai level
> terendah
> > >> selama 2-minggu, penjualan bersih asing di pasar reguler kemarin
> hanya Rp16
> > >> miliar, di bawah rata-rata harian transaksi bersih asing di pasar
> reguler.
> > >>
> > >> Pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar seperti ASII -3% yang
> > >> tercatat sebagai saham dengan 'market cap' terbesar, tidak mampu
> mendorong
> > >> IHSG turun signfikan. Kondisi ini yang masih disertai relatif
> rendahnya
> > >> acuan 'yield' ON 10-tahun di level 6,2% mengindikasikan potensi
> proyeksi
> > >> pelaku pasar atas 'bottoming' sentimen negatif global.
> > >>
> > >> Namun demikian, dengan distribusi saham-saham Indonesia memasuki hari
> > >> ketiga disertai dengan 'outlook' short-term global pada minggu kedua,
> > >> status pasar saham Indonesia terhitung penutupan perdagangan 14
> Desember
> > >> kemarin disesuaikan menjadi "Uptrend under Pressure".
> > >>
> > >> Pada perdagangan jelang akhir pekan ini, dinamika positif saham-saham
> > >> Indonesia masih akan ditopang oleh pergerakan positif saham-saham
> > >> berkapitalisasi kecil/menengah. Memanfaatkan kondisi situasional
> pelemahan
> > >> minyak bumi, setidaknya 'short-term' sejumlah emiten 'small-cap'
> industri
> > >> kimia/tekstil dan 'retailer' berpotensi memanfaatkan momentum untuk
> > >> melanjutkan 'uptrend' atau reli keluar dari mid-term 'downtrend'.
> > >>
> > >> Adapun momentum keluarnya Undang-Undang Pengadaan Tanah untuk
> Pembangunan
> > >> sudah disikapi berlebihan di luar proporsi. Penguatan fenomenal emiten
> > >> konstruksi BUMN akan berhadapan dengan fakta riil implementasi
> regulasi
> > >> yang memakan waktu. Sementara itu, kenaikan hingga 25-50% dalam 2 hari
> > >> jelas tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan EPS emiten terkait
> dalam
> > >> hitungan tahunan yang hanya di bawah 10%. Pasar akan bertindak
> > >> 'counter-intuitive' dengan melepas saham-saham terkait 'on news' dan
> > >> mendorong pergerakan harga kembali fenomenal kali ini dengan
> penurunan.
> > >>
> > >> '+'
> > >> --
> > >> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
> > >>
> > >>
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
> >
>
>   
>

Kirim email ke