Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi 
mengungkapkan kegetiran kalangan pengusaha dan industri di Indonesia. Ia 
menuturkan dalam waktu yang hampir bersamaan, kalangan pengusaha harus 
menanggung beban kenaikan tarif listrik, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Bahan 
Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Saya pikir kenapa harus dinaikkan sekaligus, listrik 10%, buruh 30%, mati kita 
melawan barang-barang impor," kata Sofjan dalam acara "Indonesia dan Uni Eropa: 
Kemitraan yang Unik untuk Kesejahteraan" di Financial Club, Graha Niaga, Senin 
(27/2/2012).

Sofjan mengaku pengusaha sudah siap-siap dengan perhitungan terburuk bahwa 
harga BBM akan naik sekitar Rp 1500 atau Rp 6000/liter. Ia memastikan kenaikan 
BBM akan akan menyebabkan harga barang-barang naik sebelum adanya kenaikan BBM. 

"Saya merasa belum 1 April pun harga-harga sudah naik, saya pikir pemerintah 
harus cepat mengambil keputusan apa yang jangka pendek dan jangka panjang. 
Industri angkutan naiknya bisa sampai 35%. Jangan terlalu lama dikaji-kaji 
terus kita butuh kepastian, kalau jadi naik berapa dan kapan. Itu yang paling 
penting buat kita," katanya.

Menurutnya kenaikan harga BBM menjadi Rp 6000/liter secara umum memang masih 
bisa diterima pengusaha skala besar. Justru, yang ia khawatir adalah pelaku 
industri kecil atau UKM yang makin tergencet terkait rencana kenaikan tarif 
listrik. Misalnya ia mengilustrasikan UKM garmen yang banyak memakai mesin 
jahit listrik pasti akan terbebani kenaikan tarif listrik.

"Yang saya nggak setuju itu adalah kenaikan Listrik, disamping PLN sudah untung 
sampai Rp 11,7 triliun. Sebenarnya kalau jalankan 10,000 MW pakai batubara dan 
sebagian pakai gas, nggak ada yang perlu dinaikkan, dan itu yang paling banyak 
digunakan UKM seperti tukang jahit," katanya.

Ia mendesak agar pemerintah harus benar-benar bijaksana jangan hanya menaikan 
tarif listrik maupun BBM, tapi tidak memperhitungkan dengan jelas apa kebutuhan 
dan dampaknya.

"Selama pemerintah uang lebihnya untuk bangun infrastruktur, jangan buat 
naikkin gaji pegawai negari nggak guna buat kita, lebih baik jangan naik kalau 
uangnya buat naikkan gaji pegawai negeri," katanya.
(hen/dru)  


http://finance.detik.com/read/2012/02/27/124938/1852389/1036/sofjan-wanandi-listrik-naik-10-gaji-buruh-30-mati-kita?f9911023 

Kirim email ke