Mentri esdm kaga bisa itung harga energi yg bener Dpr cuma bisa teriak maling, tp malingnya dia sendiri Presidenny suka pimpin paduan suara, tangan ke kiri dan ke kanan Wapres ny kaya patung diem doang
sent from 3® -----Original Message----- From: "kangduren" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Feb 2012 07:35:13 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Dilema Kenaikan Listrik dan Gaji Buruh POLRI bilang : preman banyak krn banyak pengangguran. kalo DPR bilang menteri perdagangan kagak becus banyak barang impor, hehehe...... --- In [email protected], Nico Adhitya <nico.adhitya@...> wrote: > > Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi > mengungkapkan kegetiran kalangan pengusaha dan industri di Indonesia. Ia > menuturkan dalam waktu yang hampir bersamaan, kalangan pengusaha harus > menanggung beban kenaikan tarif listrik, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan > Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. > > "Saya pikir kenapa harus dinaikkan sekaligus, listrik 10%, buruh 30%, mati > kita melawan barang-barang impor," kata Sofjan dalam acara "Indonesia dan Uni > Eropa: Kemitraan yang Unik untuk Kesejahteraan" di Financial Club, Graha > Niaga, Senin (27/2/2012). > > Sofjan mengaku pengusaha sudah siap-siap dengan perhitungan terburuk bahwa > harga BBM akan naik sekitar Rp 1500 atau Rp 6000/liter. Ia memastikan > kenaikan BBM akan akan menyebabkan harga barang-barang naik sebelum adanya > kenaikan BBM. > > "Saya merasa belum 1 April pun harga-harga sudah naik, saya pikir pemerintah > harus cepat mengambil keputusan apa yang jangka pendek dan jangka panjang. > Industri angkutan naiknya bisa sampai 35%. Jangan terlalu lama dikaji-kaji > terus kita butuh kepastian, kalau jadi naik berapa dan kapan. Itu yang paling > penting buat kita," katanya. > > Menurutnya kenaikan harga BBM menjadi Rp 6000/liter secara umum memang masih > bisa diterima pengusaha skala besar. Justru, yang ia khawatir adalah pelaku > industri kecil atau UKM yang makin tergencet terkait rencana kenaikan tarif > listrik. Misalnya ia mengilustrasikan UKM garmen yang banyak memakai mesin > jahit listrik pasti akan terbebani kenaikan tarif listrik. > > "Yang saya nggak setuju itu adalah kenaikan Listrik, disamping PLN sudah > untung sampai Rp 11,7 triliun. Sebenarnya kalau jalankan 10,000 MW pakai > batubara dan sebagian pakai gas, nggak ada yang perlu dinaikkan, dan itu yang > paling banyak digunakan UKM seperti tukang jahit," katanya. > > Ia mendesak agar pemerintah harus benar-benar bijaksana jangan hanya menaikan > tarif listrik maupun BBM, tapi tidak memperhitungkan dengan jelas apa > kebutuhan dan dampaknya. > > "Selama pemerintah uang lebihnya untuk bangun infrastruktur, jangan buat > naikkin gaji pegawai negari nggak guna buat kita, lebih baik jangan naik > kalau uangnya buat naikkan gaji pegawai negeri," katanya. > (hen/dru) > > > http://finance.detik.com/read/2012/02/27/124938/1852389/1036/sofjan-wanandi-listrik-naik-10-gaji-buruh-30-mati-kita?f9911023 >
