Kalau di US, fee trading biasanya flat, misalkan USD4,95 per satu kali trading untuk buy atau untuk sell (tradeking.com) tidak peduli jumlah sahamnya berapa selama harga sahamnya tidak lebih rendah dari USD1 per saham. Jadi, kalau buy and sell, USD9,9 (2x 4,95).
Jadi, kalau kita daytrade dengan modal katakan USD50 ribu, maka per transaksi netting satu hari atau per pasang buy and sell, hanya bayar USD9,9 untuk fee transaksi yg setara dengan 0,0198%. Sekedar perbandingan saja untuk bisa membayangkan. Bila kita transaksi saham AAPL, beli di 543, jual di 544 alias selisih cuan hanya 1 dolar saja (range harga harian di saham AAPL bisa $4 atau bahkan lebih seperti $10) maka sudah cuan 0,184%. Kalau saya pakai angka USD supaya bisa kebayang seberapa besar cuannya: Dengan uang USD50 ribu, maka bisa membeli saham AAPL 92 lembar dan sisa uang kas USD39,05. Lalu bila dijual di harga 544, maka uang totalnya menjadi USD50082,1 alias untung bersih USD82,1 (belum potong pajak penghasilan krn di US, net capital gain dikenakan pajak). Dalam satu tahun kurang lebih ada sekitar 250 hari trading. Katakan saja dalam setahun hanya trading 200 hari saja, sisanya untuk liburan, maka asumsikan saja bisa konstan cuan rata2 per hari trading hanya USD82,1 saja, maka setahun atau 200 hari trading sama dengan cuan USD16420 alias 32,84% dari modal 50 ribu. Itu kalau kita pakai asumsi modalnya hanya USD50 ribu. Kalau modalnya USD100 ribu, maka dengan kondisi yg sama, total keuntungan satu kali trading net spt di atas menjadi USD174,1 (ada selisih sebesar USD9,90 lebih banyak, yaitu dari fee komisi yg flat USD4,95x2). Fee transaksi beli dan jual hanya USD9,90 (USD4,95x2) atau 0,0099%. Sehingga kalau diasumsikan bisa konstan cuan rata2 per hari trading sebesar USD174,1, maka setahun atau 200 hari trading sama dengan cuan USD34820 alias 34,82% dari modal 100 ribu. Terlihat disini, semakin besar modal, maka keuntungan secara persen jadi makin besar akibat dari penghematan biaya transaksi (beli dikit dan beli banyak, fee transaksinya flat hanya USD4,95). Kalau di Indonesia, fee transaksi dihitung dari total nilai transaksi. Untuk beli biasanya dikenakan 0,15% dan untuk jual dikenakan fee transaksi 0,25%. Akibatnya untuk beli dan jual, netting satu hari, dikenakan sekitar 0,4%. Bandingkan dengan dua contoh modal di atas untuk di US yg hanya 0,0198% untuk nilai USD50000, dan hanya 0,0099% untuk modal USD100 ribu. Jadi, fee transaksi di Indonesia untuk netting dengan modal USD50 ribu, maka fee transaksi di Indonesia lebih mahal sekitar 20x dibanding dengan di US. Sementara untuk modal USD100 ribu, maka fee transaksi di Indonesia lebih mahal 40x di banding di US. So, dari perbedaan kondisi fee transaksi seperti ini, maka akan menjadi lebih sulit menjadi scalper di bursa saham Indonesia ketimbang di bursa AS menurut pengamatan saya. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/3/3 caknoval <[email protected]>: > Kalau gitu mending gak usah pake indikator sekalian seperti yang dilakukan > oleh master trading Joseph Dedona (hebat ya. gak pake indikator tapi bisa > jadi master :-)). Dia cuma ambil dikit cuan dari tiap saham tapi rajin > bergerilya. Sehari bisa belasan kali keluar masuk saham. Sore hari semua > barang dia sudah bersih terjual. Dia tidak pernah pegang barang untuk > disimpan meski cuma semalam. Dia bilang bisa tidur nyenyak karena cash sudah > di tangan. Besoknya baru gerilya lagi. > Mau coba begitu, kang Duren? :-D > > > --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@...> wrote: >> >> jd pake trendline aja ya neng? :D >> ane share deh, pake indikator saat skr keknya sulit, timeframe pendek/ >> sedang, whipsaw, dibuat lama, ga sensitif, kecuali udah punya modal bawah >> bisa tenang. >> ada yg coba pake Elliott Wave ga? denger2 ampuh loh, ada rule2 nya termasuk >> rule waktu, liku2nya :D >> >> >> --- In [email protected], katrin <kusumok@> wrote: >> > >> > Kadang-2 terlalu banyak indicator malah bikin pusing....:D >> > Kadang-2 terlalu focus kepada saham malah kelupaan mikirin "bigger picture" >> > Just sharing price channel sectoral... :D >> > >> > >> > >> > [image: Inline image 2] >> > [image: Inline image 3] >> > [image: Inline image 4] >> > [image: Inline image 5] >> > [image: Inline image 6] >> > [image: Inline image 7] >> > [image: Inline image 8] >> > [image: Inline image 9] >> > >> > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
