itu definisi judi menurut anda sendiri ya pak? itu sih pendapat pribadi,
bukan definisi, nggak bisa dikatakan definisi kalo itu cuma pendapat anda
pribadi.

sekedar sharing ya...
kalo menurut saya, di saham itu nggak ada yg rugi pak. mau bukti? misal
saya beli 1 lot saham dgn harga rp 1000 per lembar, uang yg saya gunakan
sebagai modal adalah rp 500 ribu (supaya mudah, belum termasuk fee broker).
selama saham itu nggak saya jual dgn harga di bawah rp 1000, uang modal
saya tetap 500rb. sepakat? yg saya katakan ini benar kan? saya baru
menderita kerugian kalo saham saya, saya jual dengan harga di bawah harga
beli. sepakat?

belinya sesuai dengan kemauan sendiri, dan nggak ada paksaan utk menjual.
sepakat?
nah, kalo harga di pasaran adalah di bawah rp 1000, kan tidak ada yg
memaksa utk jual. ya silahkan saja simpan dulu sahamnya. beda dengan dagang
mangga. kalo dagang mangga, harga turun atau naik pun harus cepat dijual,
karena akan busuk. nah kalo saham, harga turun atau naik ya trserah yg
punya, mau dijual atau tidak. kan nggak ada yg mengharuskan utk menjual...
benar begitu kan? dan saham nggak akan busuk... :))

lalu dimana ruginya? rugi ya KALAU jual di bawah harga beli. siapa yg rugi?
ya yg jual di bawah harga beli itu. ya salah siapa menjual di bawah harga
beli? beli, beli sendiri, jual ya juga jual sendiri, kalau rugi kenapa
saham yg disalahkan? benar tidak?
kenapa bisa bilang merugikan banyak orang?

kalau ada yg mau beli di atas harga 1000 (misal, di harga 1500) dan saya
juga mau jual, terjadilah jual beli, siapa yg rugi? ya nggak ada lah. jual
beli seperti itu juga halal, nggak haram, dimana haramnya coba? nggak ada
unsur tipu-tipu, karena semua juga tau harga pasarannya berapa.

kalo ada perusahaan fiktif yg seperti bpk katakan, yg nyuruh beli sahamnya
itu siapa? kan bisa beli saham yg lq-45, kan bisa beli yg nyata ada
perusahaannya, misal BBCA, BBRI, BBNI, dsb... hahaha... kalo ada yg rugi,
kok yg disalahkan adalah sahamnya? hahaha... itu pemikiran kuno pak.

Kirim email ke