----- Forwarded Message -----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, February 13, 2012 10:27 AM
Subject: Re: [saham] Analisa BBNI (FA singkat)


  
Sekedar saya coba sharingkan sedikit pengetahuan.

PE bukanlah ukuran yg sifatnya apple to apple dalam membandingkan dua 
perusahaan atau lebih, juga bukan ukuran yg bisa melihat suatu perusahaan murah 
atau tidaknya di harga pasar.

Sebagai contoh berikut ini:
Perusahaan A, PER nya 15x.
Perusahaan B, PER nya 15x.

Manakah dari dua perusahaan tersebut yg lebih murah?
Bila hanya data itu yg dimiliki, tentunya kita akan bila keduanya sama.

Tapi kalau datanya ditambah:

Perusahaan A, PER nya 15x, growth nya 10%
Perusahaan B, PER nya 15x, growth nya 20%

Sekarang, manakah dari dua perusahaan tersebut yg lebih murah?
Maka dengan cepat tentunya kita akan pilih B yg lebih murah karena di PER yg 
sama, growth nya lebih tinggi.
Kalau dihitung PEG nya, maka perusahaan A PEG nya adalah 1,5 sementara 
perusahaan B PEG nya 0,75.

Jadi, hanya dengan melihat PEG perusahaan A yg 1,5, dan PEG perusahaan B yg 
0,75, dengan cepat kita bisa membandingkan keduanya bahwa perusahaan B lebih 
murah.
Untuk ukuran saham di AS, bila PEG nya di bawah 1, artinya sangat murah. Kalau 
PEG nya 1-3, netral. Kalau PEG nya di atas 3, mahal.

Jadi, kalau sebuah perusahaan PER nya 30x pun tapi kalau growth nya masih di 
atas 30%, maka saham itu PEG nya masih di bawah 1 sehingga masuk kategori murah.
Tapi kalau perusahaan walau PER nya 5x sekalipun, tapi growth nya minus, maka 
saham tersebut mahal dan harga akan cenderung turun.

Jadi, jangan tertipu dengan data PER yg sebenarnya kurang bermanfaat dalam 
menghitung valuasi. Fokuslah di PEG.  PER hanya digunakan untuk mempercepat 
perhitungan saja krn kebanyakan disini data yg tersedia adalah PER, sementara 
di otak tetap otomatis harus melihat growth dan memperhitungkannya dengan 
cermat. Itu sebabnya, saya suka kasih PER yg berbeda2 untuk suatu perhitungan 
valuasi wajar perusahaan karena saya memeprhitungkan juga perkiraan growth nya 
di tahun2 mendatang. Urusan investasi adalah lebih ke urusan future, bukan 
urusan history atau masa lalu. PER bicara masa lalu, PEG bicara masa mendatang.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2012/2/13 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

Itu target 12 bulan, Pak. Jadi, kalau dilihat targetnya dengan future PE, maka 
hanya 15x :)
>Selain itu kesalahan kita disini suka terlalu fokus di PE, padahal dalam 
>investasi itu yg lebih dipentingkan adalah PEG, bukan PE. Kalau PE 10x tapi 
>growth rata2 5 tahun ke depan hanya 10%, dan saham lain dengan PE20x tapi 
>dengan growth rata2 5 tahun ke depan adalah 30%, maka saham yg kedua yg PE nya 
>20x itulah yg lebih murah ketimbang yg PE nya 10x.
>
>Investor asing lebih suka pakai PEG karena soal investasi kita bicara soal 
>future, bukan soal yg telah lewat/lalu. :) 
>
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>2012/2/13 PH <[email protected]>
>
>
>>
>>Numpang tanya average PE untuk sektor Banking berapa yah? 
>>
>>Kapan terakhir kali Banking ada di PE 20x+? 
>>
>>Thanks :) 
>>
>>
>>Sent from my BlackBerry®
>>From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
>>Sender: [email protected] 
>>Date: Mon, 13 Feb 2012 09:23:27 +0700
>>To: <[email protected]>
>>ReplyTo: [email protected] 
>>Subject: [saham] Analisa BBNI (FA singkat)
>>
>>  
>>Laba BBNI tahun 2007, 0,898T.
>>Laba BBNI tahun 2011, 5,39T.
>>Pertumbuhan rata2 selama 4 tahun sebesar 56,5% per tahun.
>>
>>Penutupan harga Jumat, 10 Pebruari 2011, 3450.
>>PER = 11,81x (2011)
>>
>>Valuasi wajar BBNI di 5800 (potensi cuan 68%) di PER 20x.
>>
>>Asumsi growth BBNI rata2 5 tahun ke depan adalah 30%, maka di harga
>>sekarang 3450 PEG nya hanya 0,39. Di harga 5800 PEG nya 0,67.
>>Hanya FM yg ngga paham soal keuangan dan investasi saja yang ngga akan
>>beli BBNI.
>>
>>Asumsi laba di tahun 2012 bertumbuh 30%, maka laba 2012 menjadi 7T.
>>Harga 3450 setara dengan PER 9x (2012)
>>Harga 5800 setara dengan PER 15,3x (2012).
>>
>>STRONG BUY BBNI di 3450 untuk investasi (minimal 1 tahun, ideal
>>minimal 3 tahun, atau hold terus sampai lapkeunya menunjukkan
>>penurunan laba dan harganya sudah overvalue).
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>>
>

Kirim email ke