Judul bukunya apa tu bang yg 125 ribu? sent from 3®
-----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 23:45:02 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Membaca Buku (saham) Saya sering di waktu senggang suka membuka2 kembali buku2 saham baik edisi cetak maupun edisi digital. Untuk edisi cetak, 2-3 tahun belakangan ini saya suka membeli di gramedia. Saya lihat banyak buku saham yg terpampang di gramedia. Beberapa diantaranya saya beli, karena saya senang mengoleksi buku2 saham. Walaupun isinya bila saya lihat secara sekilas sewaktu di toko buku, sebagian besar saya sudah tahu dan paham, tapi tetap saja saya beli. Setidaknya untuk koleksi. Apalagi kalau yg menulis buku itu adalah teman saya, maka saya buru2 membelinya sebagai bentuk apresiasi saya terhadap teman saya tersebut. :) Bagi saya, tidak ada ruginya mengeluarkan duit 50-100 ribu untuk sebuah buku. Dan seringnya, walau sudah saya paham apa yang dibahas, tetap saja ketika membaca buku tersebut, ada saja hal2 baru atau inspirasi2 baru yang muncul. Kira2 sama seperti nonton film yang sudah kita pernah saya tonton sebelumnya. Saya sering mendapat keasikan2 baru atau hal2 yg sebelumnya terlewat oleh saya ketika menonton sebelumnya. Itu sebabnya, saya tidak pernah bosan menonton film2 bagus yang sudah pernah saya tonton ketika disiarkan tv cable. Saya suka menonton kembali, dan saya sering mendapatkan hal2 baru, inspirasi2 baru yg tidak saya dapat dari waktu menonton sebelumnya. Hari ini saya kebetulan ke gramedia PI, dan saya direkomendasikan oleh adik ipar saya, satu buku bagus menurut dia yg sampai membuat buku tersebut layak ditaruh di wc. Harga bukunya 125 ribu, dan ditulis dalam bahasa Indonesia terjemahan dari buku asing. Dia cerita, saat ini hanya ada dua buku saham yg dia taruh di wc. Agar tidak salah persepsi, bagi dia yg suka membaca buku saat di wc, hanyalah buku2 yg menurut dia bagus yg layak di taruh di wc untuk dia baca saat ada di wc. Jadi, kalau sampai buku tersebut dia taruh di wc, artinya buku tersebut adalah buku bagus menurut dia. Berbeda dengan adik ipar saya, bagi saya wc adalah tempat yg paling strategis untuk berpikir dan mencari inspirasi. Sementara tempat tidur adalah lokasi paling strategis untuk membaca buku. Itu sebabnya, saya menaruh buku2 yg sedang dan akan saya baca di samping tempat tidur saya, termasuk ipad yg sudah saya isi buku2 elektronik (jumlahnya ratusan buku saham elektronik). Kembali ke soal membaca buku. Hal yang ingin saya sharingkan sebenarnya bukanlah soal wc, tapi lebih ke soal ketika kita membeli sebuah buku, jangan terlalu memikirkan apakah buku itu akan bermanfaat atau tidak untuk kita, jangan berpikir buku itu bagus atau tidak isinya. Kita tidak pernah akan tahu isinya bagus atau tidak sebelum kita membaca. Bagi saya, sejelek2nya suatu buku ditulis, saya masih yakin tetap saja ada manfaat yg bisa kita dapat walau sedikit. Dan saya yakini manfaat yg kecil tersebut, nilainya bisa melebihi harga buku yg sekitar 50-100 ribu tersebut. Kalaupun seapes2nya saya tidak mendapatkan manfaat apapun dari membeli dan membaca suatu buku, maka kerugian saya hanyalah 50-100 ribu saja, jauh lebih kecil dari kerugian di saham dalam satu trading. :) Semoga bisa menjadi inspirasi bagi para sahabat disini untuk rajin2 membaca buku, kali2 saja bisa dapat banyak inspirasi seperti yg saya alami. Dan sekarang saya mau melahap dulu buku yang saya beli hari ini, dan semoga bisa habis saya baca dalam waktu singkat. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
