Nipu bgt yah... Ikut seminarnya gratis? :p Hehe
Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 18:15:01 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Membaca Buku (saham) Saya jg pernah membeli buku tentang membeli property tanpa uang. Ujung2nya kita disuruh ikut seminarnya dia. Nyesel banget uda beli dengan harga 100anRibu. Mending beli buku tentang saham, lebih berguna bagi gue. Kl menurut gue mereka tuh bisa membeli Property tanpa uang, because mereka dapet duitnya dari seminar + jualan buku. Mestinya judul bukunya : "MEMBELI PROPERTY DARI HASIL SEMINAR dan JUAL BUKU" Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Victor Tan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 10:42:41 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Membaca Buku (saham) hahahahahahhahhahhahahhahahahahahahah beli properti tanpa uang yang bener aja mikir dong mikir teman!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalau dia bisa kaya dengan beli properti tanpa uang NGAPAIN DIA NULIS BUKU HAHAHAHAHHAHAHAHAHAAHHHHAAHAHAHHAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHHAHA ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 12, 2012 12:02 AM Subject: Re: [saham] Membaca Buku (saham) Saya beli buku beli properti tanpa uang seharga segitu... Tertarik untuk mengetahui konsep apa yang ada didalam buku, setelah 3 Jam membaca buku itu, saya menyesal krn tak menemukan konsep yang diharapkan.. Hehe setidaknya rasa penasarannya terbayar yi, jgn terlalu muluk2 beli properti tanpa uang kekek Ada yang mau sharing2? Sent from my BlackBerry® hasil cuan ________________________________ From: "adi noe" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 16:52:49 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Membaca Buku (saham) Judul bukunya apa tu bang yg 125 ribu? sent from 3® ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Mar 2012 23:45:02 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Membaca Buku (saham) Saya sering di waktu senggang suka membuka2 kembali buku2 saham baik edisi cetak maupun edisi digital. Untuk edisi cetak, 2-3 tahun belakangan ini saya suka membeli di gramedia. Saya lihat banyak buku saham yg terpampang di gramedia. Beberapa diantaranya saya beli, karena saya senang mengoleksi buku2 saham. Walaupun isinya bila saya lihat secara sekilas sewaktu di toko buku, sebagian besar saya sudah tahu dan paham, tapi tetap saja saya beli. Setidaknya untuk koleksi. Apalagi kalau yg menulis buku itu adalah teman saya, maka saya buru2 membelinya sebagai bentuk apresiasi saya terhadap teman saya tersebut. :) Bagi saya, tidak ada ruginya mengeluarkan duit 50-100 ribu untuk sebuah buku. Dan seringnya, walau sudah saya paham apa yang dibahas, tetap saja ketika membaca buku tersebut, ada saja hal2 baru atau inspirasi2 baru yang muncul. Kira2 sama seperti nonton film yang sudah kita pernah saya tonton sebelumnya. Saya sering mendapat keasikan2 baru atau hal2 yg sebelumnya terlewat oleh saya ketika menonton sebelumnya. Itu sebabnya, saya tidak pernah bosan menonton film2 bagus yang sudah pernah saya tonton ketika disiarkan tv cable. Saya suka menonton kembali, dan saya sering mendapatkan hal2 baru, inspirasi2 baru yg tidak saya dapat dari waktu menonton sebelumnya. Hari ini saya kebetulan ke gramedia PI, dan saya direkomendasikan oleh adik ipar saya, satu buku bagus menurut dia yg sampai membuat buku tersebut layak ditaruh di wc. Harga bukunya 125 ribu, dan ditulis dalam bahasa Indonesia terjemahan dari buku asing. Dia cerita, saat ini hanya ada dua buku saham yg dia taruh di wc. Agar tidak salah persepsi, bagi dia yg suka membaca buku saat di wc, hanyalah buku2 yg menurut dia bagus yg layak di taruh di wc untuk dia baca saat ada di wc. Jadi, kalau sampai buku tersebut dia taruh di wc, artinya buku tersebut adalah buku bagus menurut dia. Berbeda dengan adik ipar saya, bagi saya wc adalah tempat yg paling strategis untuk berpikir dan mencari inspirasi. Sementara tempat tidur adalah lokasi paling strategis untuk membaca buku. Itu sebabnya, saya menaruh buku2 yg sedang dan akan saya baca di samping tempat tidur saya, termasuk ipad yg sudah saya isi buku2 elektronik (jumlahnya ratusan buku saham elektronik). Kembali ke soal membaca buku. Hal yang ingin saya sharingkan sebenarnya bukanlah soal wc, tapi lebih ke soal ketika kita membeli sebuah buku, jangan terlalu memikirkan apakah buku itu akan bermanfaat atau tidak untuk kita, jangan berpikir buku itu bagus atau tidak isinya. Kita tidak pernah akan tahu isinya bagus atau tidak sebelum kita membaca. Bagi saya, sejelek2nya suatu buku ditulis, saya masih yakin tetap saja ada manfaat yg bisa kita dapat walau sedikit. Dan saya yakini manfaat yg kecil tersebut, nilainya bisa melebihi harga buku yg sekitar 50-100 ribu tersebut. Kalaupun seapes2nya saya tidak mendapatkan manfaat apapun dari membeli dan membaca suatu buku, maka kerugian saya hanyalah 50-100 ribu saja, jauh lebih kecil dari kerugian di saham dalam satu trading. :) Semoga bisa menjadi inspirasi bagi para sahabat disini untuk rajin2 membaca buku, kali2 saja bisa dapat banyak inspirasi seperti yg saya alami. Dan sekarang saya mau melahap dulu buku yang saya beli hari ini, dan semoga bisa habis saya baca dalam waktu singkat. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
