betul kangduren, DP besar cicilan otomatis mengecil, cuma masalahnya buat
kebanyakan orang justru masalah beli rumah biasanya kepentok di DP yang
besar sehingga akhirnya jadi ga kebeli. kalau sudah seperti itu, IMHO,
developer akan makin susah jualan kecuali mereka perpuanjaaaaannnnng
cicilan untuk bayar DP :P. Dulu tahun 2004 rasanya DP dicicil 12x saja
sudah besar (inget penawaran apartemen di kemayoran) tapi sekarang bahkan
ada yang sampai puluhan kali sedangkan rumah atau apartemennya baru jadi
sekian tahun kemudian. nah penurunan pembelian itu imbasnya ke saham
properti berapa lama ya? AFAIK, cuma ANZ yang berani mematok bunga floating
rate mereka JIBOR + 5%, itu jadi sekitar 10%. Kalau DP besar dan pada ga
sanggup beli, apakah berarti harga rumah akan turun? Kalau harga rumah
turun, apakah saham property juga akan turun atau malah naik karena orang
jadi pada beli property? Akibatnya panjang :D

2012/3/20 kangduren <[email protected]>

> **
>
>
> jelas pengaruh pak Harry, bisa terjadi penurunan/ penundaan, tp menurut
> saya sifatnya sementara.
> Rumah keperluan utama tentunya ada prioritas, DP besar tapi cicilan kan jd
> mengecil.
>

Kirim email ke