hrs lihat lebih detil, soalnya saya juga ga bergaul banget2 di property, masing2 emiten ada karakteristik sendiri2, spt KIJA utk industri (keliatannya tidak begitu berdampak), selebihnya karekateristik ritel dibagi2 lagi ASRI menengah atas, ga masalah urusan2 DP, dst. nya.
secara grs besar saya liat 'konsumsi' property besar dan melonjak lebih banyak sbg alat/ instrumen investasi (hedging) krn faktor inflasi, kalo dr info2 yg beli banyakan utk invest, ada yg bayar cash bener2 bawa duitnya miliaran. Jadi menurut saya wait n see masalah DP ini, krn mungkin saja selama ini demand lebih banyak spekulasi/ hedging. --- In [email protected], Harry <h4rry.seti4wan@...> wrote: > > betul kangduren, DP besar cicilan otomatis mengecil, cuma masalahnya buat > kebanyakan orang justru masalah beli rumah biasanya kepentok di DP yang > besar sehingga akhirnya jadi ga kebeli. kalau sudah seperti itu, IMHO, > developer akan makin susah jualan kecuali mereka perpuanjaaaaannnnng > cicilan untuk bayar DP :P. Dulu tahun 2004 rasanya DP dicicil 12x saja > sudah besar (inget penawaran apartemen di kemayoran) tapi sekarang bahkan > ada yang sampai puluhan kali sedangkan rumah atau apartemennya baru jadi > sekian tahun kemudian. nah penurunan pembelian itu imbasnya ke saham > properti berapa lama ya? AFAIK, cuma ANZ yang berani mematok bunga floating > rate mereka JIBOR + 5%, itu jadi sekitar 10%. Kalau DP besar dan pada ga > sanggup beli, apakah berarti harga rumah akan turun? Kalau harga rumah > turun, apakah saham property juga akan turun atau malah naik karena orang > jadi pada beli property? Akibatnya panjang :D > > 2012/3/20 kangduren kangduren@... > > > ** > > > > > > jelas pengaruh pak Harry, bisa terjadi penurunan/ penundaan, tp menurut > > saya sifatnya sementara. > > Rumah keperluan utama tentunya ada prioritas, DP besar tapi cicilan kan jd > > mengecil. > > >
