Hitungannya sebenanrnya tidak ada masalah. Harga dipasaran utk jenis premium ini sudah tidak diperdagangkan dipasar internasional. Premium adalah oktan 87 sedangkan yg umum dipasaran oktan lebih dr 89. Harga dipasaran berkisar 5500/liter.
Hitung2annya pemerintah itu sudah benar... Coba telusuri ketika bbm naik...trus diturunkan kembali. Permasalahannya adalah PENYELUNDUPAN. Penggunaan BBM (premium) naik hampir 3X lipat dari tahun 2009. Dan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan mobil dan motor. Dr sini ada kebocoran yang tidak wajar....jika pemerintah tdk bisa menghentikan penyelundupan dan penggunaan subsidi secara wajar. Maka dengan terpaksa saya mendukung " kenaikan BBM (premium oktan 87). Note: ada 2 negara lain yg menggunakan bbm oktan 87 Regards -----Original Message----- From: Franciscus B Sinartio <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 25 Mar 2012 15:53:03 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Pak Frans, hitungan2 ini tidak benar. coba lihat tanggapan pak Arjuna. terutama bahwa minyak yang sekian ratus ribu barrel itu bukan milik Pertamina. dan juga tambahan, kita itu bukan pengeksport minyak lagi, tetapi pengimpor minyak secara nett. maksudnya import kita lebih besar daripada export kita. mudah2an kalau ada berita semacam ini perlu di cek dulu dengan yang tahu permasalahan, dan jangan percaya begitu saja fbs ________________________________ From: frans suwardi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, March 26, 2012 1:04 AM Subject: Re: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Dari dulu2 saya merasa ada sesuatu yang selalu disembunyikan oleh pemerintah dibalik hitungan2 subsidi minyak ini. Mudah2an dengan meleknya rakyat akan hitungan2 ini dugaan saya akan terkuak. Terima kasih bung Gito telah memforwardkan. --- On Sun, 3/25/12, Gito Sibarani <[email protected]> wrote: >From: Gito Sibarani <[email protected]> >Subject: [saham] Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung >To: [email protected] >Date: Sunday, March 25, 2012, 11:05 AM > > > >Best Regards, >gS >Powered by Telkomsel BlackBerry® >________________________________ > >From: Koko Tobing <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 +0800 (SGT) >To: [email protected]<[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > > >Apakah ada tanggapannya saudara/??? > > >Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung >Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol. >Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol. >Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para >ekonom yang tidak bermahzab neolib! > * Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter > * Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel > * Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel >= (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter > * Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter >= 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun > * Lifting = 930.000 barel per hari, >atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun > * Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun > * Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun, >atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun > * Pertamina memperoleh dari Konsumen : >= Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,- >= Rp. 283,5 Trilyun > * Pertamina membeli dari Pemerintah >= 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- >= Rp. 224,546 Trilyun > * Kekurangan yang harus di IMPOR >= Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta >barel >= 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- >= Rp. 149,887 Trilyun >KESIMPULAN: > 1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun. > 2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun > 3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun > 4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,- >= Rp. 35,658 Trilyun > 5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun > 6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI” > 7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia >= Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun >= Rp. 126,591 trilyun > 8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat. > 9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi) >= Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun >= Rp. 97,955 Trilyun >Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang >keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. >Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun >kekuasaannya? >JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG! > > >Jakarta 16 Maret 2012 >Salam Juang > > > >Rieke Diah Pitaloka >
