Ipotnews—Perusahaan tambang batubara Bumi Plc sepertinya berambisi menjadi produsen sekaligus pemilik cadangan batubara raksasa, memiliki koneksi politik yang solid di Indonesia serta menjadi emiten yang kredibel di London Stock Exchange.
Tetapi untuk kedua kalinya dalam 6 bulan terakhir, harga saham perusahaan yang jatuh telah memicu pelanggaran terhadap pembatasan rasio utang Keluarga Bakrie sebagai pemegang saham penting. Saat ini utang perusahaan mencapai $437 miliar dengan janji jaminan 23,8 persen saham milik Keluarga Bakrie sebagai jaminan. Sementara itu saham tersebut sudah jatuh 43 persen di tahun 2012 ini. Salah satu anggota Keluarga Bakrie, Aburizal Bakrie melirik peluang untuk menjadi peserta pemilihan presiden Indonesia pada 2014 mendatang. Keluarga Bakrie tidak bisa lagi menyembunyikan strategi dalam mendongkrak bisnis mereka dengan dukungan utang yang dijamin dengan saham. Keluarga kaya di Indonesia ini diberi waktu sampai Jumat pekan ini untuk menghindari diri dari kemungkinan default utang. "Saat harga saham-saham (Bakrie) jatuh atau runtuh, mereka dalam masalah dan ini terjadi," ujar Fadlul Imansyah, Equity Manager CIMB Principal Asset Management dengan dana kelolaan investasi mencapai $163 juta seperti dilansir Reuter. Fadlul menyatakan pihaknya sudah mengurangi saham-saham yang berhubungan dengan perusahaan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk ( [BUMI 2,025 -25 (-1,2%)]). "Saya tak meragukan Bakrie akhirnya akan membayar kewajiban seperti sebelum-sebelumnya," kata Fadlul. Bakrie telah keluar dari masalah utang masa lalu yang kadang-kadang dengan kesabaran bank dan para investor termasuk Credit Suisse serta London Financier Nate Rothschild . Nate note bene pendiri Bumi Plc juga membentuk kemitraan dengan Keluarga Bakrie. Seperti halnya banyak konglomerat Indonesia, Bakrie termasuk yang mengalami default utang luar negeri selama krisis utang Asia tahun 1997-1998. Adalah Credit Suisse sang penolong kebangkitan kembali grup Bakrie yang memiliki kepentingan besar dan kuat dalam bisnis batubara setelah krisis finansial tersebut. Adalah Credit Suisse pula yang telah mengirimkan surat catatan pelanggaran pembatasan rasio utang, demikian kata sumber Reuters yang tahu masalah tersebut. Sumber itu mengatakan bahwa surat peringatan itu meminta Bakrie Group menambah lagi jaminan utang yang dibutuhkan setara cash sebesar $100 miliar kepada kreditor. Kegagalan memenuhi tenggat waktu penambahan jaminan sampai 27 April merupakan default sehingga kreditor berhak meminta prepayment dari total utang senilai $437 juta. Bumi PLC has declined to comment. A director at the Bakrie & Brothers, which took a portion of the $437 million loan that does not require a top-up, has said. "We are not in any default situation with our loan at the moment." Bumi Plc menolak untuk menjelaskan hal itu. Kata seorang petinggi Bakrie and Brothers yang merupakan salah satu pengutan menyatakan utang sebesar $437 juta tidak membutuhkan tambahan jaminan. Ia menambahkan perusahaan juga tidak dalam situasi default dengan utang tersebut pada saat ini. Salah satu kreditor yang terlibat dalam negosiasi menyatakan kepada Reuters bahwa kreditor sepertinya akan memberikan kesempatan lagi kepada Bakrie dengan tambahan funding tetapi dengan sebuah pertanyaan sampai berapa lama para kreditor akan menunggu. Oktober tahun lalu Bakrie terhindari dari default utang sebesar $1,34 miliar karena saham Bumi Plc yang dijadikan collateral jatuh 28% dalam 4 pekan sebelum akhirnya menemukan solusi pada menit-menit akhir dengan menjual setengah dari saham miliknya kepada seorang investor asal Indonesia, Samin Tan. Pada sisi lain, harga saham Bumi juga terimbas konflik antara Rothschild dan Keluarga Bakrie. Pada RUPS Maret lalu. Samin Tan diangkat menjadi Co Chairman Bumi yang ditempati Rotschild yang masih tercatat namanya di jajaran direksi. Rothschild adalah pendiri Vallar dan mendirikan Bumi Plc sebuah perusahaan yang listing di bursa London . Bumi Plc bertujuan mengakuisisi saham-saham perusahaan resources di emerging market dan mencoba untuk mengembangkan perusahaan tersebut dengan fokus pada prinsip corporate governance. "Kami berharap Rothschilds bersuara dan konsisten mendukung penerapan corporate governance Bumi sehingga akan berdampak pada kenaikan harga saham, tetapi sejak dia dilengserkan dari posisi Co Chairman hal itu tidak terjadi," kata Frederick Tanggela, analis PT Bahana Securities. Pada 8 November Rothschild menulis surat kepada Presiden Bumi Plc Ari Hudaya mengatakan Bumi Resources membutuhkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Surat ini bocor kepada media sehingga perusahaan tersebut mendapat sorota tajam. Mengacu kepada pengumuman Bumi Resources bahwa telah merefinancing utang sebesar $600 juta dari China Investment Corp. Refinancing utang itu, tulis Rothschild adalah lawan dari pembayaran utang meski holding peursahaan memiliki investasi $867 juta dan aset-aset lainnya dalam pembukuan tetapi tidak berhubungan dengan bisnis batubara dan mineral. Sumber: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=_Saham_Saham_Bakrie_Group_Mulai_Minus_Dimata_Fund_Manager_&level2=newsandopinion&id=1258374&img=level1_topnews_2&urlImage= ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
