Wah ini pemicu rontoknya BG7. Kasus2 yang masih menggantung tanpa penyelesaian 
dan membuat banyak orang sengsara : Lapindo, Bakrie Life dan potential default 
Bumi, akankah para jagoan financial engineering di Group ini masih mampu 
membendungnya?, kita lihat sajalah bagaimana perkembangannya.



________________________________
 From: mang engkos <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Thursday, April 26, 2012 1:47 PM
Subject: Bls: [saham] Saham-Saham Bakrie Group Mulai Minus Dimata Fund Manager
 

  
wah... wah...
 
http://www.mang_Engkos.com



________________________________
 Dari: viniklidris <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 26 April 2012 11:29
Judul: [saham] Saham-Saham Bakrie Group Mulai Minus Dimata Fund Manager
 

  
Ipotnews—Perusahaan tambang batubara Bumi Plc sepertinya berambisi menjadi 
produsen sekaligus pemilik cadangan batubara raksasa, memiliki koneksi politik 
yang solid di Indonesia serta menjadi emiten yang kredibel di London Stock 
Exchange.

Tetapi untuk kedua kalinya dalam 6 bulan terakhir, harga saham perusahaan yang 
jatuh telah memicu pelanggaran terhadap pembatasan rasio utang Keluarga Bakrie 
sebagai pemegang saham penting. 

Saat ini utang perusahaan mencapai $437 miliar dengan janji jaminan 23,8 persen 
saham milik Keluarga Bakrie sebagai jaminan. Sementara itu saham tersebut sudah 
jatuh 43 persen di tahun 2012 ini.

Salah satu anggota Keluarga Bakrie, Aburizal Bakrie melirik peluang untuk 
menjadi peserta pemilihan presiden Indonesia pada 2014 mendatang.  Keluarga 
Bakrie tidak bisa lagi menyembunyikan strategi dalam mendongkrak bisnis mereka 
dengan dukungan utang yang dijamin dengan saham. Keluarga kaya di Indonesia ini 
diberi waktu sampai Jumat pekan ini untuk menghindari diri dari kemungkinan 
default utang.

"Saat harga saham-saham (Bakrie) jatuh atau runtuh, mereka dalam masalah dan 
ini terjadi," ujar Fadlul Imansyah, Equity Manager CIMB Principal Asset 
Management dengan dana kelolaan investasi mencapai $163 juta seperti dilansir 
Reuter. Fadlul menyatakan pihaknya sudah mengurangi saham-saham yang 
berhubungan dengan perusahaan Bakrie, PT Bumi Resources Tbk ( [BUMI 2,025 -25 
(-1,2%)]). 

"Saya tak meragukan Bakrie akhirnya akan membayar kewajiban seperti 
sebelum-sebelumnya," kata Fadlul.

Bakrie telah keluar dari masalah utang masa lalu yang kadang-kadang dengan 
kesabaran bank dan para investor termasuk Credit Suisse serta London Financier 
Nate Rothschild . Nate note bene pendiri Bumi Plc juga membentuk kemitraan 
dengan Keluarga Bakrie.

Seperti halnya banyak konglomerat Indonesia, Bakrie termasuk yang mengalami 
default utang luar negeri selama krisis utang Asia tahun 1997-1998. Adalah 
Credit Suisse sang penolong kebangkitan kembali grup Bakrie yang memiliki 
kepentingan besar dan kuat dalam bisnis batubara setelah krisis finansial 
tersebut. Adalah Credit Suisse pula yang telah mengirimkan surat catatan 
pelanggaran pembatasan rasio utang, demikian kata sumber Reuters yang tahu 
masalah tersebut.

Sumber itu mengatakan bahwa surat peringatan itu meminta Bakrie Group menambah 
lagi jaminan utang yang dibutuhkan setara cash sebesar $100 miliar kepada 
kreditor. Kegagalan memenuhi tenggat waktu penambahan jaminan sampai 27 April 
merupakan default sehingga kreditor berhak meminta prepayment dari total utang 
senilai $437 juta.

Bumi PLC has declined to comment. A director at the Bakrie & Brothers, which 
took a portion of the $437 million loan that does not require a top-up, has 
said. "We are not in any default situation with our loan at the moment."

Bumi Plc menolak untuk menjelaskan hal itu. Kata seorang petinggi Bakrie and 
Brothers yang merupakan salah satu pengutan menyatakan  utang sebesar $437 juta 
tidak membutuhkan tambahan jaminan. Ia menambahkan perusahaan juga tidak dalam 
situasi default dengan utang tersebut pada saat ini. 

Salah satu kreditor yang terlibat dalam negosiasi menyatakan kepada Reuters 
bahwa kreditor sepertinya akan memberikan kesempatan lagi kepada Bakrie dengan 
tambahan funding tetapi dengan sebuah pertanyaan sampai berapa lama para 
kreditor akan menunggu.

Oktober tahun lalu Bakrie terhindari dari default utang sebesar $1,34 miliar 
karena saham Bumi Plc yang dijadikan collateral jatuh 28% dalam 4 pekan sebelum 
akhirnya menemukan solusi pada menit-menit akhir dengan menjual setengah dari 
saham miliknya kepada seorang investor asal Indonesia, Samin Tan.

Pada sisi lain, harga saham Bumi juga terimbas konflik antara Rothschild dan 
Keluarga Bakrie. Pada RUPS Maret lalu. Samin Tan diangkat menjadi Co Chairman 
Bumi yang ditempati Rotschild yang masih tercatat namanya di jajaran direksi.

Rothschild adalah pendiri Vallar dan mendirikan Bumi Plc sebuah perusahaan yang 
listing di bursa London . Bumi Plc bertujuan mengakuisisi saham-saham 
perusahaan resources di emerging market dan mencoba untuk mengembangkan 
perusahaan tersebut dengan fokus pada prinsip corporate governance.

"Kami berharap Rothschilds bersuara dan konsisten mendukung penerapan corporate 
governance Bumi sehingga akan berdampak pada kenaikan harga saham, tetapi sejak 
dia dilengserkan dari posisi Co Chairman hal itu tidak terjadi," kata Frederick 
Tanggela, analis PT Bahana Securities.

Pada 8 November Rothschild menulis surat kepada Presiden Bumi Plc Ari Hudaya 
mengatakan Bumi Resources membutuhkan penerapan tata kelola perusahaan yang 
baik. Surat ini bocor kepada media sehingga perusahaan tersebut mendapat sorota 
tajam.

Mengacu kepada pengumuman Bumi Resources bahwa telah merefinancing utang 
sebesar $600 juta dari China Investment Corp. Refinancing utang itu, tulis 
Rothschild adalah lawan dari pembayaran utang meski holding peursahaan memiliki 
investasi $867 juta dan aset-aset lainnya dalam pembukuan tetapi tidak 
berhubungan dengan bisnis batubara dan mineral.

Sumber: 
http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=_Saham_Saham_Bakrie_Group_Mulai_Minus_Dimata_Fund_Manager_&level2=newsandopinion&id=1258374&img=level1_topnews_2&urlImage=




 

Kirim email ke