Ipotnews--Untuk meredam gejolak inflasi jangka pendek, Bank Indonesia (BI) akan 
memperkuat operasi moneter. Salah satunya dengan mengkaji kenaikan Giro Wajib 
Minimum (GWM) bank yang ditetapkan saat ini sebesar 8 persen dari bank tersebut.

Ekonom Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra berpendapat, kebijakan Bank Indonesia 
untuk menaikkan GWM seharusnya ditujukan untuk bank-bank yang memiliki 
likuiditas lebih karena hal tersebut bisa berpotensi terhadap pertumbuhan loan 
yang menyebabkan kinerja perusahaan menurun.

Namun, untuk bentuknya seperti apa, dirinya masih belum tau karena hal tersebut 
masih isu dan masih dalam tahap diskusi. "BI belum tentu menaikkan GWM. Itu kan 
masih isu, masih didiskusikan," katanya saat dihubungi Ipotnews.com, Kamis 
(27/4).

Dia mengatakan, jika nantinya diberlakukan, maka transmisinya seperti DPK yang 
tadinya bisa ditukar di perbankan langsung, maka nantinya harus melalui sentral 
terlebih dulu. "Itu yang menyebabkan likuiditas kecil sehingga harganya mahal 
dan margin juga akan tergerus," kata dia. Untuk bank apa saja yang kemungkinan 
akan terimbas soal kenaikan GWM, Aldian enggan menyebutkan nama-nama bank 
tersebut.

Menurutnya, jika BBM jadi dinaikkan hingga 30 persen, itu bisa menyebabkan 
inflasi terkerek ke angka 7 persen dan bisa membuat kebijakan BI terkait GWM 
diberlakukan.

Sementara itu, Analis Indosurya Securities Reza Priyambada berpendapat, besaran 
GWM primer saat ini untuk rupiah dan valuta asing masing-masing sebesar 8 
persen. Dengan demikian, bank memiliki simpanan giro di BI yang besarnya 8 
persen untuk dana pihak ketiga rupiah dan 8 persen untuk dana pihak ketiga 
valas.

Kata Reza, biasanya GWM itu dilakukan untuk mengurangi kelebihan likuiditas 
yang bisa mempengaruhi inflasi. Menurut Reza, jika GWM dinaikkan, maka 
diasumsikan bank diharuskan menambah sekian persen dari DPK untuk ditempatkan 
di giro BI. Itu artinya, kata dia, setoran bank akan semakin besar.

"Padahal bank ingin menyalurkan lebih banyak kredit untuk menopang pertumbuhan. 
Nah, untuk bank mana aja yang kelebihan likuiditas, saya belum bisa cek," kata 
Reza.

Reza juga menyebutkan, jika menaikkan GWM itu diberlakukan, maka tidak menutup 
kemungkinan saham bank akan drop. ‎​"Kalau GWM jadi dinaikkan bisa 
buat saham bank ngedrop," katanya.
(Dewi)

Sumber: 
http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Saham_Sektor_Perbankan_Diprediksi_Kena_Libas_Gosip_GWM_&level2=newsandopinion&id=1261201&img=level1_topnews_4&urlImage=



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke