Wah bagus tuh sharenya...thanks.. Best Regards, ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™
-----Original Message----- From: "fabiantowangsamulya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 27 Apr 2012 11:07:47 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Fundamental Bagus? Nah kangduren malah udah bahas fundamental vs harga, kejauhan atuh kang, belum maksudnya sampai ke sana :) Tapi ya kalau gak bahas harga gak menarik ya? :D Intinya sih saya cuma mau nanya gini... sering ada yang nulis saham ini atau itu fundamentalnya bagus, nah yang namanya fundamental bagus tuh gimana? Nah sekarang apakah saham yang fundamentalnya bagus selalu harganya naik? Hmm.. menurut saya sih gak juga ya, contohnya yang ditulis oleh kangduren, kinerja KIJA bisa dibilang lebih bagus daripada MDLN dan DILD, kenapa KIJA malah mandeg. Ada juga saham kayak PNLF yang kinerjanya juga bagus tapi di situ2 aja bertahun2. Sebaliknya yang gak jelas atau jelas2 rugi malah bisa naik. Penggerak harga bukan hanya faktor fundamental tapi ada faktor kepentingan emiten dengan harga sahamnya (biasanya kalau sahamnya direpo atau dijadikan jaminan utang), ada faktor sentimen (mis saham grup Bakrie banyak yang sebel), ada faktor bandar/pemain besar. Khusus untuk saham properti dan infrastruktur, hitungan fundamentalnya malah tidak tepat jika menggunakan PER, lebih tepat survei ke lapangan, hitung nilai proyeknya, lalu hitung proyeksi labanya. Info seperti ini sih umum, tapi gak ada di neraca atau laporan laba rugi, adanya di catatan laporan keuangan dan marketing office serta investor relation :D So.. kalo faktor fundamental gak selalu berkorelasi positif dengan harga, ngapain capek-capek ikutin fundamental? Salah satunya biar punya dasar untuk berinvest dengan dasar pemikiran pemilik saham = pemilik perusahaan. Harga saham ya terserah mekanisme pasar, tergantung siapa yang mau bikin harganya naik atau turun. Contoh nyata nih kang yang saya alami: 1. ASRI sebelum pintu tol Alam Sutera dibuka dan belum bangun mall serta perumahan baru harganya hanya 100an. Lalu ada proyek buka pintu tol, harga naik dikit2, saya ikutan beli dengan pemikiran bahwa harga properti Alam Sutera akan naik karena pintu tol. Setelah pintu tol dibuka harga naik lagi, saya yang belum ngerti soal waran beli warannya dengan pemikiran bisa untung banyak karena warannya murah, cuma 10-20 dengan harga tebus 120 kalau tidak salah, harga waktu itu 110-115. Jadi saya pikir saya bisa dapat gain dari waran karena yakin harganya bisa di atas 120. Ternyata menjelang expire harga sahamnya "dijaga" supaya tidak lewat 120 dan menjadi permainan "hedging 1 point". Hasilnya saya apes karena waran hangus, mau tebus juga saya pikir malah tambah rugi. Sekitar 1 bulan setelah warannya expire harga ASRI terus menanjak, apalagi setelah launching perumahan, ruko, dan mall baru. Dalam kasus ini walaupun fundamental bagus sepertinya ada permainan bandar untuk tebus dan jual waran. 2. CMNP selama bertahun-tahun PER selalu di bawah JSMR walau pendapatan dan laba naik terus. Saya lihat saham model begini langsung saya beli. Setelah utangnya direstrukturisasi ternyata harga sahamnya terus menanjak. Tapi kemudian selama beberapa bulan harga sahamnya malah turun dari 1400an sampai sempat di bawah 1000 tanpa sebab apa-apa. Saya sih pede tambah terus jumlah saham yang saya punya. Lalu saya lihat pengumuman mengenai rencana pre-emptive right issue yang harga eksekusinya adalah harga rata-rata sebulan terakhir yaitu 1200. Saya pikir inilah sebabnya kenapa sahamnya diguyur terus dan ditahan-tahan di 1200an. Setelah hajatannya selesai langsung melaju deh CMNP sampai di atas 2000. Dalam kasus ini walaupun fundamental bagus ada kepentingan emiten untuk membentuk harga right issue. BTW KIJA kalau dihitung dari awal tahun, harganya sudah naik banyak juga loh, diamnya baru belakangan aja. Kalau menurut kangduren gimana? Kenapa KIJA mandeg? :) --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@...> wrote: > > > ane ralat KIJA dan MDLN sudah RI.... > > jadi kenapa harga saham KIJA malah mandeg? > > > prospek KIJA bagus, relatif tidak pengaruh DP krn yg beli lahan > kebanyakan institusi.... > --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@> wrote: > > > > > > yg aneh KIJA DER 0.6 tapi masih mau RI lagi??? > > > > MDLN sudah RI tapi beritanya maret lalu mau RI lagi??? > > > > > > ada yg punya infonya? > > --- In [email protected], "kangduren" kangduren@ wrote: > > > > > > Code PER EPS BV PBV NAVS DER ROE(%) ROA(%) NPM(%) > > > MDLN 49 11 188 2.61 375 0.99 6.06 3.04 16.46 > > > DILD 29.6 14 366 0.94 549 0.5 3.68 2.46 14.91 > > > KIJA 14.3 16 177 1.21 282 0.6 9.31 5.83 28.4 > > --- > > > In [email protected], "kangduren" kangduren@ wrote: > > > > > > > > > > > > justru contoh kasusnya aja deh, dan kinerja harga saham....... > > > > > > > > saham KIJA vs DILD vs MDLN, kenapa KIJA PER ketinggalan masih 14x, > > skr > > > > minus lagi...... > > > > > > > > > > > > kalo teori lagi bosan lah dah keseringan, dan juga kalo ujung2nya > > > faktor > > > > X yg bukan info umum, ya cape deh.......
