Biasanya saham2 berciri CANSLIM itu saham 2nd liner new rising star yang ditandai dengan lonjakan EPS(harus dari hasil peningkatan penjualan operasional). Saat ini ada LPCK SSIA, sebelumnya ada KKGI CPIN GJTL. Ada yang mo tambahin yang udah baca2 laporan keuangan Q1?
On 4/27/12, [email protected] <[email protected]> wrote: > Intisari can slim.. > > Senjata Ampuh menilai saham : > > Can SLIM : > > C : current Quarterly earning per share : the higher the better > > (Laba triwulan per lembar saham - makin tinggi makin bagus) minimal 25 % > peningkatan laba triwulan > > - cari perush yg pertumbuhan laba triwulan pesat, peningkatan penjualan, > > Intinya : laba per lembar sahan tahun skrg hrs meningkat dlm persentasi > besar-minimal 25%-50% atau lebih - diatas posisi triwulan yg sama setahun > sebelumnya. Perush unggulan terbaik punya posisi 100%-500% atau lebih. > > A : annual Earning Increase : Look For Significant Growth. > Tpeningkatan laba tahunan : carilah yg pertumbuhannya signifikan). > > - pilih saham yg pertumbuhannya 25% - 50% atau lebih per tahun. > - periksalaj stabilitas laba tiga tahun perusahaan > > Berkonsentrasilah pd saham yg pertumbuhan laba tahunan signifikan dlm tiga > tahun terakhir plus triwulan yg mengalami perbaikan. > > N : New Product, New Management, New Highs : Buying at the right time > > (Produk baru, manajemen baru, keunggulan baru: membeli pd saat yang tepat). > > - produk baru yg mendatangkan keberhasilan besar > > Kesimpulan : cari perusahaan yg telah mengembangkan produk atau jasa layanan > baru, yg membaik berkat manajemen barunya, atau berkat makin bagusnya > kondisi industri. Beli saham2 mereka ketika bergerak keluar dr pola > konsolidasi harga, dan mendekati atau benar2 telah berada pd puncak harganya > yg baru. > > S : Supply and Demand : shares outstanding plus big volume demand > > (Penawaran (pasokan) dan permintaan (kebutuhan):saham beredar plus > permintaan bervolume besar). > > - pilih manajemen bertipe enttrepreneurial, jgn tipe caretaker > -rendahnya rasio debt to equity biasanya berarti baik. > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: Brnie713 <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 27 Apr 2012 18:44:16 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Re: Fundamental Bagus? > > Soal memilih saham yang baik saya lebih setuju dengan metode > CANSLIM-nya William O'neil yang menggabungkan fundamental dan > teknikal. Metode ini mencari saham2 dengan growth bagus disertai > posisi teknikal saham dalam posisi uptrend(break new high+pattern > mendukung). Akhirnya saham yang baik itu adalah yang harganya naik dan > memberikan kita profit,mungkin banyak yang berpendapat sahamnya > bagus(growth bagus,yield deviden besar dsb) tapi kalo harganya turun > tetap aja faktanya kita rugi. Btw,kalo jadi investor(buy and hold) itu > ada stop loss nggak? Sampai sejauh mana udah harus cutloss? > > Regards > > On 4/27/12, ßµđΨ☺™ <[email protected]> wrote: >> Wah bagus tuh sharenya...thanks.. >> Best Regards, >> ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™ >> >> -----Original Message----- >> From: "fabiantowangsamulya" <[email protected]> >> Sender: [email protected] >> Date: Fri, 27 Apr 2012 11:07:47 >> To: <[email protected]> >> Reply-To: [email protected] >> Subject: [saham] Re: Fundamental Bagus? >> >> Nah kangduren malah udah bahas fundamental vs harga, kejauhan atuh kang, >> belum maksudnya sampai ke sana :) Tapi ya kalau gak bahas harga gak >> menarik >> ya? :D Intinya sih saya cuma mau nanya gini... sering ada yang nulis >> saham >> ini atau itu fundamentalnya bagus, nah yang namanya fundamental bagus tuh >> gimana? >> >> Nah sekarang apakah saham yang fundamentalnya bagus selalu harganya naik? >> Hmm.. menurut saya sih gak juga ya, contohnya yang ditulis oleh >> kangduren, >> kinerja KIJA bisa dibilang lebih bagus daripada MDLN dan DILD, kenapa >> KIJA >> malah mandeg. Ada juga saham kayak PNLF yang kinerjanya juga bagus tapi >> di >> situ2 aja bertahun2. Sebaliknya yang gak jelas atau jelas2 rugi malah >> bisa >> naik. >> >> Penggerak harga bukan hanya faktor fundamental tapi ada faktor >> kepentingan >> emiten dengan harga sahamnya (biasanya kalau sahamnya direpo atau >> dijadikan >> jaminan utang), ada faktor sentimen (mis saham grup Bakrie banyak yang >> sebel), ada faktor bandar/pemain besar. >> >> Khusus untuk saham properti dan infrastruktur, hitungan fundamentalnya >> malah >> tidak tepat jika menggunakan PER, lebih tepat survei ke lapangan, hitung >> nilai proyeknya, lalu hitung proyeksi labanya. Info seperti ini sih umum, >> tapi gak ada di neraca atau laporan laba rugi, adanya di catatan laporan >> keuangan dan marketing office serta investor relation :D >> >> So.. kalo faktor fundamental gak selalu berkorelasi positif dengan harga, >> ngapain capek-capek ikutin fundamental? Salah satunya biar punya dasar >> untuk >> berinvest dengan dasar pemikiran pemilik saham = pemilik perusahaan. >> Harga >> saham ya terserah mekanisme pasar, tergantung siapa yang mau bikin >> harganya >> naik atau turun. >> >> Contoh nyata nih kang yang saya alami: >> 1. ASRI sebelum pintu tol Alam Sutera dibuka dan belum bangun mall serta >> perumahan baru harganya hanya 100an. Lalu ada proyek buka pintu tol, >> harga >> naik dikit2, saya ikutan beli dengan pemikiran bahwa harga properti Alam >> Sutera akan naik karena pintu tol. Setelah pintu tol dibuka harga naik >> lagi, >> saya yang belum ngerti soal waran beli warannya dengan pemikiran bisa >> untung >> banyak karena warannya murah, cuma 10-20 dengan harga tebus 120 kalau >> tidak >> salah, harga waktu itu 110-115. Jadi saya pikir saya bisa dapat gain dari >> waran karena yakin harganya bisa di atas 120. Ternyata menjelang expire >> harga sahamnya "dijaga" supaya tidak lewat 120 dan menjadi permainan >> "hedging 1 point". Hasilnya saya apes karena waran hangus, mau tebus juga >> saya pikir malah tambah rugi. Sekitar 1 bulan setelah warannya expire >> harga >> ASRI terus menanjak, apalagi setelah launching perumahan, ruko, dan mall >> baru. Dalam kasus ini walaupun fundamental bagus sepertinya ada permainan >> bandar untuk tebus dan jual waran. >> >> 2. CMNP selama bertahun-tahun PER selalu di bawah JSMR walau pendapatan >> dan >> laba naik terus. Saya lihat saham model begini langsung saya beli. >> Setelah >> utangnya direstrukturisasi ternyata harga sahamnya terus menanjak. Tapi >> kemudian selama beberapa bulan harga sahamnya malah turun dari 1400an >> sampai >> sempat di bawah 1000 tanpa sebab apa-apa. Saya sih pede tambah terus >> jumlah >> saham yang saya punya. Lalu saya lihat pengumuman mengenai rencana >> pre-emptive right issue yang harga eksekusinya adalah harga rata-rata >> sebulan terakhir yaitu 1200. Saya pikir inilah sebabnya kenapa sahamnya >> diguyur terus dan ditahan-tahan di 1200an. Setelah hajatannya selesai >> langsung melaju deh CMNP sampai di atas 2000. Dalam kasus ini walaupun >> fundamental bagus ada kepentingan emiten untuk membentuk harga right >> issue. >> >> BTW KIJA kalau dihitung dari awal tahun, harganya sudah naik banyak juga >> loh, diamnya baru belakangan aja. >> >> Kalau menurut kangduren gimana? Kenapa KIJA mandeg? :) >> >> --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@...> wrote: >>> >>> >>> ane ralat KIJA dan MDLN sudah RI.... >>> >>> jadi kenapa harga saham KIJA malah mandeg? >>> >>> >>> prospek KIJA bagus, relatif tidak pengaruh DP krn yg beli lahan >>> kebanyakan institusi.... >>> --- In [email protected], "kangduren" <kangduren@> wrote: >>> > >>> > >>> > yg aneh KIJA DER 0.6 tapi masih mau RI lagi??? >>> > >>> > MDLN sudah RI tapi beritanya maret lalu mau RI lagi??? >>> > >>> > >>> > ada yg punya infonya? >>> > --- In [email protected], "kangduren" kangduren@ wrote: >>> > > >>> > > Code PER EPS BV PBV NAVS DER ROE(%) ROA(%) NPM(%) >>> > > MDLN 49 11 188 2.61 375 0.99 6.06 3.04 16.46 >>> > > DILD 29.6 14 366 0.94 549 0.5 3.68 2.46 14.91 >>> > > KIJA 14.3 16 177 1.21 282 0.6 9.31 5.83 28.4 >>> > --- >>> > > In [email protected], "kangduren" kangduren@ wrote: >>> > > > >>> > > > >>> > > > justru contoh kasusnya aja deh, dan kinerja harga saham....... >>> > > > >>> > > > saham KIJA vs DILD vs MDLN, kenapa KIJA PER ketinggalan masih 14x, >>> > skr >>> > > > minus lagi...... >>> > > > >>> > > > >>> > > > kalo teori lagi bosan lah dah keseringan, dan juga kalo ujung2nya >>> > > faktor >>> > > > X yg bukan info umum, ya cape deh....... >> >> >> > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
