Ipotnews - Bahana Securities telah merampungkan penjualan saham PT Garuda 
Indonesia Tbk (GIAA) sebanyak 931 juta lembar saham atau 4,12 persen 
kepemilikan saham di GIAA.

"Pembayarannya hari ini, dari total 10,7 persen saham Garuda, Bahana memiliki 
sekitar empat persen," kata Direktur Utama Bahana Securities, Eko Yuliantoro.

Jika dihitung bersama dengan Danareksa dan Mandiri Sekuritas, total penjualan 
saham dilakukan sekitar 2,321 miliar lembar saham atau 10,27 persen kepemilikan 
saham di GIAA pada harga Rp 620 per lembar saham. "Penjualan saham ini 
sepenuhnya merupakan corporate action dan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan 
SOP masing-masing pemegang saham penjual," tutur Eko dalam diskusinya bersama 
wartawan, di Graha Niaga Jakarta, Jumat (27/4).

Dia menjelaskan, penjualan dilakukan dengan mekanisme blocksale kepada Trans 
Airways yang memberikan penawaran harga tertinggi.

Dalam penjualan saham ini, Bahana bersama Mandiri Sekuritas dan Danareksa telah 
menunjuk dan menugaskan Morgan Stanley sebagai financial advisor untuk 
melakukan proses penjualan saham Garuda ( [GIAA 710 60 (+9,2%)]) yang telah 
melaksanakan proses penjualan saham GIAA ini sesuai dengan market practice yang 
berlaku di pasar modal dengan menyampaikan penawaran kepada sejumlah potensial 
investor.

"Kita sudah menunjuk Morgan Stanley. Kita percaya mereka bisa optimal," 
ungkapnya.

Kata Eko, kesepakatan harga jual Rp 620 per lembar saham didasarkan pada surat 
penawaran yang diajukan oleh pembeli tertanggal 12 April 2012 berdasarkan harga 
penutupan pada tanggal 11 April 2012 yang ditutup pada harga Rp 600 per lembar 
atau menawarkan premium sebesar 3,3 persen. Jika dihitung berdasarkan harga 
rata-rata penutupan selama 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan yang lalu, maka harga 
tersebut menawarkan premium berturut-turut sebesar 1,7 persen, 4,4 persen, dan 
22 persen.

Pada umumnya, Eko menjelaskan, suatu transaksi block sales di pasar modal 
terjadi dengan memberikan discount terhadap harga penutupan akhir pada saat 
kesepakatan harga terjadi.

Sebagai ilustrasi, berdasarkan data terdapat 27 transaksi block sales dengan 
nilai transaksi lebih besar dari ekuivalen 50 juta USD yang telah dilakukan di 
Bursa Efek Indonesia (BEI) antara periode Mei 2009 - Maret 2012 dan secara 
keseluruhan transaksi block sale tersebut memberikan discount antara 2,5 hingga 
26,3 persen atau rata-rata discount sebesar 10,6 persen dari harga penutupan 
akhir.

Harga Rp 620 tersebut merefleksikan PER 2012 Garuda sebesar 10,6x dan PER 2013 
sebesar 7,8x dibandingkan dengan PER industri sejenis yang rata-rata 10,8x (PER 
2012) dan 7,7x (PER 2013). Jika menggunakan parameter EBITDAR harga Rp 620 
memberikan EBITDAR 6,6x (2012) vs rata-rata industri 6,3x dan EBITDAR 5,9x 
(2013) vs rata-rata industri 5,6x.

Perusahaan airlines pembanding adalah SIA, Eva Air, Thai, Cathay Pasific, China 
Airlines, Qantas, Virgin Australia, China Southern, korean Air, Asiana, dan 
China Eastern.

Selama 12 bulan terakhir dari tanggal 11 April 2012, harga saham Garuda 
bergerak pada kisaran harga terendah Rp 395 (Oktober 2011) dan tertinggi Rp 640 
(Maret 2012). Sementara itu, rata-rata perdagangan saham Garuda untuk periode 1 
bulan, 3 bulan, dan 6 bulan yang lalu berturut-turut adalah Rp 11,6 miliar (19 
juta lembar saham), Rp 9,6 miliar (15,9 juta lembar saham), dan Rp 11,7 miliar 
(21,6 juta lembar saham).


Sambut Positif
Sementara itu manajemen PT Garuda Indonesia masih bungkam soal pembelian sisa 
saham 10,88% yang kabarnya dibeli oleh CEO Trans Corp Chairul Tanjung. Walaupun 
begitu, pihak Garuda menyambut baik adanya informasi tersebut.

"Saya belum mendapatkan informasi resmi terkait pembelian saham perseroan. 
Tapi, kami menyambut baik informasi itu," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah 
Satar usai paparan publik, di Jakarta, Jumat (27/4).

Menurut informasi yang beredar, sekitar 2,47 miliar saham GIAA yang sebelumnya 
dimiliki tiga perusahaan sekuritas yakni PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana 
Securities, dan PT Mandiri Sekuritas, di kisaran harga Rp620 per lembar saham, 
telah dibeli PT Trans Airways yang merupakan perusahaan milik grup CT.

Menurut Emir, pihaknya memang belum mendapatkan informasi resmi terkait 
pembelian saham perseroan. Namun dia menjelaskan, jika hal tersebut benar, maka 
dalam waktu dekat pembeli saham tersebut akan segera tercatat di perusahaan. 
"Kalau memang benar dibeli kan nanti juga tercatat di perusahaan. Mungkin Senin 
atau Selasa secara resmi dia (CT) beli, sudah langsung berubah," tambah Emir.

Sumber: 
http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Hari_Ini__Chaerul_Tanjung_Bayar_Lunas_Saham_Garuda&level2=newsandopinion&id=1263212&img=level1_bigtopnews_1&urlImage=Chaerul%20Tnjng_Big.jpg




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke