Beli yg banyak abis itu nyangkut lageee
Sent from my BlackBerry® hasil cuan -----Original Message----- From: Jumper <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 8 May 2012 09:53:49 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Menu Hari Ini: Borong BNBR SEBANYAK-BANYAKNYA…!!! Gak ada disclamer on :) ya...mbak Amalia Bo cuan tanggung masing-masing ya....hehehehe @Jumper 2012/5/8 JsxSniper <[email protected]> > ** > > > ** Aya... Aya wae.... > > JsxSniper > fb : jsxsniper > tw : @jsxsniper > ------------------------------ > *From: * christy amalia <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 8 May 2012 09:19:22 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[saham] Menu Hari Ini: Borong BNBR SEBANYAK-BANYAKNYA…!!! > > > > > Jangan lewatkan kesempatan ini…!!! Selama tahun 2011, BNBR berhasil > menbukukan laba fantastis 132 miliar..!!! > > Mumpung masih di harga obral, borong BNBR sebanyak-banyaknya…!!! Langsung > aja SAMBER DI OFFER begitu market buka…!!! > > > > DON’T LOSE THIS OPPORTUNITY….!!!! > > BORONG…. > > YANG… > > BANYAK….!!!!!! > > > > *Bakrie Brothers Cetak Laba Bersih Rp 132 Miliar* > > * * > > *Inilah.com, Jakarta - *PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan > kinerja membaik di akhir tahun 2011. Kuasi reorganisasi yang dilakukan > menunjukkan efeknya pada laporan keuangan perseroan yang diliris, Senin > (7/5/2012) . > > Dalam keterangan tertulisnya, BNBR menyebutkan perseroan memperoleh laba > bersih Rp132 miliar pada 2011. Sementara pendapatan tercatat Rp16,19 > triliun berasal dari kegiatan yang terkait dengan investasi dan perdagangan. > > Manajemen BNBR optimis, kinerja finansial Perseroan akan berlanjut positif > pada tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional > yang kondusif dan semakin fokusnya Perseroan menggarap bidang usaha > berbasis sumberdaya alam dan infrastruktur. > > “Efek kuasi reorganisasi yang sukses kami lakukan sudah tergambar jelas > pada laporan keuangan perseroan 2011. Kami bersyukur kuasi reorganisasi > dapat dituntaskan dengan baik, sehingga memberikan nilai tambah kepada para > investor. Kami juga dapat melangkah dan memulai bisnis dengan lebih > mantap,” kata Direktur Utama/CEO BNBR Bobby Gafur Umar. > > Ia berharap, tuntasnya kuasi reorganisasi dapat menjadi momentum yang baik > untuk terus memperbaiki kondisi laporan keuangan konsolidasian perseroan, > guna menunjukkan neraca yang lebih baik tanpa dibebani defisit masa lampau. > > Upaya keras jajaran perseroan untuk membenahi operasional perusahaan, > membuahkan hasil. Manajemen bersyukur karena pada 2010, perseroan masih > membukukan rugi sebesar Rp6,99 triliun. “Tapi di penghujung 2011, seperti > tercatat dalam laporan keuangan BNBR yang hari ini kami rilis ke publik, > BNBR berhasil mencatatkan laba bersih Rp132 miliar,” kata Bobby. > > Perolehan laba bersih ini antara lain ditopang oleh pendapatan sektor > perdagangan, jasa dan investasi yang meningkat signifikan, dari Rp8,41 > triliun pada tahun 2010 menjadi Rp10,55 triliun pada tahun 2011. > > Membaiknya kinerja sektor perdagangan, jasa dan investasi tersebut, pada > akhirnya berdampak positif pula pada capaian laba usaha Perseroan secara > konsolidasi. “Tahun 2010 secara konsolidasi perseroan masih mencatat rugi > usaha sebesar Rp4,01 triliun, namun tahun 2011 sudah positif menjadi Rp1,76 > triliun,” kata Bobby. > > Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno menambahkan, catatan positif > perolehan pendapatan (revenue) sebesar Rp16,19 triliun sekaligus > menunjukkan perseroan memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk > mengembangkan dan meningkatkan kinerja usahanya. > > Dekonsolidasi terhadap PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada > akhir 2010 tidak berpengaruh menciutkan pendapatan perseroan yang pada 2011 > tetap mencatatkan pendapatan yang tinggi. Hal ini antara lain karena adanya > peningkatan pendapatan Bakrie Energy International. > > Perseroan juga mampu menurunkan kewajiban utangnya. Hal ini ditunjukkan > oleh menurunnya debt to equity ratio (DER) dari 93,24% pada 2010 menjadi > 88,03% pada 2011. > > >
