Ya udah jangan dilanjutin disini masalah SARA nya......situ mau rusuh jakarta 
lagi???
 
 
 
 

From: Nico Adhitya <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Thursday, July 12, 2012 10:57 AM
Subject: Re: [saham] OOT: Mencoba memahami berita


  
Bukan diskusi SARA pak Heru. Maksudnya beritanya itu dipelintir jadi isu SARA 
dari yang saya tangkap

From: heru <[email protected]>
To: Saham <[email protected]> 
Sent: Thursday, July 12, 2012 10:56 AM
Subject: Re: [saham] OOT: Mencoba memahami berita


  
Mantab, diskusi SARA disini?


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: yohanes <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 12 Jul 2012 10:32:14 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [saham] OOT: Mencoba memahami berita
  
Dear Bang Irwan, para senior dan teman2,

Minta izin sedikit menyimpang di luar topik saham, mumpung masih hangat.
Tadi malam saya baca berita di detik.com mengenai demografi 2 pemenang pilkada 
DKI 2012 menurut LSI.
Link-nya disini: 
http://news.detik.com/read/2012/07/11/190250/1963146/10/inilah-demografi-pemilih-pilgub-dki-jakarta-versi-lsi

Saya cuplik 2 paragraf berikut (copy paste):

"Berdasarkan etnis, polling ini menunjukkan jika pasangan Foke-Nara mayoritas 
didukung 48,3 persen masyarakat Betawi. Sedangkan etnis Cina sebanyak 100 
persen mendukung pasangan Jokowi-Ahok.

Jika melihat dari agama, Foke-Nara didominasi umat muslim dengan persentase 
35,3 persen. Jokowi-Ahok didukung 77,1 persen umat Protestan."

Kesimpulan pertama yang saya dapat dari 2 paragraf diatas adalah terdapat 
perbedaan karakteristik pemilih yang tegas berdasarkan suku dan agama (SARA). 
Foke didukung mayoritas orang betawi dan mayoritas orang muslim, sedangkan 
Jokowi mayoritas didukung oleh orang protestan (77,1% dari total pemilih Jokowi 
adalah orang protestan) dan semua orang chinese di Jakarta memilih Jokowi.

Saya coba cari data terkait paragraf kedua dan berakhir bingung.

Perhitungan saya adalah sebagai berikut:

Jumlah DPT DKI 2012             6.962.348 jiwa, sumber data: 
http://pilkadadki2012.com/berita-terbaru/jumlah-dpt-susut-21-ribu-pemilih-lebih.html

Pemilih yang golput  = 38%. sumber data 
http://bangka.tribunnews.com/2012/07/11/jsi-golput-pilkada-dki-38-persen

Pengguna hak pilih                 4.316.656 jiwa  (a) = 62% x jumlah DPT

Pemilih Jokowi 42,5% x a       1.834.579 jiwa (dibulatkan keatas)  (b). Kalau 
gak salah prosentasi menurut LSI sekitar 43%.
Jumlah (b) x 77,1%                 1.414.461 jiwa (dibulatkan keatas). Ini 
adalah jumlah (seharusnya) penduduk DKI yang beragama protestan yang memilih 
Jokowi pada pilkada DKI 2012 putaran pertama.

Menurut Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta), 
persentase umat protestan di DKI Jakarta adalah 6,2%.
Jumlah penduduk DKI per November 2011 adalah 10.183.498 jiwa (WNI) menurut 
situs ini 
http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/statistik/penduduk-dki-jakarta/42-statistik/4-jumlah-penduduk-provinsi-dki-jakarta.
Dengan menggunakan data diatas, maka jumlah penduduk beragama protestan di 
Jakarta menurut komposisi (%) wikipedia adalah 621.193 jiwa.

Kesimpulan yang saya dapat dari hitung2-an saya adalah bahkan seandainya orang 
protestan di Jakarta semuanya berumur diatas 17 tahun, semuanya terdaftar dalam 
DPT, semuanya pergi memilih dan semuanya memilih Jokowi, jumlah mereka 
(621.193) hanya maksimum 33,86% dari total pemilih Jokowi menurut versi quick 
count.  Jadi, bukan mayoritas.

Kemudian saya berpikir lagi. Mungkin saya salah memahami kalimat berita diatas. 
Seharusnya dari seluruh orang DKI yang beragama protestan, 77,1% memilih Jokowi.
Jika demikian, maka persentase jumlah pemilih protestan terhadap total pemilih 
Jokowi hanya sebesar 26,11% (=77,1% dikalikan 621.193 jiwa dibagi 1.834.579 
jiwa dikali 100%), bukan mayoritas.
Pertanyaannya kemudian adalah:
1. Siapa pemilih mayoritas Jokowi berdasarkan agama?
2. Apakah berita ini tidak terkesan membandingkan apel dengan jeruk?
3. Kenapa tidak membandingkan aple to aple: berapa persen pemilih Jokowi yang 
beragama Islam dibandingkan dengan persentase pemilih Foke yang beragama 
Islam?  
4. Kenapa ketika menyebutkan etnis Betawi yang mendukung Foke, tidak 
menyebutkan juga berapa persen etnis Betawi yang mendukung Jokowi? Kenapa 
kemudian kalimat berikutnya malah menyebutkan dukungan etnis Cina kepada Jokowi 
tanpa menyebutkan persentase mereka (etnis cina) terhadap jumlah pemilih?

Menurut saya, seharusnya berita ini membandingkan aple to aple supaya tidak 
terkesan mengarahkan kesimpulan pembaca ke arah tertentu.

Mohon bantuan para suhu, senior dan teman2 disini untuk menjelaskan cara yang 
benar untuk memahami berita diatas.

Akhirnya, kalau ada salah2 kata, nubie mohon maaf sebesar2-nya.

Salam,

yohanes




Kirim email ke