Yang perlu disamakan disini mengenai pengertian investasi jangka panjang adalah investasi di atas 3 tahun. Biasanya malah di atas 5 tahun. Jadi bukan dalam 5 bulan, apalagi hanya 5 minggu :)
Saham batu bara menjadi sulit dihitung valuasinya karena harga produknya yg cenderung naik turun di pasar internasional dgn sangat cepat. Belum lagi ada ancaman juga, bisa saja suatu saat penggunaan batu bara sebagai sumber energi menjadi berkurang dikarenakan akibat polusi yg ditimbulkannya dibanding dgn alternatif energi lainnya. Itu sebabnya bagi saya menjadi kurang layak untuk investasi jangka panjang. Kalau saham teknologi, juga sama saja. Dulu bisa saja berjaya, sekarang menjadi kurang berjaya karena ada kompetitor lain yg masuk dgn teknologi yg lebih baik. Contoh dalam kasus ini seperti dialami Nokia dan RIMM (pemilik blackberry). Sekarang berjaya, belum tentu 5 tahun lagi masih tetap berjaya. Contoh saat ini mungkin Apple Inc. Who knows, 5 tahun dari sekarang ada pendatang baru yg membawa teknologi baru lagi yg akan membuat produk apple jadi ditinggalkan oleh nasabahnya. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Jul 15, 2012, at 8:12 PM, Harry <[email protected]> wrote: > > > Boleh tahu alasannya Pak Irwan? Karena pendapatnya seperti bersebrangan > dengan pendapat Bu Katrin. > > Untuk Pak/Bu Linsam, boleh tahu nyangkut di harga berapa? Teman saya masih > ada yang nyangkut di harga 1900-an. Saya nanya karena sedang diajak beli > sahamnya group Bhakti dan sedang cari info. Gossipnya harus disimpan sampai > minimal akhir tahun 2012. Sayang alasannya tidak mau dikasih tahu :p > > 2012/7/15 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > Untuk investasi jangka panjang, saham2 seperti energi ataupun teknologi, > menurut saya kurang layak. Tapi kalau untuk trading, tidak perlu memusingkan > urusan latar belakang perusahaan, laporan keuangan, dan apapun. Hanya fokus > di chart saja. :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > >
