Berita dr inilah.com, mirip2 BDMN kmrn ya
INILAH.COM, Jakarta - Dari sekian banyak pilihan yang tersedia di pasar modal, saham PT Bank Perhimpunan Saudara Tbk tampaknya layak mendapat perhatian dari para investor. Maklum, pengusaha minyak Arifin Panigoro dikabarkan telah sepakat menjual 33% sahamnya di bank berkode SDRA kepada Woori Bank Korea. Persetujuan dari pemegang saham baru akan diputuskan dalam RUPSLB, Jum’at (27/7/2012) ini. Belum jelas, berapa harga yang dibayar Woori Bank untuk membeli 33% saham SDRA. Namun dari perhitungan Verdi Budiman, Kepala Riset Eksekutif Mandiri Sekuritas, SDRA dilepas pada harga Rp705–822 per saham. Jika Kamis, (26/7/2012) saham SDRA ditransaksikan di harga Rp530 per saham, berarti harga akuisisi itu 33-55% lebih tinggi dari harga pasar. Nah, jika rencana akuisisi itu disetujui para pemegang saham, diperkirakan harga saham SDRA bakal melambung. Bukan semata-mata karena terdongkrak pembelian saham oleh Woori bank, tapi juga prospek SDRA yang bakal makin kinclong setelah akuisisi. Janson Nasrial, analis AM Kapital, yakin pasar SDRA bakal berkembang dengan masuknya Woori Bank. “Dalam satu-dua tahun lagi kinerja SDRA bakal melesat,” kata Janson. Masuk akal, memang. Soalnya, dengan masuknya Woori Bank, SDRA bisa menggarap perusahaan-perusahaan dari Korea. Sebut saja Lotte Group, Posco (baja), Samsung, LG, Hyundai, dan masih banyak lagi. Tens Music Studio TenSoccer Jersey shop
