Saya tertarik dengan pernyataan Pak Bambang dan membuat saya yang masih bodoh dan pemula ini jadi berpikir. Mohon kalau ada yang mau menanggapi dengan niat berdiskusi untuk kebaikan bersama ya dan bukan dijadikan ajang ribut :P
Mulanya saya tertarik berinvestasi di Saham karena semuanya pada bilang kemungkinan keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat lebih besar dari investasi lainnya walau juga disertai kemungkinan rugi berkali-kali lipat. Darimana kemungkinan keuntungan atau kerugian berkali-kali lipat itu? Menurut saya dari yang namanya capital gain atau capital loss. Apakah bisa didapat dari dividen? Mungkin saja apalagi kalau imbal baliknya lebih besar dari investasi lain jadi harus dihitung dulu. Mungkin bisa tinggi pada saat tertentu namun kemudian orang jadi berlomba membeli saham itu sehingga otomatis harganya menjadi naik dan nilai dividen menjadi berkurang kalau dibandingkan dengan harga sahamnya. Ambil contoh dari dari Antam (ANTM). Beberapa waktu lalu Antam membagikan dividen sebesar Rp. 90,99/lembar saham. Kalau tidak salah saat itu saya melihatnya pada saat harga sahamnya Rp. 1340. Sehingga bila dipersentasekan menjadi sekitar 6,8% (lebih tinggi dari deposito yang 6%). Kemudian harganya naik sampai di atas Rp. 1400 kalau tidak salah. Maka kalau ada yang beli di harga Rp. 1440, keuntungan dari dividen turun menjadi 6.3%. Sehari setelah cum date, kalau tidak salah harganya dibanting menjadi Rp. 1340 lagi pada saat pembukaan dan terus meluncur turun. Sehingga bila ada yang beli di harga Rp. 1440 sebanyak 20 lot dan cepat menjual lagi di harga Rp. 1340, maka dividen yang didapat adalah Rp. 909.900 (belum dipotong pajak) sedangkan pada saat membeli dia mengeluarkan Rp. 14.400.000 (belum ditambah pajak) dan pada saat menjual mendapatkan Rp. 13.400.000. Dari hitungan sederhana itu terlihat bahwa dia rugi sebesar Rp. 14.400.000 - Rp. 13.400.000 + Rp. 909.900 = Rp. 90.100 (belum menghitung pajak). Jadi membeli saham karena mengharapkan dividen benar-benar harus berhitung dengan baik. Mengacu kepada capital gain, bagaimana suatu saham (tanpa dibandarin atau tetek bengek lain) bisa meningkat harganya? Menurut saya, kembali kepada dividen. Kalau suatu perusahaan rajin membagi dividen dan nilainya terus meningkat apalagi dibanding dengan investasi lain, orang akan makin memburu saham tersebut sehingga keuntungan bisa diperoleh dari dividen dan capital gain. Bagaimana suatu perusahaan bisa meningkatkan dividennya? Dengan menghasilkan performa yang meningkat terus. Bagaimana supaya performa meningkat terus? Salah satu faktor adalah manajemen yang handal. Secara sederhana, pemikiran saya adalah, biarpun saham suatu emiten turun, emiten tsb juga belum mengalami rugi secara nyata. Lain halnya kalau emiten tsb juga melakukan trading terhadap dirinya sendiri. Yang mengalami rugi yang nyata adalah pembeli yang melakukan cut loss kan? Berkaitan dengan manajemen yang handal, bila perusahaan tersebut menghasilkan laba yang melimpah dan berkeinginan untuk tidak membagikan dividen dan disetujui dalam RUPS juga mungkin terjadi kan? Jadi kalau kita beli suatu saham di harga X dan perusahaan tidak membagikan dividen maka cuma bisa mengharapkan capital gain atau loss kan? Berkaitan dengan email Pak Bambang, andaikan betul ELTY adalah perusahaan yang bagus dan ada banyak proyek yang akan menghasilkan uang di tahun-tahun mendatang tapi dia tidak membagikan dividen yang menggiurkan atau apapun yang dilakukan sehingga sahamnya meningkat, apakah artinya buat para pembeli saham? Andaikan ELTY dipegang oleh manajemen yang handal namun induk perusahaannya menginginkan hal lain sehingga labanya dialihkan sedemikian rupa untuk menolong anak perusahaan (atau bahkan induknya sendiri) sehingga dividen tidak dibagi dan tidak ada capital gain apakah artinya juga buat pemegang sahamnya? Sialnya, ELTY ini bagian dari group yang saat ini diragukan niat baiknya. Andaikata pun saham ELTY jadi Rp. 160, tidak ada yang tahu kapan akan terjadinya sedangkan saat ini saya perhatikan ada saham-saham yang dalam sehari saja bisa naik sampai Rp. 150. Kalau begitu apakah yang melandasi membeli saham yang harganya terjun sampai ke dasar (maksudnya Rp. 50 dan bukan di pasar nego ya) dan tidak ada yang tahu berapa besar kemungkinan mendapat capital gain maupun dividen? Benar-benar jadi judi namanya. Mungkin akan lain ceritanya kalau ELTY dipegang group lain, Astra misalnya? Kalau ada yang salah harap dikoreksi ya dan bukan dibantai :p sekali lagi, ini cuma pemikiran seorang pemula yang polos. 2012/8/10 Bambang Kansah <[email protected]> > ** > > > Saya setuju dengan pemikiran Pak Hermawan. Saham ELTY di harga saat ini > sudah sangat menarik. Sayang sekali, Investor memperlakukan ELTY seperti > perusahaan yg besok sudah mau bangkrut, padahal banyak proyeknya yg cukup > menarik dan bakal jadi duit di tahun2 mendatang. > > > > Saya rekomendasi STRONG BUY jika ELTY jatuh lagi ke level 52, apalagi > sampai Rp. 50. Simpan saja 1 tahun, target nggak usah terlalu muluk, cukup > Rp. 160 dalam setahun ke depan. Kabar baiknya, “PARA PESAKITAN” yg telah > membuang harga ELTY di harga atas, akan kembali “memungutnya” di harga > bawah (COVER SHORT). > > > > So, buy ELTY jika turun lagi ke level Rp. 52, apalagi kalo sampai Rp. 50,-. > > 2012/8/9 hermawanliem <[email protected]> > >> ** >> >> >> assets ELTY: rp17.82 trilyun vs hutang rp: 7.25 trilyun; SANGAT SEHAT >> SALES 2012 RP2 TRILYUN FLAT VS 2011; 2013 BISA TERBANG KE 3 TLN ATAU NAIK >> 50% DIBANDING 2012 KARENA EPICENTRUM SEMUA JADI DUIT DAPAT ELTY DI RP53 OK >> LAH BUAT TABUNGAN ANAK... TARGET 3/4 BOOK VALU ATAU RP182/SAHAM >> >
