Tapi buang-2 waktu lah ngomongin yg seperti ini :)

sent with love®

-----Original Message-----
From: "Stanly Chen" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 10 Aug 2012 11:45:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [saham] Invest di ELTY

Argument boleh2 aja, yg atur harga yang punya barang.

 

SC

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Jim SH
Sent: 10 August, 2012 11:42 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Invest di ELTY

 

  

Saya komen dikit ya...

ƔάϞƍ dimaksud dengan investasi itu berarti jangka waktunya lama (diatas 1 tahun)
Bukan beberapa hari. Jadi, kalau investasi dan mengharap deviden, bukan beli 
beberapa hari sebelum cum date.

Sudah biasa, kalau ex date, harga saham bakalan turun sebesar deviden. (Tidak 
pasti juga sih.. Jadi inget AKRA tahun kmrn, abis deviden hrg ga turun2..)

Kalau trader, lebih baik beli pada saat ex date... (Tetap lihat chart dulu 
lho...)

Segitu aja komen saya... :D

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Lemot Teruuusss...!

  _____  

From: Harry <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Fri, 10 Aug 2012 11:33:10 +0700

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: Re: [saham] Invest di ELTY

 

  

Saya tertarik dengan pernyataan Pak Bambang dan membuat saya yang masih bodoh 
dan pemula ini jadi berpikir. Mohon kalau ada yang mau menanggapi dengan niat 
berdiskusi untuk kebaikan bersama ya dan bukan dijadikan ajang ribut :P

Mulanya saya tertarik berinvestasi di Saham karena semuanya pada bilang 
kemungkinan keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat lebih besar dari 
investasi lainnya walau juga disertai kemungkinan rugi berkali-kali lipat. 
Darimana kemungkinan keuntungan atau kerugian berkali-kali lipat itu? Menurut 
saya dari yang namanya capital gain atau capital loss.

Apakah bisa didapat dari dividen? Mungkin saja apalagi kalau imbal baliknya 
lebih besar dari investasi lain jadi harus dihitung dulu. Mungkin bisa tinggi 
pada saat tertentu namun kemudian orang jadi berlomba membeli  saham itu 
sehingga otomatis harganya menjadi naik dan nilai dividen menjadi berkurang 
kalau dibandingkan dengan harga sahamnya.

Ambil contoh dari dari Antam (ANTM). Beberapa waktu lalu Antam membagikan 
dividen sebesar Rp. 90,99/lembar saham. Kalau tidak salah saat itu saya 
melihatnya pada saat harga sahamnya Rp. 1340. Sehingga bila dipersentasekan 
menjadi sekitar 6,8% (lebih tinggi dari deposito yang 6%). Kemudian harganya 
naik sampai di atas Rp. 1400 kalau tidak salah. Maka kalau ada yang beli di 
harga Rp. 1440, keuntungan dari dividen turun menjadi 6.3%. Sehari setelah cum 
date, kalau tidak salah harganya dibanting menjadi Rp. 1340 lagi pada saat 
pembukaan dan terus meluncur turun. Sehingga bila ada yang beli di harga Rp. 
1440 sebanyak 20 lot dan cepat menjual lagi di harga Rp. 1340, maka dividen 
yang didapat adalah Rp. 909.900 (belum dipotong pajak) sedangkan pada saat 
membeli dia mengeluarkan Rp. 14.400.000 (belum ditambah pajak) dan pada saat 
menjual mendapatkan Rp. 13.400.000. Dari hitungan sederhana itu terlihat bahwa 
dia rugi sebesar Rp. 14.400.000 - Rp. 13.400.000 + Rp. 909.900 = Rp. 90.100 
(belum menghitung pajak). Jadi membeli saham karena mengharapkan dividen 
benar-benar harus berhitung dengan baik.

Mengacu kepada capital gain, bagaimana suatu saham (tanpa dibandarin atau tetek 
bengek lain) bisa meningkat harganya? Menurut saya, kembali kepada dividen. 
Kalau suatu perusahaan rajin membagi dividen dan nilainya terus meningkat 
apalagi dibanding dengan investasi lain, orang akan makin memburu saham 
tersebut sehingga keuntungan bisa diperoleh dari dividen dan capital gain.

Bagaimana suatu perusahaan bisa meningkatkan dividennya? Dengan menghasilkan 
performa yang meningkat terus. Bagaimana supaya performa meningkat terus? Salah 
satu faktor adalah manajemen yang handal.

Secara sederhana, pemikiran saya adalah, biarpun saham suatu emiten turun, 
emiten tsb juga belum mengalami rugi secara nyata. Lain halnya kalau emiten tsb 
juga melakukan trading terhadap dirinya sendiri. Yang mengalami rugi yang nyata 
adalah pembeli yang melakukan cut loss kan?

Berkaitan dengan manajemen yang handal, bila perusahaan tersebut menghasilkan 
laba yang melimpah dan berkeinginan untuk tidak membagikan dividen dan 
disetujui dalam RUPS juga mungkin terjadi kan? Jadi kalau kita beli suatu saham 
di harga X dan perusahaan tidak membagikan dividen maka cuma bisa mengharapkan 
capital gain atau loss kan?

Berkaitan dengan email Pak Bambang, andaikan betul ELTY adalah perusahaan yang 
bagus dan ada banyak proyek yang akan menghasilkan uang di tahun-tahun 
mendatang tapi dia tidak membagikan dividen yang menggiurkan atau apapun yang 
dilakukan sehingga sahamnya meningkat, apakah artinya buat para pembeli saham? 
Andaikan ELTY dipegang oleh manajemen yang handal namun induk perusahaannya 
menginginkan hal lain sehingga labanya dialihkan sedemikian rupa untuk menolong 
anak perusahaan (atau bahkan induknya sendiri) sehingga dividen tidak dibagi 
dan tidak ada capital gain apakah artinya juga buat pemegang sahamnya?

Sialnya, ELTY ini bagian dari group yang saat ini diragukan niat baiknya. 
Andaikata pun saham ELTY jadi Rp. 160, tidak ada yang tahu kapan akan 
terjadinya sedangkan saat ini saya perhatikan ada saham-saham yang dalam sehari 
saja bisa naik sampai Rp. 150. Kalau begitu apakah yang melandasi membeli saham 
yang harganya terjun sampai ke dasar (maksudnya Rp. 50 dan bukan di pasar nego 
ya) dan tidak ada yang tahu berapa besar kemungkinan mendapat capital gain 
maupun dividen? Benar-benar jadi judi namanya. Mungkin akan lain ceritanya 
kalau ELTY dipegang group lain, Astra misalnya?

Kalau ada yang salah harap dikoreksi ya dan bukan dibantai :p sekali lagi, ini 
cuma pemikiran seorang pemula yang polos.

2012/8/10 Bambang Kansah <[email protected]>

  

Saya setuju dengan pemikiran Pak Hermawan. Saham ELTY  di harga saat ini sudah 
sangat menarik. Sayang sekali, Investor memperlakukan ELTY seperti perusahaan 
yg besok sudah mau bangkrut, padahal banyak proyeknya yg cukup menarik dan 
bakal jadi duit di tahun2 mendatang. 

 

Saya rekomendasi STRONG BUY jika ELTY jatuh lagi ke level 52, apalagi sampai 
Rp. 50. Simpan saja 1 tahun, target nggak usah terlalu muluk, cukup Rp. 160 
dalam setahun ke depan. Kabar baiknya, “PARA PESAKITAN”  yg telah membuang 
harga ELTY di harga atas, akan kembali “memungutnya” di harga bawah (COVER 
SHORT).

 

So, buy ELTY jika turun lagi ke level Rp. 52, apalagi kalo sampai Rp. 50,-.

 

2012/8/9 hermawanliem <[email protected]>

  

assets ELTY: rp17.82 trilyun vs hutang rp: 7.25 trilyun; SANGAT SEHAT SALES 
2012 RP2 TRILYUN FLAT VS 2011; 2013 BISA TERBANG KE 3 TLN ATAU NAIK 50% 
DIBANDING 2012 KARENA EPICENTRUM SEMUA JADI DUIT DAPAT ELTY DI RP53 OK LAH BUAT 
TABUNGAN ANAK... TARGET 3/4 BOOK VALU ATAU RP182/SAHAM




Kirim email ke