Kata CS IPOT setoran awal cuman 100rb Bener ga tuh :) -----Original Message----- From: "hakitrader" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 8 Sep 2012 14:03:50 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Dilema
Ada tidak yg setoran awalnya lebih murah dari 3 juta rp ? DANPAC http://www.danpac.co.id/images/stories/BQOnlinePlugin+Manual.zip minimum deposit hanya 3 juta 3jt - 5 jt fee beli 0.18% jual 0.28% 5jt - 50 jt fee beli 0.15% jual 0.25% 50jt - 100 jt fee beli 0.14% jual 0.24% 100jt - 200 jt fee beli 0.13% jual 0.23% 200jt keatas fee beli 0.12% jual 0.22% ada/gratis amibroker real time eod data plugin, intraday data dan metastock plugin akan menyusul kemudian. ada FA stock screening Hasil Fundamental stock screening dg olt BQONLINE dari Danpac sekuritas dg filter ROE > 20% dan EPS <200 yaitu MLBI GTBO UNVR HMSP IDKM tidak ada autimatic order. ----- Original Message ----- From: Radi P. To: [email protected] Sent: Saturday, September 08, 2012 12:22 AM Subject: [saham] Dilema Kebijakan perusahaan sekuritas yang mempermurah setoran awal untuk menjadi investor di pasar saham (initial deposit)memang menjadi terobosan menggembirakan. Masyarakat tidak perlu repot menyediakan dana hingga puluhan juta rupiah untuk bermain saham. Hal ini juga bakal mempercepat pertumbuhan investor ritel di pasar saham yang sejak beberapa tahun terakhir belum berhasil melewati angka 200.000 akun. Namun, Yanuar Rizky, pengamat pasar modal, mengingatkan banyaknya investor baru itu juga bisa merugikan. Soalnya, investor baru bermodal duit cuma Rp 100.000 itu belum tentu memiliki kemampuan cukup bermain saham. Unsur gambling di pasar modal akan meningkat. "Kalau pas untung tidak masalah, tapi bagaimana kalau investor merugi semua karena pengetahuan kurang memadai," kata Yanuar, Kamis (6/9). Kondisi ini juga bisa mempengaruhi stabilitas pasar modal. Selain itu, murahnya initial deposit ini juga memperlihatkan bahwa perusahaan sekuritas sedang mengejar target keuntungan tanpa memperhatikan nasabah. Semakin banyak nasabah yang bergabung, perusahaan sekuritas bakal mendapatkan komisi dari setiap transaksi dan biaya administrasi bulanan, tanpa memperhatikan nasib nasabah. Apalagi, initial deposit juga terkait manajemen risiko di perusahaan sekuritas. Padahal, manajemen risiko di perusahaan sekuritas sangat mahal. "Kurang pantas, bila initial deposit itu murah," tandasnya. Tak fleksibel Irwan Ariston, pengamat Pasar Modal lain sependapat. Menurutnya, setoran murah dan promo bagi mahasiswa itu adalah kelirudan memberikan mimpi yang tidak benar. "Karena, dengan dana terbatas, kita hanya bisa membeli saham-saham berharga murah, dengan keuntungan tidak seberapa," terangnya. Apalagi bagi kalangan pelajar atau mahasiswa, seharusnya belum layak untuk diajak terjun sebagai investor atau trader di pasar modal. Pelajar semestinya belajar lebih dulu tentang pasar modal. Pembelajaran itu bisa dilakukan melalui akun virtual untuk transaksi saham yang tersedia di berbagai perusahaan sekuritas dan Bursa Efek Indonesia (BEI). "Jangan seret mereka (pelajar dan mahasiswa) ke tempat yang belum saatnya mereka masuk.Kalau gagal, ini bisa menimbulkan sindrom berinvestasi di pasar modal," jelas Irwan. Apalagi, sebenarnya, besaran initial deposit yang ada selama ini,bukanlah penyebab sedikitnya investor di pasar modal. Soalnya, ada lebih dari dua juta warga Indonesia yang memiliki tabungan lebih dari Rp 100 juta di bank. Artinya, dana Rp 10 juta bukanlah masalah besar. "Yang jadi masalah adalah, pembelian saham belum fleksibel, harus beli 1 lot yang berisi 500 unit," kata Irwan. Dengan ketentuan itu, nasabah yang ingin membeli saham bagus, harganya di atas Rp 1.000 per lembar. Jadi, dana Rp 10 juta hanya cukup membeli 2 lot saham. Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak berkomentar terkait masalah ini. Alasannya, soal initial deposit murah membutuhkan diskusi mendalam.
