Beberapa tahun lalu, saya sempat berdebat dengan teman saya Jimmy Junaidy, kami 
suka berdebat, beda pandapat, saling menajamkan, namun tetap berteman baik, dan 
dari perdebatan tersebut timbulah pengertian baru tentang ekonomi.
Salah satu perdebatan kami adalah, apakah kalau uang dicetak = INFLASI ??
Awalnya saya berpendapatn bawha kalau uang dicetak pasti akan terjadi nflasi, 
tapi teman saya yang baik hati ini menjelaskan kepada saya bahwa uang dicetakn 
tidak selalu menimbulkan inflasi, tapi KONSUMSI lah yang menimbulkan inflasi. 
Dan setelah dipikir - pikir lagi bener, bahwa yang buat inflais adalah konsumsi.
Walau tidak ada uang baru yang dicetak tapi kalau masyarakat berbondong - 
bondong keluarin uang dari bank dan beli barang/jasa, maka akan terjadi 
kelangkaan dan harga barang akan ikut naik juga. Sebaliknya walau uang dicetak 
terus meners namun kalau masyarakat tidak menambah konsumsi alias tidka ada 
belanja yang terjadi maka harga barang tidak akan naik.
Hubungan dengan QE adalah,
QE berarti uang baru dicetak. TITIK. itu saja
Tidak ada makna lain dari QE selain uang baru dicetak. Mengenai dampaknya apa, 
tidak ada yang tau, ada beberapa skenario yang saya akan coba paparkan
1. QE akan menyebabkan ekonomi amerika bertumbuh, karena akhirnya uang dari QE 
dibelanjakan masuk ke sektor riil
Dengan bertumbuhnya ekonomi amerka, berarti Earning perusahaan di Dow akan naik 
dan valuasi DOW juga akan meningkat, sehingga investor akan mengalihkan dananya 
dari emerging market dan kemudian kembali ke DOW sehingga BEI pun bisa tumbang 
karena dana asing balik ke US. Dan karena ekonomi pulih, maka harga emas bisa 
tumbang karena USD menguat (ekonomi pulih).
2. QE berarti US dollar dicetak, tapi karena masih ketakutan,tidak ada yang 
membelanjakan uang tersebut , sehingga hanya berputar di sektor keuangan saja
Jika US dolar dicetak dan hanya dibelanjakan di sektor keuangan, berarti 
dampaknya adalah USD akan melemah dan harga komoditas akan meningkat. Sehingga 
dampaknya positif buat BEI karena indonesia adalah negara berbasis komoditas. 
Sehingga saham akan naik, cpo naik, jagung naik, minyak naik dan emas pun naik.
=========
Intinya bagi saya, QE = uang dicetak, itu saja mengenai dampak QE sendiri tidak 
ada yangtau dampaknya bakal bagaimana, apakah sesuai dengan apa yang diharapkan 
ataukan bakal tidka sesuai dengan yang diharapkan. Semua kembalike reaksi 
pasar.  Jadi buat saya, adanya QE atau tidak, hal tersebut tidak penting, yang 
peling penting adalah bagaimana reaksi pasar.
Bayangkan, jika QE tidak ada namun ekonomi pulih sendiri, hal ini tentu lebih 
sehat. QE ada karena bank sentral US belum yakin akan pertumbuhan ekonomi US 
sehingga mereka menerbitkan QE untuk menstimulasi ekonomi. Malah menurut saya 
adanya QE 3 berarti Amerka masih belum keluar dari krisis ekonominya.
Jadi menurut saya ada baiknya jangan terlalu berharap pada QE, lebih baik fokus 
ke saham saja, Kalau kkta terlalu berharap pada QE nanti kita kana terlalu 
terlena sehingga menjadi tidak objektif dalam menilai suatu saham. Lagipula 
tidak ada yang tau, ap[akah pasar akan memanfaatkan momen QE ini sebagai suatu 
aksi profit taking atau gimana, misal banyak yang sudah beli saham pada saat 
DOW di 7000an, pada saat ini QE diluncurkan dan posisi DOW sudah 13.000,mungkin 
saja pada saat DOW naik ke 14.000 dia langsung jualan dan jika dalam jumlah 
bear maka DOW bisa tumbang.
Apapun bisa terjadi di psaar modal, bagi trader, abaikan QE, tetap fokus ke 
saham anda, jangan pedulikan golf, yunani, dow, eropa, hang seng, Bagi 
investor, tetap fokus ke valuasi saham dan bisnis perusahaan, selama bisnisnya 
OK, wlaau tanpa QE tetap hold saham anda. Dan jika dengan QE tiba - tibaa saham 
anda naik jauh melebihi valuasi wajarnya tidak ada salahnya untuk menjual dulu.
Disclaimer On


http://bei5000.com/2012/09/15/qe3-saham-naik/

 
bei5000.com
http://www.facebook.com/rhliembono 

twritter : @bei5000

Kirim email ke