http://bei5000.com/2012/06/25/rencana-investasi-dan-trading-jangka-panjang2/ 

Melanjutkan tulisan saya yang lalu tentang rencana investasi dan trading jangka 
panjang edisi pertama, kali ini saya akan mencoba melanjutkan. Jika di edisi 
pertama lebih ditekankan pada kondisi, jika saham yang telah di investasikan 
telah mencapai bahakn melebihi target awal, dan kemudian ditradingakn, kali ini 
akan sebaliknya. Sebaliknya, bukan berarti berlawanan.
Di edisi kali ini kita akan lebih banyak membahas tentang hasil trading yang 
kemudian di investasikan. Atau mungkin sebagian hasil trading dibuat menjadi 
modal untuk trading berikutnya dan sebagian lagi dibelikan saham untuk 
investasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko trading. Misal seperti pada 
edisi pertama dana untuk trading adalah Rp. 50.000.000 dengan target keuntungan 
adalah 30%. Strategi yang saya pikir bagus adalah ketika target sudah tercapai, 
maka dana hasil trading bisa dipindahkan menjadi dana untuk investasi.
Misalnya dari Rp. 50.000.000 akan berkembang menjadi RP. 65.000.000 (untung 
30%), maka dari keuntungan yang RP. 15.000.000 dialokasikan Rp. 10.000.000 
untuk dibelikan saham investasi dan sisanya dibuat tambahan modal trading. 
Seperti diagram di bawah ini :Trading to Invest
Salah satu tujuan dari strategi ini adalah untuk melindungi dana dari kegagalan 
trading. Karena seperti kita ketahui, dari segi resiko, trading memiliki resiko 
yang lebih besar daripada investasi. Sehingga diperlukan strategi untuk 
melindungi hasil trading. Dan saya pikir, selain langsung dibelikan saham untuk 
investasi, hasil trading bisa juga disimpan dalam bentuk tabungan, deposito 
atau obligasi, menunggu saat yang tepat untuk investasi besar, misal pada saat 
pasar crash. sehingga diagram di atas dimodifikasi menjadi seperti diagram di 
bawah ini :Trading to Invest
Ketika sudah cuan dari trading, tidak harus langsung membeli saham untuk 
investasi, namun lihat – lihat keadaan dulu. Apakah saat itu memang ada saham 
yang murah dan layak untuk dijadikan investasi atau tidak. Kalau tidak ada atau 
belum ada, lebih baik wait and see dulu dan dana diletakan di deposito atau 
obligasi menunggu waktu yang tepat untuk ber investasi. Dan biasanya dalam 
setahun ada satu saat biasa sebulan atau seminggu dimana pasar paling tidak 
turun 10% hingga 20% dan disitulah menjadi momen buat investasi. Namun jika 
sudah menjual saham untuk trading dan memang lagi ada saham yang murah, tidak 
ada salahnya juga untuk langsung melakukan investasi.
Dari diagram di edisi pertama dan kedua ini bisa digambungkan menjadi seperti 
di bawah ini :Investasi Trading
Bisa dilihat pada diagram di atas bahwa investasi anda akan mempunya dua sumber 
dana yaitu dari trading dan dari perputaran hasil investasi itu sendiri. Yang 
menjadi harapan saya dari sistem di atas adalah, ketika investasi sukses, 
hasilnya bisa lebih maksimal dengan cara ditradingkan (let the profit run) dan 
bukannya langsung dijual. Walau jika langsung dijualpun tetap menghasilkan. Dan 
dari hasil trading akan menghasilkan cash untuk investasi. Sehingga hasil dari 
trading tetap terlindungi (ada pengaman). Mengenai rasionya (berapa hasil 
trading yang diubah menjadi investasi dan berapa rasio untuk trading lagi), itu 
semua tergantung pribadi masing – masing. Kalaupun ada yang ingin mengubah 
seluruh hasil trading menjadi investasi (modal trading tidak akan berubah namun 
investasi terus bertambah) itu juga hal yang positif.
Saya pribadi hingga saat ini belum menentukan rasio yang pasti berapa yang akan 
saya ubah dari hasil trading menjadi investasi, masih terus belajar tentang hal 
ini juga..
 
bei5000.com
http://www.facebook.com/rhliembono 

twritter : @bei5000

Kirim email ke