Mantap sharingnya Bro

~CDV~

*what u think, is who you become*
On Sep 21, 2012 4:50 PM, "Hendrik Limbono" <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> Akumulasi distribusi News
> http://bei5000.com/2012/08/06/akumulasi-distribusi-news/
> melalui percakapan dengan salah seorang sahabat, akhirnya muncul dua
> pertanyaan yang menurut saya mewakili banyak pelaku pasar juga, yang pada
> kesempatan kali ini akan coba saya jawab :
> *1.* Kalau hukum ekonomi yg mendasar adalah:
> Permintaan lebih banyak dari penawaran, maka harga naik.
> Penawaran lebih banyak dari pada kebutuhan, maka harga turun.
> Tetapi karena terlalu banyak manipulasi dalam insider trading, maka hukum
> tsb tidak lagi berlaku.
> *Pertanyaan saya, apakah ada indikator yang menjelaskan benar2 kapan sih
> sebenarnya BD lg akumulasi atau lg distribusi? *
> Harga naik kdg saat mrk distribusi, shg traders kecil makan “muntahannya”
> mereka.
> Sementara harga turun dalam, justru BD sdg akumulasi, makan “CL”nya
> traders kecil. Kasihan kan?
> Jadi…adakah indikator, software atau platform sekuritas apa yg memberikan
> “pembacaan” dg jelas, spt ramalan cuaca misalnya..:))
>
> Jawaban :
> Tidak ada indikator yang benar – benar bisa menjelaskan, kapan BD lagi
> akumulasi atau distribusi.
> Namun salah satu petunjuk yang saya pakai adalah BID dan OFFER
> **[image: ARNA BID 
> OFFER]<http://bei5000.com/wp-content/uploads/2012/08/arnabidofffer.jpg>
> **ARNA BID OFFER****
> Bida dilihat pada gambar di atas, (klik untuk memperjelas).
> Di forum member pada tanggal 5 July 2012, pada saat harga ARNA turun 10
> rupiah ke 800, saya posting bid-offer ARNA ke forum khusus member di FB
> (forum *Member BEI5000*) dimana saat saya posting harga ARNA turun 10
> rupiah ke 800 sementara posisi Bid Offer jomplang lebih berat ke offer.
> Dimana Offer di harga 810 ada 2347 lot sementara bid di 800 hanya 285 lot,
>  Bukan sata di tingkat pertama , namun hingga tingkat 5, posisi offer jauh
> lebih besar daripada BID.
> Setelah di posting, beberapa waktu kemudian, harga ARNA naik ke 820 dan
> hari itu juga ditutup di 810. Sementara posisi saat ini harga ARNA naik ke
> 920, bahkan sempat menuju ke 970. Atau sempat  naik 21% dari posisi 800
> saat di posting di forum member bei5000.
> “BANDAR” mengetahui bahwa rata – rata orang berpikie bahwa jika permintaan
> (bid) tinggi maka harga akan naik, dan jika penawaran (offer) tinggi maka
> harga akan turun karena dari SMP kita sudah diajari mengenai hukum
> permintaan penawaran dimana jika permintaan tinggi dan penawaran rendah
> maka hraga akan naik dan jika permintaan rendah dan penawarantinggi maka
> harga akan turun.
> Ini benar, hukum supply demand (permintaan penawarab) ini tidaklah salah.
> Namun yang terjadi di pasar saham tidak selalu demikian. Bandar sudah tau
> bahwa banyak yang berpikir demikian. Sehingga mereka membalikan nya. Dari
> pengalaman yang saya alami, jika BID jauh lebih besar daripada offer, maka
> cenderung harga akan turun dan jika offer jaug lebih besar daripada bid
> maka harga cenderung naik.
> Tujuannya adalah, jika BID besar maka banyak pelaku pasar yang takut tidak
> mendapat barang sehingga banyak yang akhirnya beli di offer (hajar kanan)
> karena takut tidka dapat barang. Sementar akalau offer besar maka banyak
> pelaku pasar akhirnya menyerah dan jual di kiri (jual diharga bid) karena
> takut kalau antri jual di kanan (offer) maka tidak akan laku.
> Bandar sudah tau hal ini sehingga seringkali BID dipertebal untuk
> memancing trader beli di harga offer dan Offer dipertebal untuk memancing
> trader jual di harga bid atau bahkan untuk manakut – nakuti trader yang
> ingin masuk ke saham tersebut.
> Disini kita gunakan akal sehat dan logika sederhana aja.
> Kalau ada orang atau suatu institusi punya dana besar , dia pengen beli
> saham, kemungkinan besar dia tidak akan beli di harga BID dan akan
> keliatan, misal dia bid 10 ribu lot, otomatis akan sangat kelihatan kalau
> ada yang  mau beli dalam jumlah besar, pasti pelaku pasar yang lain tidak
> akan jual murah ke si pembeli besar tersebut (maunya jual mahal). Kalau
> orang tersebut atau institusi tersebut punya dana besar lebih cenderung
> mereka akan hajar kanan langsung atau belinya diam – diam dalam rentang
> waktu tertentu,  tidak akan pasang bid besar (resiko ketahuan besar juga)
> Dan sebaliknya kalau ada yang punya barang dalam jumlah banyak  dan ingin
> menjualnya, maka kemungkinan besar dia tidak pasang di offer, sebab akan
> ketahuan kalau ada pemain besar yang ingin keluar dan pasar akan kalang
> kabut serta menjual di harga kiri sehingga si pemain besar tidak keluar,
> salah satu cara pemain besar keluar adalah dengan keluar pelan – pelan
> tanpa ketahuan atau langsung hajar kiri tanpa memberi pelaku pasar lain
> waktu untu keluar.
> Jadi tidak masuk di akal jika ada yang  mau beli barang dalam jumlah
> banyak pasang bid besar, tidak akan ada yang mau jual ke dia (maunya jual
> mahal karena tau ada yang mau beli dalam jumlah banyak)
> juga tidak masuk akal jika ada yang mau jual barang dalam jumlah besar
> pasar offer besar (tidak akan ada yang mau beli dari dia, kabur duluan)
> Dari hidup sehari – hari juga bisa kita pelajari,
> Misal kita tinggal di suatu kompleks perumahan, kemudian ketahuan ada
> pengembang besar yang ingin membangun mall di rumah tempat  kita tinggal.
> apakah pengembang itu akan melakukan pengumuman bahwa kompleks kita akan
> dijadikan mall ??? saya yakin tidak, karena pasti penghuni kompleks akan
> ramai – ramai tidak mau jual dengan tujuan agar si pengembang mau menaikan
> harga. Sehingga pastilah si pengembang beli diam – diam tanpa ada yang tau.
> *Kalau main poker ini namanya teknik GERTAKAN / Bluffing.*
> *Di saham juga gitu, anda bisa digertak untuk langsung hajar kanan atau
> anda digertak juga buat buang barang di kiri.  *
> metode ini bukan ilmu pasti namun ada sedikit sisi benarnya, dan beberapa
> kali saya pakai cukup terbukti ketika offer besar, saya masuk, harga malah
> naik
> pada saar bid besar saya masuk, malah harga turun terus.
>
> *2. Bagaimana menanggapi news?*
> News banyak yang menyesatkan.
> News apa yang perlu diperhatikan?
> Koran mana yg bisa dipegang beritanya?
> Jawaban :
> Tahukah anda, saya sama sekali tidak ada langganan koran bisnis, 1 pun
> tidak,. pernah langganan tapi tidak pernah dibaca, isteri jadi marah2,
> akhirnya dihentikan.
> *Cara menanggapi news :*
> Berita buruk = berita buruk,
> berita bagus = berita buruk (mulai hati – hati),
> tidak ada berita tapi harga saham naik terus, inilah berita baik yang
> sesungguhnya
> tidak ada berita tapi harga saham turun terus,inilah berita buruk yang
> sesungguhnya
> *News apa yang perlu diperhatikan :*
> ketika anda pegang suatu saham, perhatikan berita tentang saham tersebut,
> misal saham yang anda pegang harganya sudah naik banyak dan tiba – tiba
> muncul berita baik, itulah saatnya anda mulai hati – hati, tidak harus
> langsung menjjual sahamnya namun mulai hati – hati aja.
> Contoh kasus yang buat member adalah BEST. Member mulai beli BEST sejak
> harganya 530-540,  setelah itu tanpa berita apapun, harga BEST naik ke
> 600. belum ada yang jual, kemudian tiba – tiba muncul berita bahwa laba
> BEST naik 311%, langsung harga BEST naik ke 630, kami jual di 620, hingga
> saat ini sudah seminggu lebih harga BEST stagnan di 600-620, tidak naik
> lagi, berbeda dengan keadaan tanpa berita harga BEST naik dari 530 hingga
> ke 600.
> *Koran mana yg bisa dipegang beritanya?*
> Jangan pernah percaya pada koran, bukan berarti bahwa koran menampilkan
> berita bohong, sesuai dengan kode etik jurnalistik, seharusnya jurnalis
> tidak menampilkan berita yang belum jelas kebenarannya. Namun ketika berita
> sudah muncul di koran, biasanya dampak ke harga saham sudah adjusting.
> Misal dalam kasus BEST, laba BEST naik 311%, naun harga saham BEST sendiri
> sudah naik dari IPO di 150 sudah naik di harga 600 barulah muncul berita
> bahwa laba naik 311%. Hal ini seara akal sehat patut dipertanyakan. kenapa
> setalah harga sahamnya naik 300% barulah beritanya muncul bahwa laba naik
> 311%
> oleh sebab itu untuk banyak kasus di saham, saya memutuskan untuk
> MENGABAIKAN SEMUA BERITA
> Contoh kasus lagi, TBIG
> masih ingat saya rekomen TBIG di 3400??
> Bahkan buat member di 3100
> http://bei5000.com/2012/07/09/update-tbig-972012/
> pertanyaannya adalah, kenapa setelah TBIG naik ke 4200 barulah muncul
> berita :
> TBIG rampungkan akusisisi 2500 menara ISAT ;
>
> http://investasi.kontan.co.id/news/tbig-rampungkan-akuisisi-2.500-menara-isat/2012/08/03
> TBIG net profit up 31%
> http://english.kontan.co.id/news/tbigs-net-profit-up-31/2012/08/02
> Transaksi tuntas ISAT pegang 5% saham TBIG
>
> http://finance.detik.com/read/2012/08/03/110516/1982246/6/transaksi-menara-tuntas-indosat-pegang-5-saham-tbig
> Penasaran???
> bingung kenapa??
> jangan bingung…
> cukup tutup telinga anda terhadap segala berita….
> tujuan utamanya bukan bahwa berita itu salah, bohong atau dimaniuplasi
> bandar, saya percaya pers di indonesia memiliki integritas yang tinggi.
> tujuan utama menutup telinga terhadap segala berita adalah agar dalam
> mengambil keputusan, kita bisa disiplin dan tegas, serta tidak terombang
> ambingkan oleh berbagai pemberitaan. Mau CL, sudah saatnya CL tapi berita
> bagus muncul, alhasil tidak jadi cl
>
> disclaimer on
>
> bei5000.com
> http://www.facebook.com/rhliembono
> twritter : @bei5000
>  
>

Kirim email ke