Pak Hendrik, Thank You..... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: Hendrik Limbono <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Sep 2012 02:48:24 To: Dolgado-mIlis<[email protected]>; [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Akumulasi distribusi News Akumulasi distribusi News http://bei5000.com/2012/08/06/akumulasi-distribusi-news/ melalui percakapan dengan salah seorang sahabat, akhirnya muncul dua pertanyaan yang menurut saya mewakili banyak pelaku pasar juga, yang pada kesempatan kali ini akan coba saya jawab : 1. Kalau hukum ekonomi yg mendasar adalah: Permintaan lebih banyak dari penawaran, maka harga naik. Penawaran lebih banyak dari pada kebutuhan, maka harga turun. Tetapi karena terlalu banyak manipulasi dalam insider trading, maka hukum tsb tidak lagi berlaku. Pertanyaan saya, apakah ada indikator yang menjelaskan benar2 kapan sih sebenarnya BD lg akumulasi atau lg distribusi? Harga naik kdg saat mrk distribusi, shg traders kecil makan “muntahannya” mereka. Sementara harga turun dalam, justru BD sdg akumulasi, makan “CL”nya traders kecil. Kasihan kan? Jadi…adakah indikator, software atau platform sekuritas apa yg memberikan “pembacaan” dg jelas, spt ramalan cuaca misalnya..:)) Jawaban : Tidak ada indikator yang benar – benar bisa menjelaskan, kapan BD lagi akumulasi atau distribusi. Namun salah satu petunjuk yang saya pakai adalah BID dan OFFERARNA BID OFFER Bida dilihat pada gambar di atas, (klik untuk memperjelas). Di forum member pada tanggal 5 July 2012, pada saat harga ARNA turun 10 rupiah ke 800, saya posting bid-offer ARNA ke forum khusus member di FB (forum Member BEI5000) dimana saat saya posting harga ARNA turun 10 rupiah ke 800 sementara posisi Bid Offer jomplang lebih berat ke offer. Dimana Offer di harga 810 ada 2347 lot sementara bid di 800 hanya 285 lot, Bukan sata di tingkat pertama , namun hingga tingkat 5, posisi offer jauh lebih besar daripada BID. Setelah di posting, beberapa waktu kemudian, harga ARNA naik ke 820 dan hari itu juga ditutup di 810. Sementara posisi saat ini harga ARNA naik ke 920, bahkan sempat menuju ke 970. Atau sempat naik 21% dari posisi 800 saat di posting di forum member bei5000. “BANDAR” mengetahui bahwa rata – rata orang berpikie bahwa jika permintaan (bid) tinggi maka harga akan naik, dan jika penawaran (offer) tinggi maka harga akan turun karena dari SMP kita sudah diajari mengenai hukum permintaan penawaran dimana jika permintaan tinggi dan penawaran rendah maka hraga akan naik dan jika permintaan rendah dan penawarantinggi maka harga akan turun. Ini benar, hukum supply demand (permintaan penawarab) ini tidaklah salah. Namun yang terjadi di pasar saham tidak selalu demikian. Bandar sudah tau bahwa banyak yang berpikir demikian. Sehingga mereka membalikan nya. Dari pengalaman yang saya alami, jika BID jauh lebih besar daripada offer, maka cenderung harga akan turun dan jika offer jaug lebih besar daripada bid maka harga cenderung naik. Tujuannya adalah, jika BID besar maka banyak pelaku pasar yang takut tidak mendapat barang sehingga banyak yang akhirnya beli di offer (hajar kanan) karena takut tidka dapat barang. Sementar akalau offer besar maka banyak pelaku pasar akhirnya menyerah dan jual di kiri (jual diharga bid) karena takut kalau antri jual di kanan (offer) maka tidak akan laku. Bandar sudah tau hal ini sehingga seringkali BID dipertebal untuk memancing trader beli di harga offer dan Offer dipertebal untuk memancing trader jual di harga bid atau bahkan untuk manakut – nakuti trader yang ingin masuk ke saham tersebut. Disini kita gunakan akal sehat dan logika sederhana aja. Kalau ada orang atau suatu institusi punya dana besar , dia pengen beli saham, kemungkinan besar dia tidak akan beli di harga BID dan akan keliatan, misal dia bid 10 ribu lot, otomatis akan sangat kelihatan kalau ada yang mau beli dalam jumlah besar, pasti pelaku pasar yang lain tidak akan jual murah ke si pembeli besar tersebut (maunya jual mahal). Kalau orang tersebut atau institusi tersebut punya dana besar lebih cenderung mereka akan hajar kanan langsung atau belinya diam – diam dalam rentang waktu tertentu, tidak akan pasang bid besar (resiko ketahuan besar juga) Dan sebaliknya kalau ada yang punya barang dalam jumlah banyak dan ingin menjualnya, maka kemungkinan besar dia tidak pasang di offer, sebab akan ketahuan kalau ada pemain besar yang ingin keluar dan pasar akan kalang kabut serta menjual di harga kiri sehingga si pemain besar tidak keluar, salah satu cara pemain besar keluar adalah dengan keluar pelan – pelan tanpa ketahuan atau langsung hajar kiri tanpa memberi pelaku pasar lain waktu untu keluar. Jadi tidak masuk di akal jika ada yang mau beli barang dalam jumlah banyak pasang bid besar, tidak akan ada yang mau jual ke dia (maunya jual mahal karena tau ada yang mau beli dalam jumlah banyak) juga tidak masuk akal jika ada yang mau jual barang dalam jumlah besar pasar offer besar (tidak akan ada yang mau beli dari dia, kabur duluan) Dari hidup sehari – hari juga bisa kita pelajari, Misal kita tinggal di suatu kompleks perumahan, kemudian ketahuan ada pengembang besar yang ingin membangun mall di rumah tempat kita tinggal. apakah pengembang itu akan melakukan pengumuman bahwa kompleks kita akan dijadikan mall ??? saya yakin tidak, karena pasti penghuni kompleks akan ramai – ramai tidak mau jual dengan tujuan agar si pengembang mau menaikan harga. Sehingga pastilah si pengembang beli diam – diam tanpa ada yang tau. Kalau main poker ini namanya teknik GERTAKAN / Bluffing. Di saham juga gitu, anda bisa digertak untuk langsung hajar kanan atau anda digertak juga buat buang barang di kiri. metode ini bukan ilmu pasti namun ada sedikit sisi benarnya, dan beberapa kali saya pakai cukup terbukti ketika offer besar, saya masuk, harga malah naik pada saar bid besar saya masuk, malah harga turun terus. 2. Bagaimana menanggapi news? News banyak yang menyesatkan. News apa yang perlu diperhatikan? Koran mana yg bisa dipegang beritanya? Jawaban : Tahukah anda, saya sama sekali tidak ada langganan koran bisnis, 1 pun tidak,. pernah langganan tapi tidak pernah dibaca, isteri jadi marah2, akhirnya dihentikan. Cara menanggapi news : Berita buruk = berita buruk, berita bagus = berita buruk (mulai hati – hati), tidak ada berita tapi harga saham naik terus, inilah berita baik yang sesungguhnya tidak ada berita tapi harga saham turun terus,inilah berita buruk yang sesungguhnya News apa yang perlu diperhatikan : ketika anda pegang suatu saham, perhatikan berita tentang saham tersebut, misal saham yang anda pegang harganya sudah naik banyak dan tiba – tiba muncul berita baik, itulah saatnya anda mulai hati – hati, tidak harus langsung menjjual sahamnya namun mulai hati – hati aja. Contoh kasus yang buat member adalah BEST. Member mulai beli BEST sejak harganya 530-540, setelah itu tanpa berita apapun, harga BEST naik ke 600. belum ada yang jual, kemudian tiba – tiba muncul berita bahwa laba BEST naik 311%, langsung harga BEST naik ke 630, kami jual di 620, hingga saat ini sudah seminggu lebih harga BEST stagnan di 600-620, tidak naik lagi, berbeda dengan keadaan tanpa berita harga BEST naik dari 530 hingga ke 600. Koran mana yg bisa dipegang beritanya? Jangan pernah percaya pada koran, bukan berarti bahwa koran menampilkan berita bohong, sesuai dengan kode etik jurnalistik, seharusnya jurnalis tidak menampilkan berita yang belum jelas kebenarannya. Namun ketika berita sudah muncul di koran, biasanya dampak ke harga saham sudah adjusting. Misal dalam kasus BEST, laba BEST naik 311%, naun harga saham BEST sendiri sudah naik dari IPO di 150 sudah naik di harga 600 barulah muncul berita bahwa laba naik 311%. Hal ini seara akal sehat patut dipertanyakan. kenapa setalah harga sahamnya naik 300% barulah beritanya muncul bahwa laba naik 311% oleh sebab itu untuk banyak kasus di saham, saya memutuskan untuk MENGABAIKAN SEMUA BERITA Contoh kasus lagi, TBIG masih ingat saya rekomen TBIG di 3400?? Bahkan buat member di 3100 http://bei5000.com/2012/07/09/update-tbig-972012/ pertanyaannya adalah, kenapa setelah TBIG naik ke 4200 barulah muncul berita : TBIG rampungkan akusisisi 2500 menara ISAT ; http://investasi.kontan.co.id/news/tbig-rampungkan-akuisisi-2.500-menara-isat/2012/08/03 TBIG net profit up 31% http://english.kontan.co.id/news/tbigs-net-profit-up-31/2012/08/02 Transaksi tuntas ISAT pegang 5% saham TBIG http://finance.detik.com/read/2012/08/03/110516/1982246/6/transaksi-menara-tuntas-indosat-pegang-5-saham-tbig Penasaran??? bingung kenapa?? jangan bingung… cukup tutup telinga anda terhadap segala berita…. tujuan utamanya bukan bahwa berita itu salah, bohong atau dimaniuplasi bandar, saya percaya pers di indonesia memiliki integritas yang tinggi. tujuan utama menutup telinga terhadap segala berita adalah agar dalam mengambil keputusan, kita bisa disiplin dan tegas, serta tidak terombang ambingkan oleh berbagai pemberitaan. Mau CL, sudah saatnya CL tapi berita bagus muncul, alhasil tidak jadi cl disclaimer on bei5000.com http://www.facebook.com/rhliembono twritter : @bei5000
