Terimakasih atas jawabannya Pak Desmond...clear...

Sent from my iPad

On Nov 30, 2012, at 9:28 PM, Desmond Wira <[email protected]> wrote:

> Benar Pak Satriyo
> Sebisa mungkin jangan melaut kalau tidak ada angin di belakang layar, kecuali 
> naik perahu motor hehehe
> 
> Gambaran market ini lyang sy maksud lebih garis besar
> Konsep market=indeks lebih cocok diterapkan pada saham yang mengekor indeks, 
> misalnya blue chips atau yang beta tinggi
> Nekat melaut di saat badai jelas susah dapat ikan, walaupun tetap ada ikan 
> yang nampak, dijamin emosi kita sedikit banyak akan terpengaruh oleh kondisi 
> badai, istilahlah melaut sambil merinding, hasilnya juga tidak optimal.
> 
> Sedangkan untuk konsep market=individual saham, tetap bisa diterapkan, karena 
> bagaimanapun bearish market, tetap ada sebagian kecil saham yang nyeleneh 
> uptrend sendiri
> Kalau saya menghadapi saham begini, biasanya saya ambil big picturenya masih 
> major uptrend, kalau masih biarpun IHSG jeblok saya masih berani masuk
> 
> Konsep market=indeks itu paling kentara kalau kondisi ekonomi sedang 
> parah-parahnya, waktu krismon, mulai dari bluechip, second liner ancur semua
> Kalau market masih seperti sekarang, sebetulnya masih belum bearish banget, 
> masih bisa ada sebagian kecil saham yang upternd
> 
> regards
> Desmond Wira
> 
> 
> From: Satriyo Pranoto <[email protected]>
> To: [email protected] 
> Sent: Friday, November 30, 2012 7:58 PM
> Subject: Re: [saham] Elemen Penentu Kesuksesan Trading
> 
>  
> Terimakasih jawabannya Pak Desmond...
> Terus terang saya bertanya karena Market ini juga muncul dalam CANSLIM-nya 
> William J O'Niel
> Juga ada dalam bukunya Jesse...bahkan Jesse menyatakan jangan masuk kalo wind 
> is not at your back...
>  
> Cuma masih kurang yakin apakah Market ini ekuivalen dgn indeks. Th 1900-an 
> saya kira Dow Jones Moving Average belum dihitung scr otomatik yang datanya 
> bisa muncul real time per tick spt skrg. Shg saya ragu, jangan2 yg disebut 
> market adalah per saham sendiri...Tidak spt skrg, IHSG per tick langsng 
> muncul real time..dan ada orang2 yg kabur saat intraday tick menunjukkan 
> tanda bahaya.
>  
> Karena dalam kondisi IHSG dalam trading range, kita perhatikan masih ada 
> saham2 yg uptrend kuat. Shg, harusnya melaut masih boleh.
> Kalo benar yg disebut market adalah individual saham, itu akan menjadi 
> pembeda dalam strategi trading....
>  
> Bagaimana trading wisdom menurut pak Desmond?
>  
> salam,
> satriyo
> 
> 2012/11/30 Desmond Wira <[email protected]>
>  
> Sebenarnya saya lebih memandang Market itu sebagai faktor eksternal
> Kalau Method, Mind, dan Money kan internal diri kita sendiri
> Paling gampang memang memandang faktor eksternal tersebut dalam bentuk indeks 
> seperti IHSG, itu boleh saja, bukan individual saham yang saya maksud
> 
> regards
> Desmond Wira
> 
> From: Satriyo Pranoto <[email protected]>
> To: [email protected] 
> Sent: Friday, November 30, 2012 3:35 PM
> Subject: Re: [saham] Elemen Penentu Kesuksesan Trading
> 
>  
> Pak Desmond,
> Saya ingin bertanya pada item ke empat yaitu "market".
> Sebenarnya yg dimaksud market itu, apakah indeks? misal IHSG, atau DJI?
> Atau per individual saham?
>  
> salam,
> Satriyo
> 2012/11/30 Desmond Wira <[email protected]>
>  
> Silakan dibaca artikel terbaru yang saya tulis 
> 
> ELEMEN PENENTU KESUKSESAN TRADING
> Meskipun trading dapat dilakukan di pasar yang berbeda, seperti saham atau 
> forex, di jangka waktu yang berbeda, dan dengan teknik yang berbeda, ada satu 
> benang merah yang mengikat semua trader yang berhasil: ELEMEN PENENTU 
> KESUKSESAN TRADING. Semua trader yang secara konsisten menghasilkan profit 
> mematuhi elemen-elemen tersebut, terlepas dari perbedaan pasar, jangka waktu, 
> dan teknik. Lalu apa yang membuat seorang trader berhasil? 
> 
> Baca selengkapnya di 
> Versi bahasa Indonesia http://t.co/zwd7GABE
> Versi bahasa Inggris http://t.co/ubqFvuv0
> 
> regards
> Desmond Wira
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke