Di negara2 maju pun, matauangnya tidak dibiarkan terlalu bebas bergerak keluar dari batas toleransi bank sentralnya, bukan pemerintah seperti yg anda sebutkan.
Kalau USD terlalu menguat ke mata uang tertentu apakah itu euro atau poundsterlin atau yen misalkan, maka bang sentral AS akan melakukan intervensi. Demikian juga bila terlalu melemah, akan diintervensi juga. Jadi, kalau ada intervensi, itu bukan karena bank sentralnya terlalu munafik apalagi pemerintahnya munafik, tapi lebih bank sentral merasa nilai mata uangnya tersebut di pasar sudah lebay yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian negaranya tersebut. Di batas mana yg bisa ditoleransi, orang2 bank sentralah yg lebih tahu dari kita2 ini yg pengetahuan kita dan data yg kita miliki sangat minim ketimbang orang2 bank sentral. Kita merasa diri pintar dan lebih tahu dari orang lain, oke2 saja. Tapi sampai memastikan bahwa orang lain ngga tahu apa2 dan hanya kita yg paling tahu akan segalanya apalagi utk hal yg tidak begitu kita kuasai, bagi saya rasanya gimana gitu. Mending kita sebatas beropini saja tanpa harus menghakimi pihak lain apalagi atas hal yg kita tidak kuasai betul dan tidak memiliki data yg cukup. Sekedar masukan saja untu mengajak berpikir lebih konstruktif. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Dec 7, 2012, at 9:14 PM, "kangduren" <[email protected]> wrote: > tenkiu masukannya bung IAN :peace: > maksud horee di sini, krn pemerintah terlalu munafik, dolar diintervensi > terus biar ga keliatan ekonomi bobrok, krn pejabat2nya ga ada logika yg > sehat, harga makanan naik melebihi kewajaran dibilng wajar dll. > hatta radjasa misalnya : bilang dolar awal tahun bisa di bawah 9000, jg dia > bilang ga percaya neo-liberalisme bisa berhasil di indo, nyatanya > neo-liberalisme itu sudah ada di indo, kasus neo-liberalisme itu spt mortgage > di amrik, perumahan di eropa/ yunani, dst. > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > wrote: >> >> Bagi saya pribadi, sebenarnya masih oke2 saja orang pegang dolar untuk >> kepentingan tertentu. Punya view negatif terhadap rupiah juga bagi saya >> masih oke2 saja. Tapi ketika lalu bergembira karena rupiah melemah dengan >> berkata hore, rasanya jadi gimana gitu. Masa sih kita berteriak hore di >> atas kesusahaan banyak orang/negara? :) >> >> Ini hanya kritikan konstruktif dari saya saja semoga >> kangduren@... sedikit meredam kegembiraannya, setidaknya >> cukuplah untuk diri sendiri >> saja, tidak perlu diungkapkan ke umum kegembiraan yg sifatnya di atas >> penderitaan/kesusahan bangsa/masyarakat. >> >> Kita sama2 belajar saja ya, saya pun juga masih belajar dan suka melakukan >> kesalahan juga. :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2012/12/7 <dj_ohant@...> >> >>> ** >>> >>> >>> Emang kok malah ngarepin yg jelek2 terjadi di republik ini demi keuntungan >>> dia seorang...yg mungkin juga ga seberapa.... >>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone >>> ------------------------------ >>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> >>> *Sender: * [email protected] >>> *Date: *Fri, 7 Dec 2012 17:04:39 +0700 >>> *To: *<[email protected]> >>> *ReplyTo: * [email protected] >>> *Subject: *Re: [saham] dolar kenape tuh :D >>> >>> >>> >>> Kalau katanya Lo Kheng Hong (LKH) di seminar awal Oktober 2012 lalu yg >>> >>> diselenggarakan harian Kontan, LKH tidak mau beli/simpan dolar karena >>> orang yang simpan dolar baginya seperti penghianat bangsa. Kenapa LKH >>> mengkategorikan demikian? >>> Jawabnya lagi karena kalau orang pegang dolar, biasanya doanya atau >>> harapannya jelek2. Orang tersebut akan senang kalau terjadi hal2 yang >>> buruk di Indonesia. Misalkan terjadi kerusuhan, terjadi >>> ketidakstabilan politik, terjadi kekacauan, ekonomi Indonesia merosot, >>> dst. Jadi, orang pegang dolar biasanya doanya atau harapannya jelek2 >>> yg kalau kejadian mereka akan senang. >>> >>> LKH memilih menjadi investor saham. Hal ini karena kalau membeli >>> saham, maka dia memberikan pekerjaan ke banyak orang, membuka lapangan >>> pekerjaan ke banyak orang. Perusahaan untung, bayar pajak, maka >>> baginya investor turut andil menjadi pembayar pajak. LKH merasa >>> menjadi pembayar pajak yang besar dari saham2/perusahaan yang dia >>> miliki lewat kepemilikan saham di portonya. Sehingga LKH bilang, >>> investor saham itu adalah pahlawan bangsa. >>> >>> Tadinya saya tertawa saja mendengar penjelasan Lo Kheng Hong soal >>> pemegang dolar, tapi melihat komentar di bawah, koq ada benarnya juga >>> ya komentarnya LKH. :) >>> >>> jabat erat, >>> Irwan Ariston Napitupulu >>> >>> 2012/12/7 kangduren <kangduren@...>: >>>> padahal dolar sempet jebol support loh 959xx, skr melonjak jebol >>> resitance 97xx, horeee....... >>>> :D >>>> >>>> >>>> >>>> ------------------------------------ >>>> >>>> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. >>>> >>>> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN >>> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL >>> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK >>> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. >>>> >>>> [email protected] untuk berhenti dari milis saham >>>> [email protected] untuk bergabung ke milis saham >>>> Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
