Salam semua ! saya tetap dalam pencarian jawaban
yang tentunya untuk saya yakini dalam diri saya
sendiri..
sebenernya saya sungkan menaggapi email dari orang
gila tapi apalah arti sebuah nama..
begitu banyak kata begitu banyak kalimat begitu banyak
pengertian dan yang menghawatirkan saya adalah pada
akhirnya nanti begitu banyak teori... semoga tidak.
saya tidak pernah menghitung berapa lama pertanyaan
itu tetap "update" di milis karena tentu saja
pertanyaan itu akan ada selama peradapan
manusia..menurut saya.
seperti yang saya bilang diatas bahwa saya mencari
jawaban untuk keyakinan diri saya sendiri..maka saya
ingin menanyakan apakah anda yakin dengan pernyataan
anda? tentu saja anda jawab 'yakin donk' ! tapi untuk
orang orang yang berfikir pernyataan pernyatan anda
menimbulkan pertanyaan baru.. dan saya termasuk
orang yang penuh pertanyaan.
apakah sudah disiapkan jawaban atas pertnyaan
berilkutnya?
jemebahi.
>
> Assalamualaikum!
>
>
>
> Mmmh� langsung saja;
>
>
>
> Jeme mahi: Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan
> sangat bodoh...tapi saya merasa
> semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya
> ..walaupun saya tidak akan
> memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga
> tidak
>
>
>
> Jem� Bukan pertanyaan bodoh kalau tak ada yang bisa
> menjawabnya. Terhitung sejak anda pertama
> mengirimkannya (6 April) hingga ada yang mau sekadar
> menanggapinya dengan ajakan untuk mendiskusikannya
> hari ini (30 April 2005), itu berarti usia
> pertanyaan ini di milis ini sudah sekitar hampir 2
> minggu bukan?
>
>
>
> Lalu, apakah betul ini pertanyaan bodoh? Ataukah
> kita semua terlalu bodoh sehingga tidak bisa
> menjawab pertanyaan �filosofis� yang sodara Jem
> lontarkan. Atau yang lebih mungkin sih, saya rasa
> kita terlalu sombong akan diri kita sendiri. Karena
> merasa sudah tau jawabannya lalu kita merasa tidak
> perlu lagi untuk mempertanyakannya sekali lagi.
> Hih.. Betapa terkutuknya orang-orang seperti itu�
> Merasa sudah tau. �Orang yang paling bijaksana
> adalah dia yang mengetahui dirinya tidak tau.� �
> Socrates.
>
>
>
> Tapi, ya sudah� siapa tau saja dua kemungkinan di
> atas salah. Dan mari kita berharap semoga
> kemungkinan di atas adalah salah. Semoga orang-orang
> di sini bukan termasuk ke dalam dua kemungkinan di
> atas, khususnya kemungkinan yang terakhir. Sebab
> jika �ya��jika kemungkinan yang terakhir ada di
> dalam diri kita, menyedihkan sekali diri kita ini
> yang notabene diberi �tanggung jawab� untuk mengurus
> kehidupan ini, tapi kita malah melalaikannya.
>
>
>
>
> Jeme mahi: Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada
> diri Manusia dan kelemahan
> manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan
> menyiksa manusia tersebut !
>
>
>
> Pertama ijinkan saya balik bertanya dulu pada
> saudara Jem; apa anda yakin manusia memang
> dilahirkan sebagai makhluk yang membawa sifat jahat?
>
> Terus terang ya, sodara Jem. Saya pribadi sih
> mungkin mempunyai pemikiran yang berbeda dengan
> anda. Yakni manusia dilahirkan hanya dengan sifat
> hati bawaan yang �mulia-mulia�; kalau anda
> mengijinkan saya akan coba mulai melihat
> permasalahan ini dari �sudut pandangnya� Al-Quran.
>
>
> �Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya,
> dan telah meniup kan kedalamnya ruh-Ku, maka
> tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud� (Al
> Hijr:29)
>
>
>
> ��maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari
> ruh Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan
> Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang
> yang taat.� (At Tahrim:12)
>
>
>
> �Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.
> Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai
> al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)�� (Al
> Israa:110)
>
>
>
> Oke, mari kita mulai;
>
>
>
> Seperti sudah saya sebutkan sekilas di atas,
> bahwasanya saya percaya bahwa sifat �asli� manusia
> adalah sifat-sifat yang mulia. Dan hal itu mengacu
> pada ayat-ayat Quran yang beberapa di antaranya saya
> coba kutip di atas.
>
>
>
> Apakah anda bernah berpikir bahwa kita adalah bagian
> dari Tuhan? Jikalau memang tidak pernah maka saya
> sarankan, tanyakanlah hal itu. Tapi jika memang
> pernah pertanyaan itu terbesit dalam benak anda dan
> anda masih berada di dalam pencarian filosofis itu,
> maka bersyukurlah anda, sebab mungkin ini saatnya
> anda mendapatkan semacam sintesis. Dan Allah sendiri
> lah yang membawa sintesis itu pada anda di dalam
> Ayat suciNya yang seringkali kita abaikan.
>
>
>
> Allah telah meniupkan (sebagian) ruhNya ke dalam
> rahim ibu kita� apa kira-kira maksud premis pertama
> itu? Bacalah dengan hati..
>
> Ya.. Kita adalah bagian dari Tuhan. Sebab ruhNya ada
> di dalam diri kita. Atau lebih ekstrim lagi, ruh
> kita ini adalah ruh Tuhan.
>
>
>
> Premis yang kedua adalah: Allah mempunyai asmaul
> husna. Asmaul husna ada yang mengartikan sebagai
> �Nama-nama baik yang dimiliki Allah� dan ada juga
> yang mengatakan sebagai �Sifat-sifat Allah��
>
>
>
> Apa yang bisa kita tarik dari premis pertama dan
> kedua?
>
> Jikalau ruh kita adalah ruh Tuhan, maka sudah
> semestinya pula Sifat Tuhan lah yang melekat dalam
> hati kita bukan?
>
>
>
> Sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna itu ada 99, dan
> akan saya coba sebutkan yang sering kita dengar.
>
>
>
> ROHMAN (Pengasih)
> ROHIM (Penyayang)
> QUDDUS (Suci)
> LATHIIF (Lembut)
> SALAAM (Sejahtera)
>
>
>
> Bisakah anda melihat itu dengan hati anda? Allah
> telah meniupkan sifat-sifatNya itu pula pada kita.
> Tapi pertanyaannya kan adalah kenapa yang kita lihat
> di dalam kehidupan, amat banyak hal-hal yang sungguh
> bertentangan dari sifat-sifat itu justru dilakukan
> oleh manusia yang notabene memiliki sifat-sifat
> Tuhan itu? Apakah ada faktor yang membuat �potensi
> baik� itu tak dapat tersalurkan?
>
>
>
> Cobalah anda renungkan sekali lagi. Apakah ada orang
> yang terlahir dengan membawa senjata di tangannya?
> Apakah ada bayi yang ketika keluar dari rahim
> bundanya langsung mengatakan: �Bangsat!!� Tidak
> bukan? Oh lalu anda mungkin akan berpikir, jelas
> saja tidak� keadaan bayi adalah lemah dan tak
> berdaya.
>
>
>
> Tapi pernahkah anda berpikir juga bahwa sesuatu yang
> ada dan terjadi di muka bumi ini tak ada yang
> sia-sia. Semua terjadi begitu karena memang
> seharusnya terjadi. Itu semua sudah ada di dalam
> garis order. Seperti planet-planet berada di dalam
> garis edarnya masing-masing. Seperti proton, neutron
> dan electron yang berada di agris orbitnya
> masing-masing. Seperti juga hal kecil di atas;
> megapa manusia pun terlahir seperti itu? Dalam
> keadaan yang tidak dapat berbicara, belum mampu
> berpikir dalam arti secara penuh menyadari dirinya
> sebagai manusia seperti kita sekarang. Kenapa..
> kenapa dan kenapa? Kita akan selalu dihadapkan pada
> pertanyaan dalam hidup, sebab akal ditinggalkan
> dalam keadaan tidak terkunci.
>
>
>
> �Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang
> ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia
> sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan
> di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur
> melainkan
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/