REFLEKSI: "Ikan membusuk mulai dari kepala", demikian sebuah ucapan yang 
mungkin sekali bisa mendorong untuk berpikir lebih luas.


MEDIA INDONESIA
Selasa, 09 Agustus 20


Belenggu Sampah Jakarta 



PERSOALAN yang mencekik Jakarta terus bertambah dari hari ke hari, tetapi 
penyelesaiannya sangat lamban. Persoalan seperti bertambah dengan deret 
ukur, sedangkan solusi merangkak seperti deret hitung. Bahkan, untuk 
sejumlah perkara, mandek. 

Sebut saja soal kemacetan lalu lintas, pedagang kaki lima, pengamen di bus 
kota dan peminta-minta di jalan yang meneror. Belum lagi premanisme yang 
menggertak di mana-mana. Belum semua itu teratasi, sekarang ada masalah baru 
yang amat mengkhawatirkan, yaitu ekspansi luar biasa dari ojek. Bersama 
dengan pedagang kaki lima, mereka menjadi kekuatan yang merampas badan 
jalan. Solusinya? Mandek. 

Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, apa yang bisa dibanggakan dari Jakarta? 
Apakah Jakarta hanya kawasan Sudirman-Thamrin yang semakin bersolek? Tentu 
tidak. Jakarta tidak bisa menjadi kebanggaan warga dan juga bangsa hanya 
karena gedung bertingkat dan air mancur yang sering macet. Jakarta masih 
terlalu jorok untuk dibangga-banggakan. 

Salah satu yang sulit dibanggakan adalah soal sampah. Pemprov DKI sudah 
bertahun-tahun tidak mampu mengatasi masalah sampah. Di Bantar Gebang, 
Bekasi, sampah-sampah dari DKI diboikot. Para pejabat DKI dan Pemprov Jawa 
Barat bertikai soal ganti rugi dan kompensasi. Tetapi, yang lebih memicu 
adalah mentalitas jorok. 

Sekarang muncul lagi persoalan sampah di Bojong, Kabupaten Bogor. Pada 
November 2004, terjadi bentrok antara polisi dan penduduk Bojong yang 
menolak wilayah mereka dijadikan tempat pengolahan sampah terpadu.

Untuk membedakan Bantar Gebang dan Bojong, Pemprov menggunakan istilah 
sopan. Kalau Bantar Gebang dikatakan sebagai tempat pembuangan sampah, 
Bojong dikatakan sebagai tempat pengolahan sampah. Bagi penduduk, baik di 
Bantar Gebang maupun Bojong, kedua kata itu tidak banyak bedanya. Pembuangan 
atau pengolahan sampah tetap saja jorok karena baunya yang menusuk hidung. 

Tentu sangat ironis karena Pemprov Jakarta sampai sejauh ini belum juga 
menemukan cara pengelolaan sampah yang bisa diterima penduduk dan 
dipertanggungjawabkan secara teknologi. Padahal, setiap tahun selalu saja 
ada anggota DPRD atau pejabat DKI yang berstudi banding ke luar negeri. 
Tidak bisakah mereka meniru negara lain yang sukses mengolah sampahnya? 

Sampah di DKI menjadi barang yang ditolak di mana-mana karena dikelola 
dengan kejorokan yang tidak tertandingi dari dulu sampai sekarang. Karena 
itu ketika ada teknologi menjanjikan kecanggihan tertentu, rakyat tidak 
percaya. Bagaimana percaya kalau truk-truk sampah dari Jakarta menebar bau 
busuk sepanjang jalan? Bagaimana dipercaya kalau jalan-jalan menuju tempat 
pembuangan sampah begitu sempit dan rusak parah sehingga truk meneror warga 
dengan bau busuk? 

Kalau pemerintah daerah tidak jorok, buktikan dengan membangun jalan bebas 
hambatan ke Bojong dan Bantar Gebang. Teknologi pengolahan sampah tidak akan 
mengubah kejengkelan publik selama mentalitas jorok tidak berubah. Itulah 
yang terjadi dengan sampah Jakarta.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hje2sl2/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705019888:TM/Y=YAHOO/EXP=1123564691/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke