KH. Abdul Wahab Chasbullah, Perintis Tradisi Intelektual NU (7) 

oleh: Saifullah Ma'shum[*]

*Bismillahirrahmanirrahiim*

Tradisi Jurnalistik di NU

Bukan Kyai Wahab jika tidak memutar otak, selalu "gelisah" mencari cara 
mewujudkan cita-citanya. Bersama tokoh NU lainnya, Kyai Wahab pernah membeli 
sebuah percetakan beserta sebuah gedung sebagai pusat aktivitas NU di Jalan 
Sasak 23 Surabaya. Dari sini kemudian dia merintis tradisi jurnalistik 
modern dalam NU. Ini dilandasi oleh pemikiran Wahab yang sesungguhnya amat 
sederhana, yaitu bagaimana menyebarkan gagasan NU secara lebih efektif dan 
efisien yang selama ini dijalankan melalui dakwah panggung dan pengajaran di 
pesantren.

Mulai saat itu diterbitkan majalah tengah bulanan Suara Nahdlatul Ulama. 
Selama tujuh tahun majalah ini dipimpin oleh Kyai Wahab sendiri. Teknis 
redaksional dari majalah tersebut lalu disempurnakan oleh Kyai Mahfudz 
Siddiq dan menjadi Berita Nahdlatul Ulama. Disamping itu terbit pula Suluh 
Nahdlatul Ulama di bawah asuhan Umar Burhan. Lalu Terompet Ansor dipimpin 
oleh Tamyiz Khudlory; dan majalah berbahasa Jawa Penggugah, dipimpin oleh 
Kyai Raden Iskandar yang kemudian digantikan oleh Saifuddin Zuhri. Dari 
tradisi kepenulisan ini NU pernah mempunyai jurnalis-jurnalis ternama 
seperti Asa Bafaqih, Saifuddin Zuhri dan Mahbub Junaidi. Juga memiliki surat 
kabar prestisius seperti Duta Masyarakat.

Tidak salah lagi, Kyai Wahab adalah pemegang andil terbesar dalam meletakkan 
dasar-dasar organisasi NU dalam hampir semua sektor; dari mulai tradisi 
intelektual, peletak dasar struktur Syuriah dan Tanfidziyah organisasi NU, 
jurnalistik, sampai siasat bertempur di medan laga. Dalam hal yang terakhir 
ini ucapannya yang paling populer adalah, "Kalau kita mau keras harus punya 
keris." Keris dalam hal ini diibaratkan Kyai Wahab sebagai suatu kekuatan, 
kekuatan politik, militer dan batin. Itulah sebabnya Kyai Wahab juga gigih 
dan terjun sendiri bersama *pasukan Hizbullah* (di bawah pimpinan Kyai Haji 
Zainal Arifin), *pasukan Sabilillah* (di bawah pimpinan Kyai Haji Masykur) 
dan Barisan Kyai (yang dipimpin sendiri) dalam berperang melawan penjajah.

Kyai Wahab juga dikenal jago bersilat dan ber-"wirid". Konon di mana-mana 
Kyai Wahab menyebar ijazah, macam-macam *Hizb*, doa dan *wirid* kepada 
seluruh warga NU dan siapa saja yang memerlukan kekebalan diri. Beliau 
ternyata bukan hanya berwibawa dan disegani karena ilmunya, melainkan juga 
karena "wirid"-nya.


*Bersambung ke bagian
8<http://muslimdelft.nl/titian_ilmu/biografi/kh_abdul_wahab_chasbullah_perintis_tradisi_intelektual_nu_8tammat.php>
...*


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke