http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=5505
Selasa, 30 Agt 2005,
Wasiat Terakhir Cak Nur 


Oleh Utomo Dananjaya *
Enam hari sebelum berangkat berobat ke China, Cak Nur menulis surat kepada 
teman-teman pendukung Yayasan Wakaf Paramadina. Surat itu berupa usul 
pengadaan usaha penyegaran yayasan dan peremajaan para pendukung 
keorganisasiannya.

Untuk sebagian orang, surat itu dianggap sebagai wasiat terakhir yang 
menggetarkan hati, yang menerima surat tersebut dan melihat kondisi 
kesehatan Cak Nur di China dan kemudian di Singapura. 

Apa yang dimaksud Cak Nur dengan penyegaran rupanya dapat dibaca pada 
lampiran surat tersebut berjudul: Wawasan Paramadina dan Saran-Saran 
Penyegaran Keorganisasian Lebih Lanjut. 

Tentang wawasan Yayasan Wakaf Paramadina, Cak Nur menjelaskan bahwa yayasan 
merupakan lembaga yang dimaksudkan untuk mengemban dan mendorong kebebasan 
wacana, baik terbuka maupun tertutup, tanpa menjadi partisan eksklusif untuk 
suatu pendapat dari wacana bebas tersebut. Alasan Cak Nur bahwa kebebasan 
adalah hak dan anugerah primordial atau primeval dari Sang Maha Pencipta, 
sebagaimana dilambangkan dalam cerita kosmis ketika Tuhan mempersilakan Adam 
dan Hawa masuk ke dalam surga (QS, 2: 35).

Dalam pidato peresmian Kampus Universitas Paramadina dan setiap membuka 
pra-training mahasiswa baru, Cak Nur selalu menjelaskan bahwa Universitas 
Paramadina menyelenggarakan pendidikan dengan semboyan berdasar pada kitab 
dan hikmah seperti tercantum dalam QS 4: 113. Dalam proses pembelajaran, 
dosen dan mahasiswa memerlukan semangat kebebasan untuk punya keberanian 
menerobos batas.

Cak Nur sering mengungkapkan, hikmah atau ilmu adalah temuan para cerdik 
pandai dan menjadi kekayaan peradaban kemanusiaan. Sebuah temuan adalah 
terobosan dari temuan sebelumnya. Demikianlah terobosan demi terobosan 
diciptakan menjadi etos cendekiawan. Terobosan hanya mungkin terjadi oleh 
keberanian menembus batas. 

Universitas Paramadina yang baru lahir delapan tahun lalu diharapkan 
membangun budaya penemuan ilmiah. Universitas memuliakan penelitian dan 
discovery. Mahasiswa dan dosen bukan hanya belajar, tetapi juga melakukan 
penelitian, dan diharapkan mencapai prestasi ilmiah tertinggi. 

Inilah yang dirumuskan sebagai universitas yang menawarkan pilihan atau 
alternatif. Yang dimaksud adalah budaya universitas berbeda dari budaya 
konvensional universitas di Indonesia. Hal ini dititipkan sebagai tantangan 
kepada sivitas akademika Universtas Paramadina. Kepada pimpinan dan dosen 
pesan ini diarahkan. Bahkan, kepada mahasiswa yang menjadi salah satu faktor 
untuk membangun budaya baru akademis. 

Dengan kebebasan positif itu, kata Cak Nur, manusia akan berkesempatan 
berkenalan dengan berbagai pendapat. Manusia dipujikan Allah untuk 
mendengarkan dan memperhatikan berbagai pendapat itu, kemudian memilih mana 
yang terbaik. "Maka berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang 
mendengarkan pendapat, kemudian mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka 
itulah orang-orang yang diberi petunjuk Allah, dan mereka itulah orang-orang 
yang berpengertian mendalam." (QS 39: 18). 

Firman inilah yang menjadi dasar pandangan pluralisme yang dalam pengertian 
Cak Nur adalah mengakui perbedaan dan kesediaan bergaul secara beradab, 
dengan mau mendengar, menghormati pendapat orang lain, walaupun tidak 
sependapat. 

***

Dalam sebuah diskusi seorang cendekiawan muda mengritik Cak Nur berdasarkan 
pendapat seorang ahli. Cak Nur memuji cendekiawan muda itu sebagai orang 
yang punya disiplin ilmiah dengan mendasarkan pendapatnya pada pandangan 
seorang ahli. Kemudian, Cak Nur menyampaikan pendapatnya sendiri. 

Cendekiawan muda ini sesumbar bahwa dia telah menundukkan Cak Nur 
dengan pendapatnya. Begitu pluralisnya, dalam arti sopan dan santunnya Cak 
Nur sehingga cendekiawan ini merasa Cak Nur telah menerima keyakinannya. 

Begitulah pluralisme diejawantahkan dalam pergaulan. Lawan yang tidak 
sependapat pun merasa menghormati pendapatnya, bahkan merasa pendapatnya 
diterima Cak Nur. "Inilah makna pluralisme," kata Cak Nur. 

Karena prinsip kebebasan itu, Paramadina bukanlah perkumpulan sektarian, 
yang secara eksklusif mendukung pendapat tertentu. Lebih-lebih Paramadina 
bukanlah gerakan kultus. Paramadina mendorong orang untuk dengan bebas 
mengembangkan dan mendengar pendapat. Kemudian, setiap orang bebas pula 
memilih yang terbaik di antaranya dengan bertanggung jawab dan tulus 
mengikuti suara hati nurani.

Tanggung jawab setiap orang di akhirat adalah bersifat pribadi mutlak, tanpa 
ada jual-beli, persahabatan (kullah) ataupun perantara (syafaah). (lihat: QS 
2: 254).
***

Cak Nur meninggal dunia ketika orang takut kebebasan dan keberagaman 
(liberal dan pluralisme). Pesan Cak Nur kepada teman-teman pendukung 
Paramadina bisa juga menjadi seruan, sekaligus penjelasan bahwa paham 
kebebasan dan pluralisme adalah hak dan anugerah primordial dari Sang Maha 
Pencipta. 

Seorang Nurcholish Madjid, jejak pendapatnya selalu segar dan relevan. Bukan 
dan tak perlu diterima sebagai yang paling benar, tetapi patut direnungkan, 
dipertimbangkan untuk menjadi pilihan hati nurani. Semoga menjadi amal soleh 
yang diterima Allah.

*. Utomo Dananjaya, pengajar pada Universitas Paramadina di Jakarta, dikenal 
sebagai teman dekat Cak Nur saat mencetuskan Gerakan Pemikiran Keislaman 
pada 1970.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke