*Anak Jalanan*

 Bulan puasa ini tidak semua anak jalanan berpuasa. Tapi diantara mereka ada 
pula yang berpuasa. Bahkan bulan puasa ini, Jakarta sangat dijubali 
anak-anak jalanan. Mungkin memanfaatkan momentum sedekah di jalanan. Toh, 
semua itu tidak mengurangi semangat Jack untuk terus mengumpulkan mereka di 
sebuah hotel berbintang lima. 

Acaranya buka puasa bersama, bagi zakat fitrah dan hadiah lebaran. Tentu 
bisa diduga peserta hampir lima ribu lebih. Tidak jelas, "nodong" siapa, kok 
bisanya Jack mengadakan acara itu.

"Adik-adik, anak jalanan….Mari kita berdoa bersama dengan membaca 
alfaaaatihah!" Jack mengawali pidatonya di depan anak-anak jalanan. Lalu 
bergemuruhlah gedung hotel berbintang lima itu, seakan-akan mau roboh saja.

"Terimakasih…terimakasih….Apakah kalian semua telah menjadi bagian Kekasih 
Allah, karena cintanya Allah turun di tengah-tengah jamaah jalanan ini. 
Berbahagialah. Tetapi, janganlah kalian semua bercita-cita menjadi anak-anak 
jalan, karena hati kecil kalian pasti tidak rela jika nanti bangsa ini 
menjadi bangsa jalanan. Setuju…..!" tentu disambut dengan gemuruh 
setujuuuuu! Yang membahana.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama menjelang buka puasa. Seorang Ulama tua 
yang berdoa dengan bahasa Indonesia, sementara tangan Jack menuding ke atas, 
sembari beraba-aba. Jika tangan itu bergerak anak-anak jalanan itu diminta 
berteriak sekeras-kerasnya, mengucapkan Amiiin!.
Acara pun berjalan tertib, dan sedikit ribut kecil karena berebut. Tapi 
cepat diatur dengan seksama, karena aparat turut mengamankan mereka.

"Jack, kenapa aminnya keras banget sampai kendang telingaku mau jebol?" 
tegur Parjo.
"Lha wong tujuan saya biar kendang telinga orang se Jakarta biar jebol 
semua! Mau apa?"
"Jangan gila lah Jack, maksudmu apa?"
"Ini kota gila, negeri gila. Yang paling waras adalah yang paling gila! Kamu 
mau waras apa mau gila Jo?"
"dasar kita ini gila semua… Cuman saya penasaran Jack, soal amin yang keras 
seperti itu. Apa itu etis di depan Allah Jack?"
"Justru itu, jika ada empat puluh satu yatim piatu mengucapkan amin 
bersama-sama sekeras-kerasnya, langit pun jebol, langsung menembus Arasy 
Allah. Jadi pasti diijabahi. Walau pun diantara anak jalanan itu tidak 
disebut Yatim secara syariat, tapi hakikatnya mereka yatim piatu, karena 
tidak ada orang tua yang membina jiwanya dan masa depannya. Jadi saya kira 
Arasy malah tembus, dan pasti di ijabahi doa mereka…."
Parjo manggut-manggut saja soal ulah Jack yang kontroversial itu.

Usai menerima hadiah masing-masing, anak-anak jalanan itu ada yang ikut 
berjamaah ada yang ngeloyor pulang. Tapi yang jelas heboh, apalagi doa yang 
dibaca kiai tua itu sangat menusuk kehancuran bangsa ini.
Jack dan Parjo tampak puas, tapi sekaligus punya PR besar soal anak jalanan 
di Jakarta, yang sudah mirip mafia.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/FXrMlA/dnQLAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke