Hmm... Saya Cinta Anak Om
 Nggak perlu jadi pencuri ayam kalau ngidam merasakan serunya ritual 
interogasi. Nggak usah ikut kuis yang dipandu Tantowi Yahya kalau ngebet 
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bisa menciutkan hati. Buru-buru deh cari 
pacar. Trus, sering-sering main ke rumahnya. Yah, supaya ortu pacar alias 
camer bisa ngajuin bejibun pertanyaan.

Seperti yang udah dirasakan 55,6 persen responDet. Utusan pertama golongan 
ini adalah Rian. "Saban menjemput cewekku, bokapnya udah nyanggong di depan 
rumah. Aku pasti ditanyain macem-macem," beber cowok yang kul di ITS ini.

Awalnya, yang meluncur adalah pertanyaan standar. Contohnya nih, "mau pergi 
ke mana?" atau "nanti pulang jam berapa?". "Tapi, beberapa bulan terakhir 
aku terus ditanya tentang keluarga. Bapakku kerja apa, saudaraku berapa, 
pokoknya macam itu deh. Nggak terhitung berapa kali aku diinterogasi macam 
maling ayam," cerocos penyuka musik jazz ini.

Sekarang, Rian udah kebal. "Santai aja. Mungkin, kalau diinterogasi sama 
polisi beneran aku nggak takut," kelakarnya.

Pengalaman serupa juga menimpa Ima, penghuni Stikom. "Sumpah, aku grogi 
banget waktu pertama kali diajak ngobrol sama ibunya cowokku," tuturnya. 
Saat itu, hubungan baru menginjak bulan ketiga. Tak dinyana, sang kekasih 
mengajaknya bertandang ke rumah dan bertemu dengan sang ibu. "Dia bilang 
ibunya pengin banget ketemu. Jelas aja aku bingung dan grogi setengah mati," 
sahutnya.

Pertemuan yang terjadi di rumah pacar Ima itu berlangsung sedikit tegang. 
"Ibunya serius banget lho. Dia langsung nanyain gimana hubunganku dengan 
anaknya. Aku serius atau nggak? Padahal, kami kan masih muda. Kok 
pertanyaannya mengarah ke arah pernikahan," cuapnya keheranan. 

Cerita nggak kalau seru siap disodorkan Monty. Dia pernah merasakan tekanan 
hebat kala menjawab pertanyaan sang camer. "Sebenernya, aku udah sering 
ditanyain sama ortu pacarku. Aku kasih tahu ya, hubungan kami menginjak 
tahun ketiga," info cowok Unair ini.
 "Akhir-akhir ini mereka suka nanyain kapan aku lulus. Duh, kayak dilempar 
pisau dan langsung nancap di jantung. Iya sih, aku udah semester 9. Tapi, 
aku nggak berencana ngendon lama di kampus kok," kilahnya.

Monty menanggapi pertanyaan sang camer dengan kepala dingin. "Seneng sih 
ditanyain. Artinya, mereka perhatian banget dan percaya aku bisa 
membahagiakan anaknya," ujar Monty penuh percaya diri.

Di kubu seberang, ada Santi. Anehnya, dia ngerasa sedih nggak pernah 
diinterogasi. "Psst, pacaranku sekarang tuh backstreet. Lha ortu pacarku 
nggak setuju. Terus, gimana mau ditanyain ini-itu kalau nggak pernah ketemu 
camer," tutur gadis SMAN 5 ini pasrah.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/FXrMlA/dnQLAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke