Menambah Ilmu

Susi baru empat hari masuk kerja sebagai telemarketer. Sebagai 
atasan, Herry ingin membina Susi agar bisa cepat mandiri. Pada hari 
ketiga Herry secara tidak sengaja menemukan suatu hal yang 
mengejutkan tentang Susi. Hal itu terjadi ketika Susi baru saja 
selesai menelepon dan harus membuat proposal sesuai permintaan calon 
pelanggan. 

Susi menuliskan nama orang tersebut di bukunya seperti ini "Bapak 
Joni, Jenderal Menejer". Herry kaget dan langsung menegur Susi 
mengenai cara penulisan tersebut. Eh, Susi malah ngotot mengatakan 
bahwa Pak Joni memang mengatakan jabatan beliau adalah Jenderal 
Menejer. Susi merasa benar. Dia sama seklai tidak tahu bahwa ejaannya salah. 
Tentu saja Herry tetap berusaha merubah ejaan tersebut karena Susi akan 
mencantumkannya pada surat penawaran yang harus dibuatnya. 

Herry segera memberikan contoh tulisan yang benar kepada Susi. 
Melihat Susi diam saja, Herry mulai curiga. Dia segera memeriksa 
semua tulisan Susi selama ini. Ternyata bahasa Inggrisnya kacau 
balau. Yang membuat Herry heran adalah fakta bahwa semua kata-kata 
itu adalah kata-kata yang biasa ditemui dalam dunia bisnis. Bukan 
merupakan kata-kata khusus, tapi kata-kata umum. Herry tidak 
mengerti. Susi sudah pernah bekerja sebelumnya, tapi istilah yang 
biasa ditemui dalam dunia kerja ternyata tidak diketahuinya sama 
sekali. Herry bingung melihat Susi. 

Ketika Herry bertanya apakah Susi ada kamus, Susi mengatakan tidak 
punya. Herry minta agar Susi membeli kamus Inggris - Indonesia supaya bisa 
belajar sendiri di rumah. Tapi ternyata kamus itu tidak kunjung dibeli. 
Alasannya, Susi mengatakan bahwa sebenarnya dia sudah punya kamus tapi sedang 
dipinjam temannya. Celakanya, dia juga lupa siapa temannya yang meminjam kamus 
tersebut. 

Kisah Pak Eddy 

Sampai sini, Herry sudah mampu mencium ketidakberesan. Susi terlihat 
tidak mau belajar serius. Susi tampak tidak bersungguh-sungguh ingin 
belajar. Malah Susi lebih sering bercakap-cakap di telepon dengan 
berbagai teman pria yang katanya sedang melakukan PDKT terhadapnya. 
Setiap kali Herry menyuruhnya belajar mengucapkan berbagai ungkapan 
dalam bahasa Inggris untuk berlatih ucapan, Susi tampak malas. Dia 
lebih sering diam saja. 

Herry kecewa dengan sikap Susi. Herry jadi teringat pada Pak Eddy. 
Beliau dulu adalah Direktur sebuah kursus bahasa Inggris di Bandung. 
Ketika itu Herry bekerja sebagai salah satu staf pengajar di sana. 
Pak Eddy ini sangat ramah. Bahasa Inggrisnya sangat bagus. Ucapannya 
juga sangat bagus. Pertanyaan apapun mengenai bahasa Inggris selalu 
dapat dijawabnya dengan benar. Tata bahasa juga sangat dikuasainya. 
Sungguh luar biasa. 

Suatu hari Herry pernah bertanya kepada Pak Eddy, dimana beliau 
belajar bahasa Inggris. Sambil tersenyum santai pak Eddy menjelaskan 
bahwa dia tidak pernah menginjak bangku kuliah. Beliau hanya tamat 
Sekolah Dasar. Karena tidak ada biaya, maka pak Eddy tidak mampu 
melanjutkan sekolahnya. Untuk membantu mencari nafkah, pak Eddy 
bekerja sebagai sopir bemo, sejenis kendaraan bermotor angkutan umum 
beroda tiga. 

Seperti biasa, setiap hari bemo yang dibawanya harus antre menunggu 
penumpang di terminal. Pada saat-saat menunggu penumpang inilah, Pak 
Eddy memanfaatkan waktunya. Beliau tidak mengisinya dengan mengantuk, bermain 
kartu, tidur atau hal lainnya. Tapi, pak Eddy memanfaatkan waktunya belajar 
bahasa Inggris. Dari kamus kecil berisi 500 kata, hingga kamus tebal. Dari buku 
grammar sederhana hingga buku grammar yang lebih kompleks. Bemo menjadi kelas 
tempat pak Eddy belajar bahasa Inggris. Herry benar-benar kagum. Bahasa Inggris 
pak Eddy sungguh-sungguh tidak ada celanya. 

Hery sangat menyayangkan sikap Susi yang menyia-nyiakan waktunya. 
Susi tampaknya tidak mau berubah. Masih senang main-main. Padahal 
Herry bersedia mengajar Susi bahasa Inggris. Paling tidak sampai Susi bisa 
menuliskan kata-kata umum yang biasa dipakai dalam dunia bisnis. Sayang, Susi 
tampaknya tidak berminat. 

Susi tidak merasakan perlunya bisa berbahasa Inggris. Akhirnya, 
dengan berat hati dan dengan sangat terpaksa, Herry meminta Susi 
mengundurkan diri. Padahal kalau dihitung-hitung, Susi belum sebulan 
bekerja. Bagi Herry, tidak bisa berbahasa Inggris dengan sempurna, 
tidak apa-apa, asalkan ada kemauan untuk belajar. Learn! Learn! 
Learn! Never Give Up! 
 
Sumber: Potensi Diri - Menambah Ilmu oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati 
Etika dan Kepribadian

----
Best regards,
Tombo Ati  
  



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke