KH Wahab Hasbullah : Pelopor Kebebasan Berpikir di kalangan Umat Islam
Indonesia
Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

KH Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama besar Indonesia. Beliau lahir
pada bulan Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dan wafat pada 29
Desember 1971. Beliau merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya
kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat.
Untuk itu kyai Wahab membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan
Pemikiran) di Surabaya pada 1941.

Mula-mula kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas.
Tetapi berkat prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan
topik-topik yang dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas,
dalam waktu singkat kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik
perhatian di kalangan pemuda. Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan
bertemu dalam forum itu untuk mendebatkan dan memecahkan permasalahan pelik
yang dianggap penting.

Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi
ajang komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasionalis
sekaligus jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua.
Karena sifat rekrutmennya yang lebih mementingkan progresivitas berpikir dan
bertindak, maka jelas pula kelompok diskusi ini juga menjadi forum
pengkaderan bagi kaum muda yang gandrung pada pemikiran keilmuan dan dunia
politik.

Bersamaan dengan itu, dari rumahnya di Kertopaten, Surabaya, Kyai Wahab
bersama KH Mas Mansur menghimpun sejumlah ulama dalam organisasi Nahdlatul
Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang mendapatkan kedudukan badan hukumnya
pada 1916. Dari organisasi inilah Kyai Wahab mendapat kepercayaan dan
dukungan penuh dari ulama pesantren yang kurang-lebih sealiran dengannya. Di
antara ulama yang berhimpun itu adalah Kyai Bisri Syamsuri Jombang, Kyai
Abdul Halim Leimunding, Cirebon, Kyai Haji Alwi Abdul Aziz, Kyai Ma'shum dan
Kyai Cholil Lasem.

Kebebasan berpikir dan berpendapat yang dipelopori kyai Wahab dengan
membentuk Tashwirul Afkar merupakan warisan terpenting kyai Wahab kepada
kaum muslim Indonesia. Kyai Wahab telah mencontohkan kepada generasi
penerusnya bahwa prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat dapat dijalankan
dalam nuansa keberagamaan yang kental. Prinsip kebebasan berpikir dan
berpendapat tidak akan mengurangi ruh spiritualisme umat beragama dan kadar
keimanan seorang muslim. Dengan prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat,
kaum muslim justru akan mampu memecahkan problem sosial kemasyarakatan
dengan pisau analisis keislaman.

Kini, di tengah nuansa keberagamaan masyarakat yang terjebak pada
dogmatisme, kita merindukan hadirnya kembali sosok kyai Wahab Hasbullah
dengan Tashwirul Afkar-nya yang telah mencerahkan dan mencerdaskan umat
dengan prinsip kebebasan berpikirnya. Wallahu A'lam. (Alf/Redaksi)

Sumber "KARISMA ULAMA, Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU", Editor: Saifullah
Ma'shum, Penerbit: Yayasan Saefuddin Zuhri dan Penerbit MIZAN


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke