pernah pada suatu Waktu, aku berjalan melawan arah angin menderu aku mencarimu, membawa sendu kudekap rapat dalam asa tebalku. aku ingin memberikannya padamu,
angin mungkin menghempasku dalam deru yang menggebu Kini terus membayangkanmu sedang menungguku Menunggu waktu yang tak hanya semu teringat sepasang purnama di langit-langit matamu menangis dalam pelukmu, merasakan usapan hangat di Pipiku. terurai rambut ikalmu membuat syahdu Sosok mungilmu membias rasa kala itu entah masa lalu ku atau kau yang menangis sesenggukan di pelukku Aku yang terus menanti walau itu tak berarti Kembali meneta hati untuk seorang bidadari Dalam perenunganku, Kembali Mencoba menulis setelah kisah itu pergi Depok 5 January 2007 Erwin Arianto See me on friendster on [EMAIL PROTECTED] -- Best Regard Erwin Arianto,SE えるウィン アリアンと Internal Auditor PT.Sanyo Indonesia Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi -------------------------------------------- See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
