Kepada Siapa Cinta Bicara




Kepada kau yang pernah mencinta


Kepada kau yang pernah dicinta


Kepada siapa saja yang pernah membawa,
menikmati, hanyut, terombang-ambing, terhempas, terdampar dan bahkan larut tak
bersisa menyatu dalam Cinta


Kepada bidadari, kepada angin, kepada
bulan, kepada matahari, kepada gemintang, kepada awan, kepada hujan, kepada
laut, kepada batu karang, kepada pantai, kepada nyiur, kepada semesta dan alam 
raya


Kepada peristiwa yang pernah hadir dalam
hidupku yang belum sempat kunamai


Kepada yang kucintai, kepada yang
mencintaiku, kepada yang mengajariku dan aku belajar makna Cinta darinya


 


Kepada kalian kutuliskan kata sakti ini


Cinta, Cinta, Cinta dan Cinta….


 


Datangnya bisa tiba-tiba


Pun dapat tumbuh perlahan


Karena benihnya bersemayam di hatimu


 


Cinta…


Rumit bila kau memaksa mencintai dengan
sedehana


Sederhana bila kau merasa sudah cukup dengannya


Bahagia jika sesuai kehendakmu


Sakit jika tak sejalan dengan yang kau mau


 


Cinta…


Rasa yang teramat sulit diartikan


Bahagia, ngeri dan nyeri yang tak terperi
menyatu membungkusmu


Maka tak perlu bertanya, resapi saja…


Tuturkan, jangan kau umbar


Berikan, jangan mengharap kembali


 


Cinta…


Sungguh arasnya tak terjangkau 


Percintaan dan pernikahan sejatinya hanya
upaya untuk menafsirkan


Luas, sempit, dalam, dangkal adalah
pemaknaan semu tentangnya


Karena Cinta sudah cukup untuk Cinta


Bila cinta menjelma bahagia, berbalut
derita, berbunga kasmaran, membuatmu gila, mencengkerammu, mencekikmu,
membekapmu, membelaimu, menggantangmu, mengurapimu bahkan membunuhmu sekalipun… 
Maka jangan pernah bertanya, kenapa?


 


Yogyakarta, 5 Januari 2008


Rofiko Rahayu Kabalmay   


Terinspirasi dari kata-kata bijak Imam Ali bin Abi Thalib (semoga Allah 
memuliakan wajahmu ya Amirul Mukminin).
"Jika kau mencintai sesuatu, cintailah sewajarnya saja karena kau tidak akan 
pernah tahu kapan kau membencinya, dan jika kau membenci sesuatu, bencilah 
sewajarnya saja karena kau pun tidak akan pernah tahu kapan cinta itu kembali."



----- Pesan Asli ----
Dari: Wahyu Ekowati Setyorini <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: Hapsari Wirastuti Susetianingtyas <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; ardi effendi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; dian rianawati <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; rikrik 
wirasetiadi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; Rofiko Rahayu Kabalmay <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
iskandar doank <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; marini DT <[EMAIL PROTECTED]>; eliez sehati <[EMAIL 
PROTECTED]>; vika HK <[EMAIL PROTECTED]>; Any Eliza <[EMAIL PROTECTED]>; irza 
HK <[EMAIL PROTECTED]>; mba shinta HK <[EMAIL PROTECTED]>; Indah Puspitasari 
<[EMAIL PROTECTED]>; Guruh Susanto <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Jumat, 4 Januari, 2008 12:44:16
Topik: Re: Jangan Menyalahkan Cinta

Assalamu'alaikum wr.wb.

 

hapsari..thx a lot..artikelnya very touchly..

Aku belajar banyak hal dari sebuah kata "cinta"

Kebahagiaan, kesedihan, tertawa, menangis..

Semuanya..hikmah yg tersembunyi di dalam setiap kejadian..

Semuanya begitu amazing...

Begitu sempurnanya Allah menuliskan kehidupan kita..Subhanallah..

 

yang jelas cinta itu adalah suatu anugerah dari Allah..yang wajib kita syukuri..

ga cuma cinta kpd pasangan kita, tapi juga cinta kpd orang tua, saudara, teman.

tapi..taukah ada cinta yg lebih besar dari semuanya..??

cinta Allah kpd kita..

pernahkah kita berpikir seberapa besar cintaNya kpd kita..walaupun kita sdh 
banyak berbuat salah..Dia tetap saja memberi dan memberi

pernahkah kita berusaha utk mencintaiNya seperti Dia mencintai kita??

apakah kita lebih mencintai selain Dia..lebih mencintai 
pasangan/anak/ortu/harta benda dibandingkan Dia??

 

Belajarlah utk mencintai Allah..

Karena Dia tetap ada di saat yg lain tdk ada..

Dia lah tujuan terakhir di saat kita sudah tdk tau lagi harus mengadu kdp 
siapa..

Dia selalu mencintai kita seburuk apapun kita...sebesar apapun dosa kita..

 

 

 

Luv u coz Allah my friends.. ^_^

 

Wassalamu'alaikum wr.wb.

 

Rini



 

----- Original Message ----
From: Hapsari Wirastuti Susetianingtyas <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; ardi effendi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; dian rianawati <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
rikrik wirasetiadi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Rofiko Rahayu Kabalmay <[EMAIL 
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; iskandar doank <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 4, 2008 11:22:16 AM
Subject: Jangan Menyalahkan Cinta

Cinta adalah suatu perasaan yang indah bagi yang mengalaminya. Cinta
bukan
 sesuatu yang menyakitkan. Tapi cinta itu mengobati jiwa. Bagi
sebagian orang cinta hanya dianggap suatu fase kehidupan yang semua
orang akan mengalaminya tanpa berfikir mengenai maknanya. Sehingga
dalam perjalanannya cinta hanyalah cerita. Bagi sebagian lainnya cinta
itu pengorbanan untuk mendapatkannya. Berkorban waktu, berkorban uang
bahkan berkorban kebebasan. Hanya berkorban tanpa menentang. Sebagian
lainnya menganggap cinta itu adalah perjuangan. Perjuangan untuk
mendapatkan hatinya, perjuangan untuk meyakinkan bahwa kitalah yang
pantas mendampinginya, bahkan perjuangan untuk menjadikannya pasangan
seumur hidup kita. Cinta seperti apa yang kamu punya?

Cinta itu tidak untuk dinodai, tidak untuk diduakan walau hanya dalam
hati semata dan tidak untuk menyakiti diri sendiri. Cinta bukan untuk
ditangisi, bukan untuk bersedih dan bukan untuk disesali. Cinta itu
bukan kebohongan dan bukan untuk didustai. Cinta
 itu bukan
keterpaksaan. Cinta itu bukan sesuatu yang harus disesali karena cinta
itu memilih dan dipilih. Cinta adalah perjuangan untuk menunjukkan
kesungguhan dan keikhlasan bukan hanya sekedar menunggu dan menyakiti
diri sendiri.

Hmm...Semua yang menjadi pilihan cinta kita, seperti apakah cinta yang
kita punyai sekarang, JANGAN pernah MENYALAHKAN mengapa cinta itu
terpilih. Cinta terpilih bukan karena SIAPAPUN dan APAPUN. Cinta itu
TIDAK untuk MENYAKITI maupun MENDZOLIMI tetapi untuk mendapatkan ridho
Allah.

Terinspirasi dari makna kisah plato dan sepotong gandum : Pilihlah
cinta dan jangan menengok ke belakang lagi walaupun cinta yang dipilih
bukan yang terbaik

-- 
Regards,
Hapsari Wirastuti Susetianingtyas






Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 





      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke