ketika parakepala berurusan dengan para raja
raja pengusaha dan raja berharta
meneteskan liur melihat banyak nya angka
menggemukkan pundi pundi mereka
kemudian tidur lelap dalam mimpi indah mereka
pernah tawaran indah datang dari mereka
tuk menutup mulut akan segala ketamakannya
namunĀ  tak menggugah rasa yang ku punya
karena tangis dan luka para jelata lebih mencengkram erat setiap mimpi yang 
kupunya
para kepala dan raja berkata
jika tak dapat seiya sekata maka berbaurlah kau dalam derita yang mereka punya
rasakan lapar dan kemiskinan nya
ah hukum dunia selalu sama dengan hukum rimba
dimana nafsu lebih berperan tak tahu dimana iman berada
kujalani semua dengan prinsip yang kupunya
sambil menonton mereka yang terbahak diatas semua luka
bermegah diatas tahta
menggunakan nama besar tuk melancarkan aksi mereka
persetan dengan air mata para jelata
namun kita tak perlu lagi bertanya
sampaikapan ini semua
karena saat itu akan tiba
mereka akan tersedak dalam pudi keramakan mereka
bahkan tuk bernafas pun mereka tak berdaya
saat itu kan tiba, tak perlu menunggu sampai memegang tahta
pena kan menjadi sebagai pengganti senjata
kan menguak segala kebinatangan mereka
meski harus melewati lapar para jelata
seperti ancaman mereka
tak ada ketakutan tuk melewati nya
tapi aku juga bukan orang yang keras kepala
aku juga dapat seiya sekata
jika mereka mempunyai rasa iba kepada para jelata
aku akan berkata rauplah semua yang kau bisa
curilah sebanyak banyak nya
biarkan dinding menjadi saksi nya
dan berbagilah pada mereka para jelata
wahai para kepala dan raja
bukan kah sebagian harta yang kau punya adalah milik mereka yang tak punya?
jika ingin seiya sekata
maka mencurilah untuk para jelata, rau[ lah sebanyak yang kau bisa
dan keringkan semua air mata
berikan lah separuh untuk yang membutuhkannya
sebab kau ada karena suara mereka
mengapa ketika bahagia,mereka justri menjadi yang terlupa???



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke