bulan besar musim semi turun memijak telapaknya dibulan besar. kelopak mekar serbuk sari, padang menghijau kuning kunang belang macan. kicau ranting sapa sepasang tupai tua yang sedang menyulam sarang menyuapi kecup perpisahan buah hati. bulu lentiknya berkaca kaca.
ini bulan bercinta. saatnya lepas menuju surga. putih keabuan mewarna awan berarak angin utara melaju kencang. prajurit siap berperang menghunus pusaka kebanggaan. sisi depan teriak lantang! berseteru mata, bersentuh jari, saling cengkeram. genggam erat jangan sekarat! segera datang ratusan malaikat. menyaksikanmu menunduk meneguk seutas kertas mantra pertalian. mengalir syair senyum menggigil keringat bermuka tomat. serpihan pelengkap hidup menunggu dirakit dan disentuh untuk menjadi satu. diatas singgasana kayu berukiran gading putih keperakan kulit kerang, beralas beludru sutra hijau jambu. bersiaplah membuka kuncup angan putik kerinduan. lingkarkan lengan tikam kilatan pedang. mencecap madu kemerahan pipi bayi. melirik desah deru memburu pecah renyah kulit kacang. bangkit lekas membalas untuk menggores darah putih pertamanya. mojopahitkotapuisi Kiki Efendi, Mojokerto
